Tes Kesehatan untuk Usia 60an

Tes Kesehatan untuk Usia 60an

Berbicara tentang tes kesehatan, bukan berarti karena usia Anda sudah atau lebih dari 60 tahun, maka Anda tidak dapat menjadi individu yang mandiri dan sehat. Anda berhak memiliki kesehatan yang baik. Oleh karena itu, bagaimana cara menjadi tetap sehat? Apakah yang harus dilakukan agar tetap sehat? Ada beberapa tes medis atau tes kesehatan sederhana yang dapat dilakukan ketika Anda mengunjungi dokter. Berdasarkan hasil dari tes kesehatan pribadi Anda, dokter mungkin akan merekomendasikan tes tambahan. Di bawah ini adalah beberapa tes kesehatan yang dapat Anda lakukan:

– Tes tekanan darah.

Anda dapat menjadi satu dari banyak orang yang memiliki tekanan darah tinggi tetapi tidak menyadarinya. Oleh karena itu, periksakanlah tekanan darah Anda kepada penyedia layanan kesehatan setiap tahunnya, seperti fasilitas kesehatan pertama, medical center ataupun rumah sakit walaupun tekanan darah Anda dalam batas normal. Jika tekanan darah lebih tinggi adri biasanya atau memiliki faktor risiko lain, maka Anda perlu melakukan skrining lebih sering. Dengan begitu, secara tidak langsung Anda telah merawat hati, arteri, otak, mata hingga ginjal yang merupakan organ vital dalam tubuh manusia.

– Tes timbangan

Ketika usia seseorang bertambah tua, maka otot digantikan oleh lemak. Lemak tersebut akan semakin mengisi area pinggang. Metabolisme yang semakin melambat disertai dengan kurangnya olahraga yang berfungsi untuk membakar kalori akan semakin membuat timbangan Anda bertambah. Semakin tinggi masa lemak pada tubuh Anda akan semakin menurunkan kesehatan Anda.

– Skrining Kanker Kolorektal

Tes skrining ini direkomendasikan pada orang dewasa mulai dari usia 50 tahun dan berlanjut sampai usia 75 tahun. Anda mungkin perlu diskrining lebih awal dan lebih sering jika Anda memiliki faktor risiko. Berkonsultasikanlah dengan dokter Anda untuk menentukan apa yang terbaik untuk kesehatan Anda. Risiko dan manfaat dari metode skrining ini bervariasi:

– Tes darah okar tinja (setiap tahun)

– Sigmoidoskopi (setiap 5 tahun)

– Tes darah (setiap 3 tahun)

– Colonoscopy (setiap 10 tahun)

– Skrining kanker prostat untuk pria

Skrining kanker prostat bermanfaat untuk mengukur tingkat prostat spesifik antigen (PSA) pada pria. Tak hanya pada usia 60an, pria pada usia 70 tahun lebih juga dapat melakukanny. Konsultasikanlah dengan dokter kepercayaan Anda sebelum melakukan tes skrining kanker prostat ini.

– Pemeriksaan payudara dan mammogram untuk wanita

Sahabat healthcare, ketahuilah, risiko kanker payudara meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Oleh karena itu, sangat oenting bagi Anda untuk mendapatkan pemeriksaan mammogram. Mammogram dianjurkan untuk setiap satu hingga dua tahun dimulai pada usia 40 atau 50 tahun. Akan tetapi tidak semua ahli kanker setuju. Bicarakanlah dengan dokter tentang kapan Anda harus memulai tes mammogram teratur dan seberapa sering tes tersebut dilakukan.

– Pemeriksaan panggul dan PAP Smear untuk wanita

Banyak wanita dengan umur di atas 60 masih perlu mendapatkan pemeriksaan panggul secara reguler dan PAP Smear. Wanita yang lebih tua bisa terkena kanker serviks dan kanker vagina. Pemeriksaan panggul dapat mendeteksi sejumlah kondisi lain yang dapat memengaruhi kesehatan dan kualitas hidup Anda. PAP Smear direkomendasikan untuk wanita setiap tiga tahun hingga usia 65 tahun. Jika seorang wanita berusia lebih dari 65 tahun dan telah mengikuti tes pap smear negatif secara berturut – turut atau telah menjalani histerektomi total untuk kondisi non-kanker seperti fibroid, dokter mungkin akan memberitahu bahwa Anda tidak membutuhkan tes PAP Smear lagi. Kombinasi tes sitologi dan human papilmavirus (HPV) setiap 5 tahun dapat menjadi pilihan bagi Anda.

– Lindungi mata anda

Penyakit mata, seperti degenerasi makula, katarak dan glaukoma sering terjadi pada usia tua. Skrining dapat mempertahankan dan memaksimalkan penglihatan Anda. Tanyakan kepada dokter mata mengenai seberapa sering Anda perlu memeriksakan mata.

– Tes pendengaran

Setidaknya 25% orang yang berusia 65 hingga 74 tahun telah mengalami gangguan pendengaran, yang sebagian besar dapat diobati. Angka itu meningkat hingga 50% seiring dengan pertambahan usia. Segeralah tes pendengaran jika Anda mengalami kesulitan mendengar.

– Lindungi tulang Anda

Osteoporosis bukanlah sebuah mitos. Jika anda memilikinya dan Anda menderita patah tulang terutama pada bagian pinggul, secara signifikan, Anda telah meningkatkan risiko cacat permanen atau kematian. Segera datangi dokter kepercayaan Anda dan minta dokter merujuk Anda untuk tes kepadatan tulang. Wanita harus menjalani tes kepadatan tulang pada usia 65 tahun. Jika seorang wanita memiliki risiko yang lebih tinggi, tes skrining mungkin perlu dilakukan pada usia yang lebih dini.

– Skrining kolesterol

Kadar kolesterol tinggi adalah alasan utama mengapa seseorang dapat mengalami serangan jantung dan stroke. Merupakan kabar baik yang Anda baca saat ini, meskipun kadar kolesterol tinggi, masih tetap dapat diobati dengan diet dan obat – obatan. Inilah yang menjadi alasan utama mengapa mengapa mengukur kadar kolesterol secara total, baik itu HDL dan LDL penting dilakukan secara teratur. Pertimbangkan juga “tes lipid lanjutan” yang memberi lebih banyak informasi mengenai risiko kardiovaskular.

– Vaksinasi

Seorang yang lebih tua dari usai 65 tahun wajib untuk mendapatkan vaksinasi pneumokokus untuk melindungi diri dari pneumonia. Vaksin herpes juga direkomendasikan untuk mereka yang berusia di atas 60 tahun. Terlebih lagi, hampir semua orang dewasa harus mendapatkan suntikan vaksin tahunan

– Neurisme

Pada pria dengan usia 65 hingga 75 yang pernah merokok direkomendasikan satu kali skrining untuk aneurisma aorta perut (AAA) oleh USG

 

Jangan lupa juga untuk melakukan tes:

– Tes gula darah

Diabetes adalah kondisi yang berpotensi mengancam jiwa, tetapi jika dilakuakn skrining dari awal, hal tersebut tidak harus terjadi. Tes gula darah puasa direkomendasikan setidaknya sekali setiap 3 tahun sehingga Anda dapat menangkap diabetes lebih Awal dan mengelolanya. Anda mungkin perlu melakukan tes lebih sering jika Anda memiliki faktor risiko lain untuk diabetes.

– Tes hormon tiroid

Masalah tiroid mudah hilang. Direkomendasikan untuk melakukan pemeriksaan setidaknya sekali setiap 5 tahun, terutama untuk wanita. Tiroid menghasilkan hormon yang diperlukan untuk metabolisme. Masalah pada kelenjar tiroid dapat menyebabkan kerontokan rambut, penambahan atau penurunan berat badan, kelelahan dan depresi.

– Memeriksakan kulit

Sahabat healthcare, tahukah Anda bahwa kanker kulit dapat memakan waktu 20 tahun atau lebih untuk berkembang. Untungnya, sebagian besar kanker kulit dapat disembuhkan. Mintalah dokter untuk memerika kulit Anda jika Anda memiliki perubahan pada kulit atau pertumbuhan tahi lalat yang tidak biasa.

– Tes kesehatan gigi

Penyakit gusi dapat menjadi indikator penting kesehatan Anda secara keseluruhan. Gigi, gusi, mulut dan tenggorokan Anda perlu diperiksa secara rutin oleh dokter gigi. Menyikat gigi secara teratur dengan pasta gigi berfluoride adalah penting jika Anda ingin menjaga putih gigi. Pertimbangkan untuk menggunakan sikat gigi elektrik, hal ini membantu membersihkan dan mencegah penyakit gusi. Penyakit gusi sendiri meningkatkan risiko serangan jantung. Itulah alasan mengapa harus memneui dokter gigi secara teratur.

 

Selain itu, jangan lupa untuk menjaga kesehatan Anda dengan melakukan hal – hal seperti di bawah ini:

– berolahraga dengan teratur dan memperhatikan pola diet

– tidak merokok atau minum alkohol berlebihan

– menggunakan detektor asap

– berkendara dengan aman dengan tidak dibawah pengaruh alkohol

– belajar CPR

– menghindari jatuh dan cedera

– mendapatkan bantuan untuk depresi dan kecemasan

Tes skrining di atas adalah tes yang dapat dilakukan untuk menikmati kesehatan yang lebih baik dan usia yang lebih panjang. Kunjungan ini hanya membutuhkan satu atau dua jam dari waktu Anda serta hasil yang bisa tak ternilai harganya.

Reviewed by dr. Inggrid