Akupunktur Pasca Stroke Pentingkah?

Tahukah Anda? Stroke menjadi penyebab kematian utama kedua setelah jantung. Bahkan angka kejadian stroke di Indonesia meningkat tajam. Pada penanganan stroke membutuhkan beberapa tahapan mulai dari tatalaksana fase akut hingga rehabilitasi. Akupunktur menjadi salah satu pilihan pengobatan tambahan untuk rehabilitasi. Lalu, perlukah akupunktur pasca stroke? Lebih jelas simak ulasan berikut!

Akupunktur Pasca Stroke

Akupunktur merupakan metode penyembuhan dari Tiongkok yang sudah ada selama berabad-abad.

Penyakit Stroke

Stroke bisa terjadi pada siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan. Stroke merupakan penyakit yang terjadi karena gangguan pada sistem saraf menyebabkan terhentinya aliran darah melalui sistem suplai arteri otak. Stroke dapat dibagi menjadi dua, yakni stroke iskemik (penyumbatan) dan hemoragik (perdarahan). Penyebab utama stroke karena adanya timbunan lemak pada dinding pembuluh darah.

Selain itu, penyebab stroke juga terjadi akibat pecahnya pembuluh darah yang mengakibatkan darah keluar ke ke jaringan parenkim otak, ruang cairan serebrospinal, maupun keduanya. Biasanya itu terjadi pada stroke hemoragik. Kedua jenis stroke ini bersifat serius, bahkan bisa menyebabkan kerusakan permanen. Gejala umum yang terjadi pada penderita stroke adalah rasa baal atau lemas di wajah, salah satu sisi tubuh yang terjadi secara mendadak, mual dan muntah, penglihatan terganggu, nyeri kepala mendadak tanpa sebab, serta hilangnya keseimbangan.

Faktor Risiko Stroke

Lalu, faktor apa sajakah yang memengaruhi seseorang terkena stroke? Terdapat beberapa faktor risiko yang mempengaruhi stroke. Faktor risiko stoke terbagi menjadi dua, menurut tingkat pengendaliannya.
Faktor yang tidak bisa dihindari atau dikendalikan antara lain:

  • Usia lanjut memiliki risiko terkena stroke
  • Jenis kelamin, pria lebih rentan dibanding perempuan (karena faktor pemicunya lebih banyak dilakukan pria, seperti merokok, minum alkohol)
  • Keturunan
  • Ras dan etinis (orang Amerika keturunan Afrika memiliki risiko lebih tinggi dibanding ras Kaukasia.

Sedangkan berdasarkan faktor yang bisa dikendalikan atau dihindari meliputi:


Akupunktur Pasca Stroke

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan akupunktur sebagai alternatif atau pelengkap untuk pengobatan stroke. Prinsip terapi akupunktur, yakni self-healing power di mana terjadi stimulasi sehingga tubuh pasien sendiri yang berperan dalam mengatasi gangguan penyakit. Dengan demikian, perlu peran aktif pasien untuk melakukan latihan fisik di rumah. Metode akupunktur dipilih untuk meningkatkan perawatan stroke. Kemanjuran akupunktur dalam meningkatkan fungsi keseimbangan, meningkatkan kekuatan otot dan kesehatan umum pasca stroke ada pada uji klinis dan temuan meta-analisis.

Akupunktur merupakan metode penyembuhan dari Tiongkok yang telah ada selama berabad-abad. Bahkan lebih dari 3000 tahun sebagai pencegahan dan pengobatan berbagai penyakit. Dalam beberapa tahun terakhir, akupunktur diterima secara luas di negara-negara barat. Bahkan semakin banyak uji klinis yang mengungkapkan akupunktur menunjukkan dampak positif pada pasien dengan riwayat stroke. Tak hanya sebagai pengobatan pelengkap atau alternatif untuk rehabilitasi, namun juga sebagai strategi pencegahan yang dapat menyebabkan toleransi iskemik otak terutama bila dikombinasikan dengan elektroterapi modern.

Perawatan ini menggunakan jarum tipis yang sudah steril dan dimasukkan ke dalam kulit oleh ahli akupunktur bersertifikat. Meskipun akupunktur dikenal sebagai pengobatan alami untuk nyeri kronis, tapi ternyata ada potensi lain di baliknya. Bahkan bisa membantu memperbaiki pola tidur dan pencernaan. Akupunktur juga dikatakan dapat menenangkan pikiran dan menghilangkan stres. Tujuan terapi akupunktur adalah membantu menghilangkan rasa sakit dan ketidaknyamanan akibat stroke. Berbagai titik di permukaan tubuh akan dirangsang akupunktur untuk menyeimbangkan berbagai fungsi organ. Tahukah Anda? Akupunktur yang dikombinasikan dengan olahraga dapat efektif melawan nyeri bahu akibat stroke. Namun, uji klinis tetap diperlukan untuk memberikan bukti yang lebih konfirmatif.

Akupunktur Pasca Stroke

WHO merekomendasikan akupunktur sebagai alternatif atau pelengkap untuk pengobatan stroke.

Bagaimana Akupunktur Bekerja?

Saat terapi akupunktur biasanya membutuhkan satu dokter penanggung jawab yang kompeten dalam akupunktur medik dan petugas akupuntur atau terapis akupuntur. Ahli akupunktur akan meninjau kondisi kesehatan dan mendiskusikan perawatan yang dapat membantu Anda. Jika sudah waktunya perawatan, ahli akupunktur akan meminta Anda berbaring.

Anda mungkin akan tengkurap atau mring, semua tergantung pada area yang dirawat. Ahli akupunktur akan memasukan jarum yang sudah steril ke bagian tubuh pasien. Tentunya pada area yang mereka yakini bermanfaat bagi pasien. Lalu bagaimana rasanya, apakah sakit? Kemungkinan Anda akan merasakan saat memasukkan jarum, tetapi Anda tidak akan merasakan sakit apa pun. Ahli akupunktur juga akan menambahkan panas atau pijatan selama proses terapi. Satu sesi biasanya berlangsung selama 30 menit.

Bagaimana Risikonya?

Jika Anda ingin melakukan terapi akupunktur. Sebaiknya konsultasikan dan diskusikan keinginan Anda dengan dokter yang menangani untuk menambahkan akupunktur ke dalam rencana pemulihan. Dokter dapat membantu menilai apakah ini pilihan terbaik atau mungkin bukan? Sebagai contoh, akupunktur bukan pilihan tepat untuk Anda yang memiliki kelainan perdarahan atau bila Anda mengonsumsi pengencer darah.

Setelah berkonsultasi dengan dokter temui ahli akupunktur di daerah Anda. Pastikan ahli akupuntur memiliki lisensi dan mengikuti semua kode kesehatan secara resmi. Lalu, apakah ada risiko setelah akupunktur? Anda mungkin akan mengalami memar atau sedikit nyeri di tempat bekas akupunktur. Namun, ini merupakan respon normal terhadap proses tersebut. Jika Anda mengalami gejala yang tidak biasa, konsultasikan segera dengan dokter.

Setelah menyimak ulasan di atas. Ternyata rehabilitasi adalah bagian penting dari pemulihan stroke. Tak terbatas satu, rehabilitasi mencakup segala hal mulai dari aktivitas fisik, aktivitas kongnitif, dan emosional. Sebenarnya semua tergantung kebutuhan Anda. Anda bisa memilih rehabilitasi rawat inap atau rawat jalan. Tertarik mencoba terapi akupunktur pasca stroke? Yuk, cari tahu layanan akupunktur medik di Ciputra Medical Center!

Telah direview oleh dr. Valda Garcia

Source: