Ada berbagai penyebab ngantuk terus, mulai dari kurang tidur, faktor penuaan, efek samping obat-obatan, sindrom kaki gelisah, sleep apnea, insomnia, hingga depresi. Cara mengatasinya dapat Anda lakukan melalui perawatan mandiri di rumah, mengonsumsi obat-obatan, dan melakukan terapi kesehatan mental.

Sering mengantuk merupakan masalah yang sering dialami oleh banyak orang. Meski tidur cukup, beberapa orang masih merasa mengantuk yang tidak kunjung hilang.
Kondisi ini tidak boleh diabaikan begitu saja karena bisa menjadi tanda dari masalah kesehatan serius. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui penyebab ngantuk terus-menerus serta cara mengatasinya melalui pembahasan di bawah ini.
Penyebab Ngantuk Terus Menerus
Ada beberapa kondisi yang menjadi penyebab ngantuk terus padahal sudah mendapatkan cukup tidur, di antaranya:
1. Kurang Tidur
Ini merupakan penyebab mudah mengantuk yang umum terjadi. Kurang tidur biasanya terjadi ketika Anda sering beraktivitas di malam hari dan tidur di siang hari.
Dalam jangka panjang, kurang tidur bisa memperburuk kondisi kesehatan. Bahkan, kondisi ini bisa mengakibatkan sakit kepala, sulit berpikir, dan kelelahan.
Baca Juga: Akupuntur untuk Insomnia
2. Faktor Penuaan
Lansia lebih sering menghabiskan banyak waktu di tempat tidur. Faktor penuaan melibatkan perubahan siklus biologis sehingga waktu tertidur berkurang.
Hal ini membuat lansia sering terbangun di tengah malam dan sulit tidur nyenyak. Bahkan, kondisi mental dan fisik yang kronis juga menyebabkan rasa kantuk berlebihan di siang hari.
3. Efek Samping Obat-Obatan
Beberapa jenis obat dapat menyebabkan efek samping rasa kantuk. Obat ini biasanya untuk mengatasi masalah kesehatan tertentu, seperti tekanan darah tinggi, depresi, hidung tersumbat, mual, dan muntah.
Bila obat resep membuat Anda mengantuk, sebaiknya konsultasika hal ini ke dokter. Hindari menghentikan atau mengurangi dosis obat tanpa pengawasan dokter karena bisa memicu kondisi medis lainnya.
4. Sindrom Kaki Gelisah
Sindrom kaki gelisah adalah gangguan saraf yang memicu dorongan yang tidak tertahankan untuk terus menggerakkan kaki. Kondisi ini menimbulkan sensasi tidak nyaman pada kaki dan keinginan kuat untuk menggerakkannya. Sindrom kaki gelisah juga menyebabkan kaki tersentak-sentak setiap 20-30 detik dan memburuk saat malam hari.
Hal inilah yang membuat seseorang sulit tidur sehingga mengakibatkan rasa kantuk berlebihan di pagi hari. Gejala sindrom kaki gelisah bisa bertambah parah dan sering disalahartikan sebaggai insomnia.
5. Sleep Apnea
Penyebab ngantuk di pagi hari bisa terjadi karena mengalami sleep apnea. Kondisi ini merupakan gangguan tidur ketika pernapasan seseorang berhenti sementara atau sejenak saat tidur.
Gejala lain sleep apnea meliputi mendengkur keras dan terengah-engah saat tidur, sakit tenggorokan saat bangun tidur, serta sulit berkonsentrasi. Kondisi ini mengakibatkan rasa kantuk berlebihan karena Anda tidak mendapatkan cukup dan kualitas tidur yang baik.
6. Insomnia
Mengutip dari WebMD, 35 persen orang dewasa mengalami insomnia. Kondisi ini ditandai dengan kesulitan untuk tidur atau tetap tertidur di malam hari.
Insomnia dapat bersifat sementara atau jangka panjang. Jadwal tidur tidak teratur, minum kafein, dan penyakit fisik atau mental dapat menyebabkan dan bahkan memperburuk gejala insomnia.
7. Gejala Diabetes
Sering mengantuk atau kelelahan merupakan gejala umum diabetes. Hal ini disebabkan oleh kadar glukosa darah yang tinggi dan komplikasi lain dari penyakit ini atau akibat efek samping obat-obatan.
Kelelahan biasanya menyerang penderita diabetes tipe 1 dan 2 yang dapat memengaruhi kualitas hidup mereka. Penyakit ini juga disertai gejala lainnya berupa sering buang air kecil, haus berlebihan, dan rasa lapar secara terus-menerus.
8. Narkolepsi
Narkolepsi merupakan gangguan tidur yang menyebabkan ngantuk yang berlebih saat siang hari dan tidur secara tiba-tiba. Jenis penyakit ini berkaitan dengan periode mimpi saat tidur yang memiliki sebutan rapid eye movement (REM).
Orang dengan narkolepsi memiliki periode REM sepanjang hari sehingga mudah mengantuk secara terus-menerus. Hal ini juga membuat Anda tidur dalam waktu singkat atau tidur secara tiba-tiba.
9. Depresi
Depresi menjadi salah satu penyebab mudah mengantuk. Kondisi ini juga menimbulkan gejala lainnya berupa perasaan sedih, cemas, dan putus asa secara terus-menerus.
Bahkan, depresi dapat membuat seseorang tidak semangat lagi dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Kondisi ini berkaitan dengan beberapa jenis gangguan tidur, termasuk insomnia, sindrom kaki gelisah, dan sleep apnea obstruktif.
10. Hipersomia Idiopatik
Hipersomia idiopaatik adalah gangguan tidur kronis yang mengakibatkan rasa kantuk berlebihan secara terus-menerus. Gangguan ini juga dapat terjadi walaupun Anda sudah tidur cukup atau bahkan lama.
Orang dengan hiperesomia idiopatik bisa sulit untuk dibangunkan dari tidur. Kondisi ini membutuhkan penanganan medis untuk mengelola gejala yang terjadi.
Baca Juga: Ini 11 Gaya Hidup Tidak Sehat Jadi Penyebab Penyakit
Cara Mengatasi Ngantuk Terus Menerus
Berikut ini adalah cara mengatasi ngantuk terus-menerus yang bisa Anda lakukan:
1. Perawatan Mandiri di Rumah
Hal yang dilakukan jika ngantuk terus bisa dengan beberapa cara, sebagai berikut:
- Hindari minum alkohol, kafein, dan merokok menjelang tidur
- Melakukan teknik relaksasi untuk mengatasi rasa cemas di malam hari
- Rutin berolahraga dan menjaga berat badan tetap ideal
- Konsumsi makanan bergizi seimbang agar terhindar dari risiko kekurangan nutrisi
- Hindari menonton televisi di kamar tidur
- Atur suhu ruangan agar Anda tidak kepanasan atau terlalu dingin
- Terapkan pola tidur yang teratur
- Tidurlah hanya ketika Anda merasa mengantuk
- Jika perlu, tidurlan sebentar saja untuk membantu Anda tetap waspada dan siaga
2. Konsumsi Obat-Obatan
Dokter dapat merekomendasikan obat-obatan tertentu untuk membantu mengatasi gejala hipersomnia. Jenis obat yang dikonsumsi cenderung beragam, tergantung pada kondisi kesehatan penderita.
Obat untuk mengatasi hipersomnia juga memerlukan resep dokter sehingga Anda tidak boleh mengonsumsinya sembarangan. Pastikan untuk minum obat secara teratur agar mencegah gejala semakin memburuk.
3. Terapi Kesehatan Mental
Terapi kesehatan mental berperan penting untuk mengatasi stres, kecemasan, atau gangguan mental lainnya yang memicu hipersomnia. Perawatan ini biasanya dilakukan dalam beberapa sesi dan bertahap.
Penderita perlu mengikuti terapi kesehatan mental secara teratur untuk membantu mengurangi rasa ngantuk terus-menerus. Perawatan ini juga membantu Anda mengatasi perasaan khawatir yang memengaruhi gehala hipersomnia.
Baca Juga: Hindari 12 Kebiasaan Buruk yang Mengganggu Kesehatan
Jika gejala hipersomnia, seperti sering merasa lelah, mudah mengantuk, dan sulit fokus yang tidak kunjung sembuh dalam waktu lama, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Anda bisa mengunjungi Ciputra Medical Center terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Ciputra Medical Center menyediakan beragam layanan kesehatan mulai dari konsultasi dengan dokter umum, psikiater, hingga Medical Check Up (MCU). Mari percayakan kesehatan Anda dan keluarga Anda di Ciputra Medical Center!
Telah Direview oleh dr. Dorine Istimawarum
Source:
- Better Health Channel. Excessive Sleepiness. Agustus 2026.
- Cleveland Clinic. Sleep Deprivation. Agustus 2026.
- Healthline. Why Do I Feel Excessively Sleepy?. Agustus 2026.
- WebMD. Causes of Excessive Sleepiness: Sleep Apnea, Narcolepsy, RLS. Agustus 2026.







