Akupunktur untuk Insomnia

Tidur menjadi kebutuhan seseorang yang perlu dicukupi. Jika kebutuhan ini tidak terpenuhi dengan baik, maka akan membawa dampak buruk bagi kesehatan. Bagaimana bila sulit memulai tidur dan tidak bisa tidur? Kondisi ini biasa disebut dengan insomnia. Kabar baiknya, gangguan tidur ini dapat diatasi dengan terapi akupunktur, lho! Mari simak ulasan akupunktur untuk insomnia berikut!

Akupunktur untuk Insomnia
Akupunktur di Indonesia diterima dan diakui sebagai salah satu cabang pendidikan dokter spesialis di Fakultas Kedokteran.

Baca Juga: Akupunktur Pasca Stroke Pentingkah?

Apa itu insomnia?

Berdasarkan definisi dari DSM V, Insomnia adalah terganggunya siklus tidur normal yang menyebabkan gangguan beraktivitas sehari-hari.  Seseorang dikatakan mengalami insomnia apabila kesulitan memulai tidur (membutuhkan waktu lebih dari ½ jam untuk tertidur), kesulitan untuk mempertahankan tidur (sering terbangun malam hari), tidur yang tidak bersifat menyegarkan, kelelahan di siang hari menyebabkan penderitaan secara klinis bermakna (rendahnya fungsi sosial dan pekerjaan) dan terjadi setidaknya 1 bulan.

Ditinjau dari penyebabnya, insomnia dapat dibedakan menjadi insomnia primer dan sekunder. Insomnia primer tidak disebabkan oleh kondisi medis lainnya sedangkan insomnia sekunder timbul akibat gangguan kesehatan lain seperti misalnya GERD, asma, kanker, gangguan psikiatrik dan penggunaan obat-obatan tertentu.

Dilansir dari National Centre for Biotechnology Information, secara umum 10% –15% dari populasi orang dewasa menderita insomnia kronis, dan 25% –35% lainnya mengalami insomnia sementara atau sesekali. Insomnia dapat disebabkan karena berbagai faktor risiko.

  • Kondisi psikiatrik (contoh : depresi, gangguan cemas, PTSD)
  • Pengunaan obat (contoh : obat golongan beta blokers, Calcium Chanel Blocker, antidepresan)
  • Kondisi medis tertentu (contoh penyakit jantung, hipertiroid dan masalah hormonal lainnya)
  • Stres
  • Alkohol
  • Nikotin
  • Kafein

Baca Juga: Serba-Serbi Akupunktur: Akupunktur Mengatasi 12 Penyakit Ini

Jenis pengobatan insomnia

Tidur yang cukup ternyata sangat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan kita. Jika seseorang kekurangan tidur akan menyebabkan rasa lelah, kantuk di siang hari, kurang fokus saat bekerja, rentan mengalami cedera, gangguan memori, sakit kepala tipe tegang, sistem kekebalan tubuh yang menurun bahkan meningkatkan risiko penyakit jantung. Melihat dampak negatifnya, upaya untuk mengatasi insomnia menjadi sangat penting.

Pengobatan insomnia dapat dilakukan dengan non medikamentosa (obat) dan jalur medikamentosa. Biasanya obat yang umum digunakan biasanya termasuk obat penenang hipnotik seperti golongan benzodiazepin dan nonbenzodiazepin. Sayangnya penggunaan obat-obatan tersebut terutama apabila dipakai jangka panjang, dilaporkan beberapa efek samping yang merugikan kesehatan seperti kerusakan memori, resistensi obat, hipotensi, distress napas dan ketergantungan.

Selain obat-obatan, ada terapi alternatif untuk mengobati masalah insomnia termasuk akupunktur, yoga, hipnosis, biofeedback, aromaterapi, relaksasi, pengobatan herbal, pijat dan lainnya. Berikut beberapa alternatif yang sering orang gunakan dalam menghadapi insomnia:

  1. Akar valerian dapat membantu pemeliharaan tidur, tapi penelitian lebih lanjut masih diperlukan. Ada kemungkinan hal itu dapat mengganggu beberapa obat dan memiliki efek samping untuk anak kecil dan kehamilan.
  2. Chamomile biasa digunakan untuk pengobatan insomnia. FDA menganggap chamomile aman untuk dikonsumsi dan ramuan tersebut tidak memiliki efek samping. Namun, Anda perlu menghidarinya bila memiliki alergi dengan keluarga bunga aster lainnya.
  3. Herbal lain, seperti lemon, passionflower diduga bisa mengobati insomnia, tetapi masih diperlukan penelitian untuk menentukan keamanan dan efektivitasnya.
  4. Suplemen melatonin, hormon melantonin memainkan peran penting dalam pengaturan siklus tidur dan dapat membantu mengurangi gangguan tidur.
  5. Relaksasi dan meditasi, terbukti menjadi pengobatan yang efektif untuk insomnia. Latihan meditasi secara teratur menghasilkan tingkat melantonin yang lebih tinggi dalam darah sebagai pengatur tidur yang penting.
  6. Olahraga teratur, olahraga dapat meningkatkan kualitas tidur. Sebagian besar peneliti menyarankan untuk berolahraga setidaknya 3-4 jam sebelum tidur untuk menghindari gangguan tidur.
  7. Akupresur dan Akupunktur untuk Insomnia.

Baca Juga: Akupunktur Jakarta di Mana? Cari Tahu di Sini!

Akupunktur untuk Insomnia
Insomnia adalah terganggunya siklus tidur normal yang menyebabkan gangguan beraktivitas sehari-hari.

Baca Juga: Akupunktur Mengobati Radang Sendi

Akupunktur medik untuk insomnia

Salah satu cara mengobati insomnia adalah dengan melakukan akupunktur medik. Akupunktur awalnya berasal dari Tiongkok dan dikenal sejak ribuan tahun yang lalu. Seiring dengan perkembangan ilmu biomedik dan berbagai penelitian ilmiah yang telah dilakukan dalam bidang akupunktur, kini akupunktur telah diterima secara luas dalam dunia internasional.

Akupunktur di Indonesia bahkan telah diterima dan diakui sebagai salah satu cabang pendidikan dokter spesialis di fakultas kedokteran. Akupunktur Medik adalah cabang ilmu kedokteran fisik yang mempergunakan pengetahuan mengenai teknik rangsang akupunktur berdasarkan atas kaidah-kaidah ilmiah / evidence based medicine dan ditujukan untuk pencegahan (preventif/wellness, pengobatan (kuratif), rehabilitatif, dan paliatif).

Bagaimana akupunktur dapat bekerja mengatasi masalah gangguan tidur?

Peranan akupunktur medik dalam penanganan insomnia telah banyak diteliti secara ilmiah. Penusukan jarum akupunktur yang sangat tipis pada titik titik akupunktur tertentu berperan dalam menjaga homeostasis tubuh yang mencakup keseimbangan hormon, sistem imun, saraf dan aliran darah.

Akupunktur terbukti berperan dalam mengoptimalkan sekresi nokturnal melatonin secara alami, menstimulasi produksi opioid endogen terutama beta endorfin yang memiliki berbagai peranan positif bagi kesehatan fisik maupun modulasi mood, meningkatkan nitric oxide synthase (NOS) yang berperan dalam optimalisasi aliran darah ke otak (cerebral blood flow / CBF), mengurangi ketegangan saraf simpatis sehingga meningkatkan respon relaksasi tubuh, dan lain sebagianya.

Untuk kasus insomnia, jumlah sesi terapi yang dibutuhkan sangatlah tergantung dari derajat keparahan penyakitnya dan ada tidaknya faktor penyakit penyerta. Sesi akupunktur untuk insomnia dapat dilakukan bersamaan dengan pengobatan lain dan bersifat saling menguatkan.

Telah direview oleh dr. Surya Witantra Giri, Sp.Ak, CHt

Source: