Cara Menjaga Kesehatan Mental Selama Pandemi

Seperti kita ketahui, sampai detik ini pandemi belum usai juga. Selama pandemi COVID-19 membuat banyak perubahan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Pandemi bukan hanya berbicara soal fenomena medis, tetapi memengaruhi banyak hal. Tak hanya fisik semata, pandemi juga menyebabkan berbagai gangguan kesehatan mental, seperti kecemasan, stres, stigma, dan xenofobia. Lalu, apa saja gangguan kesehatan mental dan cara menjaga kesehatan mental selama pandemi, detailnya cek ulasan berikut!

Cara Menjaga Kesehatan Mental

Kelompok yang rentan mengalami gangguan kesehatan mental ialah anak-anak, lansia, dan petugas medis.

Baca Juga: Mitos dan Fakta Depresi: Anda Wajib Tahu

Kesehatan Mental dan COVID-19

Tahukah Anda? Dihimpun dari National Center for Biotechnology information (NCBI) Profesor Tiago Correia menyoroti dalam editorialnya, COVID-19 dapat memengaruhi pengelolaan penyakit lain termasuk kesehatan mental yang biasanya memburuk selama pandemi. Keadaan psikologis individu yang berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat bervariasi dari orang ke orang dan tergantung pada latar belakang dan status profesional dan sosialnya.

Ditambah lagi penularan COVID-19 yang cepat dari manusia ke manusia membuat seseorang merasa cemas dan tidak sedikit merasa takut. Selain ketakutan terhadap wabah, ada berbagai hal yang menjadi faktor pemicu. Adanya isolasi mandiri, jarak sosial, terkadang membuat seseorang merasa sedih dan kesepian jauh dari keluarga. Keadaan ekonomi yang juga berimbas selama pandemi membuat rasa cemas akan kebutuhan sehari-hari. Belum lagi berita simpang siur berita yang beredar.

Hal-hal di atas tidak hanya berdampak pada orang yang memang memiliki gangguan mental, tapi juga pada sesorang yang sehat secara fisik dan mental. Kelompok yang rentan mengalami gangguan kesehatan mental ialah anak-anak, lansia, dan petugas medis. Mengingat adanya risiko peningkatan masalah kesehatan jiwa akibat COVID-19. Penting untuk mmengetahui cara menjaga kesehatan mental dan apa saja gangguan kesehatan mental yang terjadi. Umumnya stres yang biasa terjadi selama pandemi meliputi:

  • Kecemasan dan ketakutan terhadap ancaman wabah COVID-19.
  • Adaptasi dengan kebiasaan baru yang membuat jarak sosial sehingga merasa bosan terutama pada anak-anak.
  • Perubahan pola tidur, nafsu makan, energi, keinginan, dan minat.
  • Reaksi fisik, seperti sakit kepala, nyeri tubuh, ruam kulit, masalah perut.
  • Memburuknya penyakit kronis bagi penderita penyakit kronis akibat kesulitan dalam beraktivitas fisik diluar ruangan, seperti diabetes dan hipertensi
  • Kesulitan konsentrasi dan kebimbangan dalam membuat keputusan.
  • Memburuknya masalah kesehatan mental.
  • Peningkatan penggunaan tembakau, alkohol, dan zat lainnya.

Selama pandemi kita dihadapkan pada situasi ketidakpastian, Jadi, wajar bila seseorang mengalami ketakutan dalam konteks pandemi COVID-19. Pandemi COVID-19 berdampak besar terhadap kehidupan kita. Tak heran bila banyaknya tantangan tersebut membuat stres berlebihan, menyebabkan emosi yang kuat pada orang dewasa dan anak-anak. Belajar mengatasi stres dengan cara yang tepat akan membuat Anda dan orang-orang di sekitar menjadi lebih kuat dalam menghadapi situasi ini. Lalu, bagiamana cara menjaga kesehatan mental seseorang? Ulasan berikutnya akan kita bahas satu per satu.

Baca Juga: Apa itu Kesehatan Mental?

Cara Menjaga Kesehatan Mental Selama Pandemi

Ada beberapa cara menjaga kesehatan mental agar tidak stres selama menghadapi wabah yang tak kunjung usai ini. Nah, kiat untuk mengatasi dan meningkatkan kesehatan mental menjadi lebih baik dengan beberapa langkah berikut:

1. Melakukan Aktivitas Fisik
Seperti kita ketahui, rutin melakukan aktivitas fisik dapat membuat tubuh terasa lebih baik dan tidur lebih nyenyak. Bahkan satu sesi aktivitas fisik sedang hingga berat (dengan target detak jantung 60-80% denyut max berdasarkan usia) dapat mengurangi kecemasan. Sekali pun itu aktivitas fisik singkat, tetaplah bermanfaat. Menjadi aktif secara fisik mendorong pertumbuhan dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan hingga mengurangi risiko berbagai penyakit kronis. Bila Anda sulit berolahraga, aktivitas fisik yang Anda lakukan dapat digantikan dengan berjalan kaki. Menurut American Heart Association (AHA), Anda dapat menjaga kesehatan yang optimal dengan berjalan kaki minimal 10.000 langkah per hari, tanpa adanya aktivitas fisik lain. Anda bisa memilih aktivitas fisik yang disukai. Latihan peregangan dan pernapasan dapat membuat Anda menjadi lebih tenang. Jangan lupa untuk berjemur di pagi hari untuk meningkatkan sistem imun. Selama berolahraga tetap patuhi protokol kesehatan 5 M ya!

2. Menjaga Pola Makan Sehat
Penting untuk memilih asupan makanan sehat untuk tubuh. Pastikan tubuh mendapatkan serat dan lemak sehat. Kini waktu yang tepat bagi Anda dan seluruh keluarga untuk mencoba makanan lebih sehat. Meskipun saat ini tren makanan baru dengan bahan-bahan yang menarik lebih menggoda. Namun, nutrisi yang baik dengan mengonsumsi makan-makanan yang lengkap dan bergizi. Sebenarnya cara itu lebih mudah dari yang Anda kira. Bahkan bisa menjadi lebih menyenangkan. Usahakan tambahkan lemak sehat ke dalam porsi makan Anda. Pasalnya tidak semua lemak merupakan hal buruk. Sumber lemak sehat dapat diperoleh dari minyak zaitun, kacang-kacangan, biji-bijian, jenis ikan tertentu, dan alpukat. Anda bisa menambahkan salad atau alpukat dalam smoothie pagi Anda. Hindari mendapatkan terlalu banyak bahan-bahan tertentu, seperti garam. Carilah produk rendah sodium. Anda juga bisa mengurangi garam dengan menyiasati bahan lain. Tambahkan rempah-rempah alami tanpa garam, seperti ketumbar, kunyit, jahe, lengkuas, bawang, hingga perasan jeruk nipis untuk menyedapkan makanan Anda.

3. Menghentikan Kebiasaan Buruk
Hindari kebiasaan buruk penggunaan alkohol berlebihan karena berbahaya bagi kesehatan. Penggunaan alkohol berlebihan meningkatkan risiko kekerasan, cedera, dan kecelakaan kendaraan bermotor. Bahkan dapat juga meningkatkan risiko masalah kesehatan jangka panjang, seperti penyakit hati, kanker, jantung, stroke, tekanan darah tinggi, dan cacat lahir. Minum alcohol yang berlebihan juga dapat meningkatkan kecemasan, depresi dan gangguan kesehatan mental lainnya. Kebiasaan merokok dan minum alkohol ini bisa mengganggu kesehatan fisik dan mental. Selain itu, hindari juga kebiasaan buruk lain, seperti kurang istirahat dan begadang. Pasalnya kurang tidur dapat menyebabkan mood kurang baik dan mudah cemas. Sebagai takaran sederhana, orang dewasa yang tidak hamil disarankan untuk tidak mengkonsumsi minuman beralkohol lebih dari 1,5 gelas belimbing (>350 mL) per harinya.

Jika Anda merasakan gangguan yang tidak dapat ditangani sendiri segera bicarakan dengan ahlinya.

Baca Juga: Kapan Harus ke Psikiater dan Psikolog?

4. Menghindari Informasi yang Memicu Kecemasan
Pilihlah informasi yang Anda terima dengan bijak dan kritis. Batasi waktu untuk menerima informasi yang memicu kecemasan terkait pandemi COVID-19 baik dari media cetak, televisi, social, dan lainnya. Anda dapat menggunakan opsi Digital Health pada perangkat seluler Anda untuk membantu membatasi waktu media sosial. Namun, jangan menutup spenuhnya terhadap informasi yang penting. Dapatkan informasi mengenai COVID-19 yang akurat dari sumber terpercaya, seperti NCBI dan The Lancet.

5. Lakukan Aktivitas Menarik atau Hobi
Selama isolasi mandiri lakukan berbagai aktivitas menarik untuk menghindari rasa bosan. Anda bisa mengisi waktu dengan melakukan hobi, seperti berkebun, melukis, menjahit, dan lain sebagainya. Tak menutup kemungkinan bila Anda mencoba pengalaman baru lainnya mungkin mengikuti berbagai webinar untuk menambah informasi dan pengetahuan. Selama aktivitas itu positif tidak masalah untuk Anda lakukan untuk menghindari rasa jenuh.

6. Jalin Komunikasi dengan Kerabat
Merasa kesepian, sedih, dan cemas? Ceritakan dengan orang terdekat Anda. Anda dapat menjalin komunikasi dengan keluarga, teman, teman kantor dengan memanfaatkan teknologi melalui berbagai media, seperti chating atau pesan singkat, video call, telepon, group video call dan lain sebagainya. Bagikan cerita kecemasan yang Anda alami, dan saling menguatkan dan mendukunglah satu sama lain. Dengan demikian, Anda akan merasa tenang dengan menceritakan keluh kesah sehingga kekhawatiran yang Anda rasakan berkurang.

Itulah beberapa cara menjaga kesehatan mental yang bisa Anda lakukan. Rasa takut dan khawatir memang wajar dialami selama wabah COVID-19 ini. Namun, Anda tetap harus bersyukur dengan apa yang dimiliki saat ini. Pastikan tubuh tetap sehat dan jaga selalu imunitasnya. Jika dirasa rasa cemas terasa berat jagan ragu untuk menghubungi dokter atau psikiater dan psikolog untuk memberikan penanganan yang tepat.

Telah direview oleh dr. Edwin Halim

Source: