Ciputra Medical Center

(021) 2988 8137 / +62 780 3321 2250
Operasional: Senin–Sabtu, 08:30–20:30 WIB | KLIK PETA

  • Home
  • About Us
  • Dokter
    • Poliklinik Jantung
    • Nice Dental Care Clinic
    • Mind and Behaviour Clinic
    • Poliklinik Okupasi
    • Gizi Klinik
    • Dokter Umum
    • THT
  • Services
    • Akupunktur Medik
    • Dokter Umum / Spesialis
    • Jantung
    • Klinik Kecantikan T Wave
    • Klinik Gizi
    • Medical Check Up (Health Screening))
    • Mind & Behaviour Clinic
      • Brain Mapping
      • Neurofeedback Therapy
    • NDC Aesthetic Dental Clinic
    • Occupational Health Clinic
    • Sport Injury Clinic
    • Terapi Wicara
  • Medical Support
    • Laboratory
    • Audiometri
    • USG
    • Treadmill
    • Spirometri
    • EKG
    • Radiology
  • Artikel
BUAT JANJI
  • Home
  • News
  • kesehatan
  • 17 Tes Kesehatan Pria dari yang Umum hingga Khusus
Kamis, 10 Desember 2020 / Published in kesehatan

17 Tes Kesehatan Pria dari yang Umum hingga Khusus

Jenis tes kesehatan pria umumnya meliputi pemeriksaan fisik, gula darah, urine, mata, dan pemeriksaan khusus seperti tes prostat, kolesterol, fungsi ginjal atau hati, EKG, hingga tes penyakit menular (HIV, Hepatitis, IMS). Waktu tepat melakukan pemeriksaan kesehatan ini adalah di rentang usia 20 tahun sampai 50 tahun lebih atau sesuai kebutuhan, seperti saat melakukan pemeriksaan kesehatan pranikah.

Tes Kesehatan Pria

Tes kesehatan penting karena membantu mendeteksi penyakit sejak dini sebelum muncul keluhan serius.

Banyak pria masih menunda pemeriksaan kesehatan karena merasa tubuhnya baik-baik saja, padahal masalah kesehatan sering datang tanpa gejala awal. Dengan rutin melakukan pemeriksaan, kondisi tubuh bisa dipantau sejak dini sebelum keluhan berkembang menjadi lebih serius.

Agar lebih tenang dan terkontrol, pemeriksaan kesehatan sebaiknya dilakukan secara berkala di fasilitas medis yang tepercaya. Ciputra Medical Center hadir sebagai pilihan medical check up yang praktis dan nyaman untuk membantu pria menjaga kesehatan dan tetap aktif menjalani aktivitas sehari-hari.

Daftar Isi

Toggle
  • Jenis Tes Kesehatan untuk Pria
    • 1. Tekanan Darah
    • 2. Kolesterol
    • 3. Kanker Kolorektal
    • 4. Imunisasi
    • 5. Kesehatan Prostat
    • 6. Diabetes
    • 7. Kanker Testis
    • 8. Penyakit Jantung dan Metabolik
    • 9. Testosteron dan Tiroid
    • 10. Kesehatan Seksual
    • 11. Kanker Usus
    • 12. Kepadatan Tulang
    • 13. Tes Fungsi Hati dan Ginjal
    • 14. Berat Badan, BMI, dan Risiko Gaya Hidup
    • 15. Pemeriksaan Fisik
    • 16. Skrining Penyakit Menular
    • 17. Pemeriksaan Mata
  • Waktu Tepat untuk Melakukan Tes Kesehatan
    • 1. Usia 18–39 Tahun
    • 2. Usia 40–49 Tahun
    • 3. Usia 50 Tahun ke Atas
  • Cara Menjaga Kesehatan Pria
    • 1. Hilangkan Stres
    • 2. Jangan Lewatkan Pemeriksaan ke Dokter
    • 3. Jaga Berat Badan Tetap Ideal
    • 4. Rutin Melakukan Skrining Kesehatan

Jenis Tes Kesehatan untuk Pria

Ada beberapa tes kesehatan  pria yang harus dilakukan secara rutin diantaranya sebagai berikut:

1. Tekanan Darah

Pemeriksaan tekanan darah penting dilakukan oleh pria secara rutin, minimal satu kali dalam setahun, untuk memantau kondisi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Tes ini bisa dilakukan dengan mudah di fasilitas kesehatan, apotek, atau melalui alat pengukur otomatis yang tersedia di beberapa tempat umum.

Frekuensi pemeriksaan sebaiknya lebih sering apabila memiliki faktor risiko tertentu, antara lain:

  • Memiliki diabetes, penyakit jantung, gangguan ginjal, atau berat badan berlebih
  • Mempunyai riwayat tekanan darah tinggi pada keluarga inti
  • Termasuk kelompok dengan risiko lebih tinggi terhadap hipertensi
  • Hasil pengukuran menunjukkan angka atas 120–129 mm Hg atau angka bawah 70–79 mm Hg

Tekanan darah dengan angka atas 130–139 mm Hg atau angka bawah 80–89 mm Hg menandakan hipertensi tahap 1, sedangkan angka yang lebih tinggi termasuk tahap 2. Dalam kondisi ini, segera berkonsultasi dengan tenaga medis, mencatat hasil pengukuran, dan membawa catatan tersebut saat pemeriksaan lanjutan untuk membantu pengendalian tekanan darah.

Baca Juga: Persiapan Penting Sebelum Melakukan MCU untuk Maksimalkan Hasil Pemeriksaan Kesehatan Anda!

2. Kolesterol

Pemeriksaan kolesterol sebaiknya mulai dilakukan oleh pria usia 20–35 tahun, terutama bagi yang memiliki faktor risiko penyakit jantung. Tes ini perlu Anda ulang secara berkala untuk memantau kadar kolesterol dan mencegah gangguan kesehatan sejak dini.

Pemeriksaan kolesterol dapat Andalakukan:

  • Sesuai anjuran dokter bila sedang mengonsumsi obat penurun kolesterol
  • Setiap 5 tahun sekali bila kadar kolesterol normal
  • Lebih sering jika terjadi perubahan gaya hidup, seperti kenaikan berat badan atau pola makan tidak sehat
  • Lebih rutin bila memiliki diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, atau gangguan aliran darah
  • Sesuai anjuran dokter bila sedang mengonsumsi obat penurun kolesterol

3. Kanker Kolorektal

Pria di bawah usia 45 tahun sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terkait skrining kanker kolorektal, terutama jika memiliki riwayat keluarga kanker usus besar atau polip. Pemeriksaan juga perlu Anda pertimbangkan bila terdapat faktor risiko seperti penyakit radang usus atau riwayat polip.

Pria usia 45–75 tahun sebaiknya menjalani skrining kanker kolorektal secara rutin dengan beberapa pilihan pemeriksaan, antara lain:

  • Tes tinja FOBT atau FIT setiap 1 tahun
  • Tes DNA tinja setiap 1–3 tahun
  • Sigmoidoskopi setiap 5 tahun atau setiap 10 tahun muncul tes tinja tahunan
  • CT colonography setiap 5 tahun
  • Kolonoskopi setiap 10 tahun

Frekuensi kolonoskopi bisa lebih sering jika memiliki faktor risiko tertentu, seperti:

  • Riwayat kolitis ulseratif
  • Riwayat pribadi atau keluarga dengan kanker kolorektal atau polip
  • Pernah memiliki polip adenomatosa
  • Riwayat keluarga dengan sindrom kanker kolorektal turunan seperti FAP atau HNPCC

4. Imunisasi

Imunisasi tetap penting bagi pria dewasa untuk menjaga daya tahan tubuh dan mencegah penyakit menular. Jenis dan jadwal vaksin dapat sesuai dengan usia, kondisi kesehatan, serta riwayat imunisasi sebelumnya.

Beberapa vaksin yang umumnya Anda butuhkan, antara lain:

  • Vaksin flu setiap tahun
  • Vaksin COVID-19 sesuai rekomendasi tenaga medis
  • Vaksin Tdap bila belum saat remaja
  • Vaksin tetanus dengan booster setiap 10 tahun
  • Vaksin cacar air bagi yang belum pernah terkena atau divaksin
  • Vaksin hepatitis B sesuai kebutuhan hingga usia tertentu
  • Vaksin herpes zoster dua dosis mulai usia 50 tahun

5. Kesehatan Prostat

Pria di bawah usia 45 tahun sebaiknya konsultasi dengan dokter terkait skrining kanker kolorektal, terutama jika memiliki riwayat keluarga kanker usus besar atau polip. Pemeriksaan juga perlu Anda pertimbangkan bila terdapat faktor risiko seperti penyakit radang usus atau riwayat polip.

Pria usia 45–75 tahun sebaiknya menjalani skrining kanker kolorektal secara rutin dengan beberapa pilihan pemeriksaan, antara lain:

  • Tes tinja FOBT atau FIT setiap 1 tahun
  • Tes DNA tinja setiap 1–3 tahun
  • Sigmoidoskopi setiap 5 tahun atau setiap 10 tahun muncul tes tinja tahunan
  • CT colonography setiap 5 tahun
  • Kolonoskopi setiap 10 tahun

Frekuensi kolonoskopi bisa lebih sering jika memiliki faktor risiko tertentu, seperti:

  • Riwayat keluarga dengan sindrom kanker kolorektal turunan seperti FAP atau HNPCC
  • Riwayat kolitis ulseratif
  • Riwayat pribadi atau keluarga dengan kanker kolorektal atau polip
  • Pernah memiliki polip adenomatosa

6. Diabetes

Risiko diabetes tipe 2 pada pria cenderung meningkat seiring bertambahnya usia, terutama jika memiliki riwayat keluarga dengan penyakit yang sama atau berasal dari kelompok tertentu yang berisiko lebih tinggi. Karena itu, pemeriksaan dini penting untuk mendeteksi kemungkinan gangguan gula darah sejak awal.

Pria dengan risiko lebih tinggi sebaiknya melakukan skrining diabetes setiap tiga tahun menggunakan alat penilaian risiko diabetes tipe 2. Kelompok ini termasuk pria usia di atas 40 tahun atau usia lebih muda dengan faktor risiko tertentu.

Jika hasil skrining menunjukkan risiko tinggi atau terdapat faktor risiko lain, pemeriksaan kadar gula darah perlu secara rutin sesuai anjuran dokter. Deteksi dini sangat penting karena diabetes tipe 2 dapat dicegah melalui pola makan sehat dan aktivitas fisik yang teratur.

7. Kanker Testis

Kanker testis lebih sering menyerang pria usia muda, terutama pada rentang usia 20–40 tahun. Meski tergolong jarang, jenis kanker ini memiliki tingkat kesembuhan yang tinggi jika terdeteksi sejak dini.

Beberapa tanda dan gejala yang perlu Anda waspadai, antara lain:

  • Benjolan atau pembengkakan pada salah satu testis tanpa rasa nyeri
  • Rasa berat atau tidak nyaman di area skrotum
  • Nyeri tumpul di perut bagian bawah atau selangkangan

Gejala tersebut tidak selalu menandakan kanker, namun perubahan yang muncul dan menetap sebaiknya segera periksa ke dokter.

Metode tes kesehatan kelamin pria ini yang dapat Anda lakukan meliputi:

  • USG testis untuk melihat adanya benjolan atau perubahan struktur
  • Tes darah beta-hCG dan AFP untuk mendeteksi penanda tumor
  • Pemeriksaan mandiri bulanan guna mengenali benjolan atau pembengkakan sejak awal

Baca Juga: Persiapan Medical Check Up

8. Penyakit Jantung dan Metabolik

Penyakit jantung serta gangguan metabolik seperti diabetes dan kolesterol tinggi cukup sering terjadi pada pria. Kondisi-kondisi ini saling berhubungan dan dapat meningkatkan risiko masalah serius seperti serangan jantung, stroke, hingga gangguan ginjal bila tidak Anda tangani sejak awal.

Beberapa gejala yang perlu Anda perhatikan, antara lain:

  • Tubuh mudah lelah atau sering merasa sesak napas
  • Rasa nyeri, tidak nyaman, atau tertekan di area dada
  • Kaki mengalami pembengkakan
  • Perubahan berat badan tanpa penyebab yang jelas

Untuk mengetahui risiko lebih dini, beberapa pemeriksaan yang dapat Anda lakukan meliputi:

  • Pengukuran tekanan darah
  • Tes darah seperti gula darah puasa atau HbA1c serta pemeriksaan kolesterol
  • Penghitungan indeks massa tubuh dan lingkar pinggang
  • Pemeriksaan jantung seperti EKG atau tes treadmill sesuai kebutuhan

9. Testosteron dan Tiroid

Memasuki usia 30-an, kadar hormon testosteron pada pria akan menurun secara perlahan sebagai bagian dari proses penuaan. Namun, jika kadarnya terlalu rendah, kondisi ini dapat memicu kelelahan, perubahan suasana hati, peningkatan berat badan, serta penurunan fokus dan gairah seksual.

Beberapa tanda yang perlu Anda perhatikan meliputi:

  • Mudah lelah meski sudah cukup istirahat
  • Perubahan emosi atau mudah marah
  • Penurunan massa dan kekuatan otot
  • Menurunnya dorongan atau performa seksual

Untuk memastikan penyebabnya, pemeriksaan kesehatan pria ini antara lain:

  • Tes testosteron total untuk menilai kadar hormon pria
  • Tes FT4 dan TSH untuk mengevaluasi fungsi tiroid yang berpengaruh pada metabolisme dan energi tubuh

10. Kesehatan Seksual

Bagi pria yang aktif secara seksual, pemeriksaan kesehatan seksual sebaiknya secara rutin, apalagi jika sering berganti pasangan atau pernah melakukan hubungan tanpa pengaman. Pemeriksaan ini penting karena tidak semua infeksi menular seksual (IMS) menunjukkan gejala sejak awal.

Jika IMS tidak segera terobati, dampaknya bisa serius bagi kesehatan jangka panjang. Tes biasanya dengan dokter atau klinik kesehatan seksual dengan prosedur yang aman, tertutup, dan senyaman mungkin.

Pemeriksaan sebaiknya jika:

  • Berganti pasangan seksual
  • Pernah berhubungan tanpa pengaman
  • Pasangan terdiagnosis IMS
  • Muncul kecurigaan adanya IMS

11. Kanker Usus

Kanker usus termasuk salah satu jenis kanker yang cukup sering terjadi, namun peluang sembuhnya sangat tinggi jika ditemukan sejak dini. Risiko kanker usus meningkat seiring bertambahnya usia sehingga pemeriksaan rutin sangat dianjurkan meski belum ada keluhan.

Mulai usia 45 tahun, pria sebaiknya melakukan skrining kanker usus, terlebih jika memiliki riwayat keluarga dengan penyakit serupa. Jika hasil pemeriksaan awal menunjukkan kelainan, dokter biasanya akan menyarankan pemeriksaan lanjutan seperti kolonoskopi.

12. Kepadatan Tulang

Banyak orang baru menyadari tulangnya rapuh setelah mengalami patah tulang akibat benturan ringan. Seiring bertambahnya usia, kepadatan tulang bisa menurun, terutama jika muncul kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, dan jarang beraktivitas fisik.

Pria usia 50 tahun ke atas sebaiknya mulai berkonsultasi rutin untuk menilai risiko pengeroposan tulang. Jika dokter temukan lebih awal, penurunan kepadatan tulang bisa diperlambat dengan penanganan yang tepat.

13. Tes Fungsi Hati dan Ginjal

Hati dan ginjal berperan penting dalam menyaring racun, mengatur hormon, dan menjaga keseimbangan tubuh. Melalui tes darah rutin, dokter dapat menilai apakah kedua organ ini bekerja dengan baik atau mulai mengalami gangguan.

Pemeriksaan fungsi hati biasanya meliputi tes ALT, AST, ALP, dan bilirubin. Jika hasilnya tidak normal, kondisi seperti perlemakan hati, hepatitis, atau dampak konsumsi alkohol bisa terdeteksi lebih awal.

Fungsi ginjal akan ternilai dari kadar kreatinin dan nilai eGFR dalam darah. Pemeriksaan ini membantu menemukan masalah ginjal sejak dini, bahkan sebelum muncul keluhan apa pun.

14. Berat Badan, BMI, dan Risiko Gaya Hidup

Berat badan dan indeks massa tubuh (BMI) sering untuk melihat risiko kesehatan secara umum. Nilai BMI yang terlalu tinggi dapat meningkatkan kemungkinan terkena diabetes, penyakit jantung, dan masalah sendi.

Selain BMI, dokter juga dapat mengukur lingkar perut karena penumpukan lemak di area ini berkaitan dengan risiko penyakit jantung. Pemeriksaan ini membantu menilai kondisi tubuh secara lebih menyeluruh.

Faktor gaya hidup seperti kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, pola makan, dan aktivitas fisik juga ikut dokter evaluasi. Dengan pemantauan rutin, pria dapat memperbaiki kebiasaan sejak awal sebelum berkembang menjadi masalah kesehatan jangka panjang.

15. Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan fisik rutin tetap penting meskipun pria merasa sehat. Tujuannya untuk mendeteksi penyakit sejak awal, menilai risiko kesehatan ke depan, dan menjaga tubuh tetap dalam kondisi baik.

Saat pemeriksaan, dokter akan mengecek tekanan darah, tinggi dan berat badan, serta menghitung indeks massa tubuh (BMI). Pemeriksaan ini membantu memantau perubahan kondisi tubuh dari waktu ke waktu.

Dokter juga biasanya akan menanyakan beberapa hal terkait gaya hidup, seperti:

  • Pola makan dan aktivitas fisik
  • Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol
  • Kesehatan mental, termasuk stres atau gangguan suasana hati
  • Penggunaan obat serta faktor keselamatan sehari-hari

16. Skrining Penyakit Menular

Skrining penyakit menular untuk menemukan infeksi sejak dini, meskipun belum muncul gejala. Pemeriksaan ini penting agar penanganan bisa lebih cepat dan tepat.

Beberapa skrining yang umumnya dokter anjurkan antara lain:

  • Tes hepatitis C satu kali untuk usia dewasa
  • Tes HIV satu kali pada rentang usia tertentu

Jika memiliki riwayat kesehatan atau gaya hidup berisiko, dokter dapat menyarankan pemeriksaan tambahan seperti sifilis, klamidia, atau infeksi menular lainnya.

17. Pemeriksaan Mata

Pemeriksaan mata secara berkala membantu menjaga kesehatan penglihatan dan mendeteksi gangguan sejak awal. Pada usia tertentu, pemeriksaan mata dokter anjurkan secara rutin meski belum ada keluhan.

Dokter mata akan memeriksa kondisi penglihatan serta bagian belakang mata. Bagi pria dengan diabetes atau risiko gangguan mata, pemeriksaan biasanya perlu dilakukan lebih sering sesuai anjuran dokter.

Waktu Tepat untuk Melakukan Tes Kesehatan

Tes kesehatan perlu secara berkala sesuai dengan rentang usia agar masalah kesehatan bisa terdeteksi lebih awal. Setiap usia memiliki risiko dan kebutuhan pemeriksaan yang berbeda.

Dengan pemeriksaan rutin, pria dapat menjaga kesehatan dan mencegah penyakit serius di kemudian hari.

1. Usia 18–39 Tahun

  • Pemeriksaan BMI dan lingkar pinggang satu kali setiap tahun
  • Pemeriksaan tekanan darah setiap dua tahun
  • Tes gula darah puasa atau HbA1c setiap tiga tahun bagi yang memiliki risiko diabetes
  • Tes profil lipid atau kolesterol setiap tiga tahun bagi yang berisiko
  • Pemeriksaan kesehatan testis untuk mendeteksi kelainan sejak dini

Khusus tes diabetes dan kolesterol dilakukan pada pria dengan risiko tinggi berdasarkan Diabetes Risk Assessment (DRA).

2. Usia 40–49 Tahun

  • Pemeriksaan BMI dan lingkar pinggang tetap satu kali setahun
  • Tekanan darah setiap dua tahun atau lebih sering bila hasilnya tinggi
  • Tes gula darah puasa atau HbA1c setiap tiga tahun
  • Tes kolesterol setiap tiga tahun
  • Skrining kanker prostat melalui tes PSA perlu Anda bicarakan dengan dokter sesuai faktor risiko

3. Usia 50 Tahun ke Atas

  • Pemeriksaan BMI dan lingkar pinggang satu kali setiap tahun
  • Tekanan darah setiap dua tahun
  • Tes gula darah puasa atau HbA1c setiap tiga tahun
  • Tes kolesterol setiap tiga tahun
  • Skrining kanker kolorektal dengan tes FIT satu kali setahun
  • Kolonoskopi setiap sepuluh tahun atau sebagai tindak lanjut hasil FIT yang tidak normal
  • Pemeriksaan kanker prostat melalui tes PSA sesuai anjuran dan diskusi dengan dokter

Cara Menjaga Kesehatan Pria

Menjaga kesehatan tidak hanya penting saat tubuh terasa sakit, tetapi juga untuk mencegah penyakit sejak dini. Dengan kebiasaan yang tepat, pria bisa tetap sehat dan aktif di setiap tahap usia.

1. Hilangkan Stres

Tekanan pekerjaan, keuangan, dan keluarga sering kali menumpuk tanpa Anda sadari dan berdampak pada kesehatan. Stres yang tidak terkelola dengan baik dapat meningkatkan risiko penyakit jantung yang banyak menyerang pria di usia produktif.

Mulailah mengurangi stres dengan cara sederhana seperti rutin berolahraga, melakukan meditasi, atau mencoba yoga. Aktivitas ini membantu tubuh lebih rileks dan menjaga kesehatan jantung.

2. Jangan Lewatkan Pemeriksaan ke Dokter

Banyak pria menunda ke dokter karena merasa tubuhnya baik-baik saja. Padahal, pemeriksaan rutin sangat penting terutama saat memasuki usia paruh baya.

Dengan rutin memeriksakan diri, masalah kesehatan bisa Anda ketahui lebih awal sebelum menjadi serius. Kebiasaan ini membantu pria menjaga kualitas hidup dalam jangka panjang.

3. Jaga Berat Badan Tetap Ideal

Seiring bertambahnya usia, berat badan pria cenderung mudah naik. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes bila tidak dikontrol.

Menjaga berat badan ideal bisa Anda mulai dengan pola makan sehat dan seimbang. Selain itu, aktivitas fisik rutin juga membantu menjaga kebugaran tubuh.

Baca Juga: Apa Itu Premarital Check Up?

4. Rutin Melakukan Skrining Kesehatan

Pemeriksaan kesehatan berkala sangat penting untuk mendeteksi risiko penyakit sejak dini. Skrining kesehatan juga menjadi bagian penting dalam perawatan kesehatan pria.

Pria usia 20 tahun ke atas sebaiknya memeriksa kolesterol setiap lima tahun dan mulai skrining diabetes sejak usia 40 tahun atau lebih awal jika berisiko. Pemeriksaan lain seperti kolonoskopi umumnya mulai usia 50 tahun atau lebih cepat sesuai anjuran dokter.

Jika Anda berencana melakukan tes kesehatan, Ciputra Medical Center dapat menjadi pilihan yang tepat. Berbagai layanan pemeriksaan tersedia untuk membantu memantau kondisi tubuh secara menyeluruh dan akurat.

Ciputra Medical Center menyediakan layanan medical check up, pemeriksaan laboratorium, tes jantung, skrining diabetes, kolesterol, hingga pemeriksaan radiologi. Seluruh pemeriksaan terdukung oleh tenaga medis profesional dan fasilitas yang nyaman.

Telah direview oleh dr. Edwin Halim

Source

  • Medline Plus. Health Screenings for Men Ages 40 to 64. Januari 2026.
  • Better Health. Health Checks for Men. Januari 2026.
  • Healthway Screening. Essential Health Screening for Men. Januari 2026.

Tim Konten Medis
Diperbarui pada 8 Januari 2026

Artikel Terkait

  • 12 Tes Kesehatan untuk Wanita yang Penting dan Dibutuhkan
    12 Tes Kesehatan untuk Wanita yang Penting dan Dibutuhkan
  • tes Kesehatan untuk lansia
    11 Tes Kesehatan untuk Lansia Usiaa 60 Tahun Lebih
  • cek kesehatan setelah natal dan tahun baru
    6 Cek Kesehatan Setelah Natal dan Tahun Baru yang Penting
  • tes urine
    Serba-Serbi Tes Urine yang Wajib Diketahui!
  • pemeriksaan ibu hamil
    Pemeriksaan (MCU) Ibu Hamil yang Tidak Boleh Dilewatkan
Tagged under: Medical Check Up

Artikel Terkait

  • 12 Tes Kesehatan untuk Wanita yang Penting dan Dibutuhkan
    12 Tes Kesehatan untuk Wanita yang Penting dan Dibutuhkan
  • tes Kesehatan untuk lansia
    11 Tes Kesehatan untuk Lansia Usiaa 60 Tahun Lebih
  • cek kesehatan setelah natal dan tahun baru
    6 Cek Kesehatan Setelah Natal dan Tahun Baru yang Penting
  • tes urine
    Serba-Serbi Tes Urine yang Wajib Diketahui!
  • pemeriksaan ibu hamil
    Pemeriksaan (MCU) Ibu Hamil yang Tidak Boleh Dilewatkan

LOKASI PETA

ALAMAT

Lotte Shopping Avenue Lt. 5 Ciputra World 1 Jakarta.

Karir

Hasil MCU Online

AKSES

Lift lobby Mega Kuningan langsung ke lt 5. Di atas Food Avenue, dan eskalator dekat XL Center.

CONTACT US

* (021) 2988 8137

* +62 780 3321 2250 (Whatsapp Only)

Reservasi Pasien

FOLLOW US

  • Instagram
  • Facebook
© 2024 Ciputra Medical Center | All rights reserved.
TOP