Bulan kesadaran kesehatan serviks – 5 cara menjaga kesehatan serviks

Bulan kesadaran kesehatan serviks – 5 cara menjaga kesehatan serviks

Kanker Leher Rahim atau Kanker Serviks merupakan salah satu jenis kanker yang paling banyak terjadi selain kanker paru-paru, kanker payudara, kanker usus dan kanker hati. Berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan RI, di Indonesia terjadi 58 Kasus kanker serviks setiap hari dan 50% di antaranya meninggal dunia. Jumlah penderita kanker serviks yang tercatat dalam data BPJS per tahun 2016 adalah 12.820 kasus rawat jalan dan 6.938 kasus rawat inap dengan dana BPJS yang dikeluarkan sebesar Rp 143,6 miliar.

Angka kejadian yang tinggi disebabkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat untuk mengantisipasi penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Human Papilloma tipe 16 atau 18. Pada umumnya, kanker serviks tidak menimbulkan gejala awal sehingga seringkali terdeteksi ketika telah mencapai stadium lanjut. Angka kesembuhan kanker stadium lanjut otomatis menjadi lebih kecil. Maka dari itu, cara yang terbaik untuk terhindar dari kanker serviks adalah dengan melakukan upaya pencegahan, di antaranya dengan deteksi dini adanya kanker serviks dan vaksinasiAda beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghindari penyakit kanker serviks, antara lain :

  1. Setia pada satu pasangan

Resiko terjangkit virus HPV akan lebih kecil apabila anda setia terhadap pasangan anda. Dalam hal ini, yang dimaksud adalah apabila anda melakukan hubungan intim dengan orang yang berbeda-beda, tentu akan menjadi lebih rentan terjangkit virus HPV mengingat bahwa pria lebih sering disebut sebagai carrier atau menjadi media penularan virus tersebut. Tidak ada yang dapat menjamin bahwa setiap orang yang menjadi pasangan anda dalam melakukan hubungan intim bebas sepenuhnya dari virus tersebut.

  1. Lakukan hubungan intim yang aman dan terproteksi

Virus HPV dapat ditularkan melalui hubungan seksual dengan orang yang telah terjangkit. Menggunakan kondom ketika melakukan hubungan intim akan mengurangi resiko seseorang untuk terkena penyakit menular seksual,  salah satunya adalah infeksi HPV.

  1. Berhenti Merokok

Apabila anda adalah seorang perokok, sudah waktunya anda untuk menghentikan kebiasaan yang negatif tersebut. Kandungan kimia pada rokok (nikotin, tar, dan karbon monoksida) sangatlah berbahaya bagi tubuh. Karbon monoksida yang terus menerus dihirup akan mengikat hemoglobin darah pada tubuh. Jika kondisi ini terus berlanjut, darah akan kehabisan oksigen dan akan memicu pertumbuhan sel kanker dan menimbulkan berbagai macam penyakit lainnya. Kaitannya dengan kanker serviks, asap rokok yang terhirup mengganggu sistem imun pada tubuh untuk melawan virus HPV. Sifat karsinogen pada rokok akan memicu aktivitas virus HPV menjadi meningkat dan berubah menjadi sel kanker.

  1. Papsmear

Papsmear adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi keberadaan / potensi keberadaan sel kanker pada organ reproduksi wanita yaitu pada bagian mulut dan leher rahim. Dengan melakukan pemeriksaan papsmear, seseorang dapat mengetahui lebih dini tentang kondisi kesehatan organ reproduksinya, dan apabila ditemukan sel kanker, angka kesembuhan akan lebih besar karena dapat dilakukan penanganan lebih dini. Papsmear disarankan untuk dilakukan pada wanita yang sudah aktif secara seksual mulai usia 21 tahun – 29 tahun minimal setiap 3 tahun sekali. Memasuki usia 30 tahun – 65 tahun, papsmear dan tes HPV sangat disarankan untuk dilakukan setidaknya 5 tahun sekali.

Serviks - Vaksin HPV

  1. Vaksin HPV

Melakukan vaksinasi HPV merupakan cara yang efektif dalam rangka mencegah infeksi virus HPV. Pemberian vaksin dapat dilakukan sejak dini yaitu dimulai dari usia 10 tahun. Vaksinasi HPV dilakukan hingga 3x suntik dengan rentang waktu pemberian yang direkomendasikan adalah 0, 2, dan 6 bulan untuk vaksin quadrivalen. Dengan melakukan vaksin HPV, seseorang dapat dikatakan 70-90% telah terlindungi dari resiko infeksi virus HPV. Pemberian vaksin sebaiknya dilakukan sebelum seseorang aktif melakukan hubungan seksual, atau jika sudah menikah, sebaiknya dilakukan pemeriksaan papsmear terlebih dahulu dan jika hasil pemeriksaan normal, pemberian vaksin HPV dapat dilakukan.