Manfaat akupunktur salah satunya adalah membantu mengatasi radang sendi dengan merangsang pelepasan endhorpin alami tubuh. Akupunktur juga bisa membantu mengurangi efek samping obat dan mempunyai efek anti-inflamasi yang bisa membantu meringankan gejala penyakit. Namun, akupunktur tidak bisa mencegah kerusakan sendi, hanya bisa menjadi alternatif terapi untuk mengurangi nyeri.

Akupunktur adalah pengobatan tradisional Tiongkok yang bertujuan memperbaiki ketidakseimbangan energi atau “chi” di dalam tubuh. Praktiknya dengan menusukkan jarum stainless steel yang sangat halus ke 14 meridian atau saluran energi utama.
Akupunktur juga membantu meredakan nyeri dengan meningkatkan produksi endorfin, yaitu pembunuh rasa sakit alami dalam tubuh. Dengan cara ini, akupunktur dapat memberikan efek relaksasi dan membantu mengurangi ketegangan.
Manfaat Akupunktur untuk Radang Sendi
Akupunktur bekerja dengan menstimulasi titik-titik tertentu di tubuh untuk membantu mengurangi nyeri dan peradangan. Setiap orang bisa membutuhkan pendekatan yang berbeda sehingga terapis biasanya menyesuaikan teknik sesuai kondisi pasien.
Penelitian tahun 2018 menemukan bahwa akupunktur, baik digunakan sendiri maupun digabung dengan terapi lain, dapat membantu mengontrol rheumatoid arthritis (RA). Terapi ini juga terbukti meningkatkan fungsi sendi dan kualitas hidup pasien.
Ada beberapa jenis terapi akupunktur yang biasa dokter pakai pada kasus radang sendi:
- Akupunktur tradisional: Jarum halus dokter atau terapis masukkan pada titik tertentu.
- Elektro-akupunktur: Jarum diberi rangsangan listrik ringan untuk memperkuat efek terapi.
- Moksibusi: Daun mugwort dokter atau terapis bakar dekat kulit untuk memberikan panas pada titik akupunktur.
Baca Juga: Penyakit yang Bisa Diatasi Akupunktur
Studi menunjukkan bahwa akupunktur yang tergabung dengan pengobatan medis dapat membantu mengurangi peradangan dan nyeri sehingga sendi terasa lebih nyaman. Banyak pasien juga merasa aktivitasnya lebih mudah karena akupunktur memicu hormon pereda nyeri alami yang membuat rasa sakit berkurang.
Pada sebuah penelitian tahun 2019, orang dengan radang sendi di tangan terbagi menjadi tiga kelompok, yaitu:
- Akupunktur dengan metode TCM
- Akupunktur pura-pura di titik acak
- Tidak diberi terapi selama penelitian
Kelompok yang mendapatkan akupunktur TCM merasakan beberapa perubahan positif, seperti:
- Nyeri berkurang
- Tangan dan lengan terasa lebih kuat
- Tubuh terasa lebih sehat
- Kualitas hidup meningkat
Efek Samping Akupunktur untuk Radang Sendi
Banyak orang percaya akupunktur tidak menimbulkan rasa sakit jika tertangani dengan terapis yang berpengalaman sehingga merasa nyaman selama prosesnya. Meski begitu, tetap ada kemungkinan muncul efek samping ringan, seperti:
- Sedikit perdarahan atau memar
- Rasa mengantuk
- Mual
- Pusing
- Keluhan lama terasa muncul kembali
Faktor Risiko
Akupunktur sebaiknya dilakukan oleh tenaga profesional yang benar-benar terlatih. Jika terlaksanakan dengan cara yang salah, bisa meningkatkan risiko.
Efek samping yang mungkin terjadi meliputi:
- Infeksi karena jarum tidak steril
- Organ tertusuk
- Paru-paru kolaps
- Cedera pada sistem saraf
Namun kasus seperti ini sangat jarang dan akupunktur umumnya dianggap aman bila dilakukan oleh tenaga yang berpengalaman.
Baca Juga: Cara Mengatasi Nyeri dengan Akupunktur
FAQ Akupunktur untuk Radang Sendi
Akupunktur menjadi salah satu terapi tambahan yang sering orang pilih untuk membantu meredakan nyeri dan keluhan radang sendi. Agar lebih jelas, berikut pertanyaan akupunktur yang sering ditanyakan:
1. Apakah Pasien Akupunktur akan Merasakan Sakit?
Umumnya tidak. Anda mungkin merasakan tusukan kecil saat jarum masuk, tapi jauh lebih ringan daripada suntikan, dan sensasi setelahnya biasanya hanya terasa berat, hangat, atau sedikit pegal.
2. Apakah Ini Aman?
Ya, akupunktur aman bila dengan jarum sekali pakai, kondisi yang bersih, dan oleh terapis yang sudah terlatih.
3. Apa Keuntungan Dilakukannya Akupunktur?
Akupunktur membantu mengurangi nyeri tanpa obat dan tidak menimbulkan kecanduan. Terapis juga bisa menyesuaikan titik jarum sesuai respons tubuh Anda.
4. Apakah Medis Menyetujuinya?
Ya. Banyak tenaga akupunktur berlisensi dan WHO mencatat ada puluhan kondisi medis yang bisa terbantu dengan akupunktur. FDA juga mengategorikan jarumnya sebagai alat medis.
5. Seberapa Seringkah Saya Harus Mendapatkan Tindakan Akupunktur?
Tergantung kondisi Anda dan respons tubuh, tapi biasanya butuh beberapa sesi. Umumnya pasien dokter anjurkan menjalani 5–10 kali sesi untuk melihat hasilnya.
6. Apakah Ada Batasan yang Harus Saya Lakukan Setelah Perawatan?
Anda bisa merasa sangat rileks setelah terapi, jadi sebaiknya tidak beraktivitas berlebihan. Jika masih minum obat dokter, tetap lanjutkan sesuai anjuran.
Baca Juga: Cara Pengobatan Akupunktur untuk Tinnitus (Telinga Berdenging)
Jika ingin menjalani akupunktur, Anda bisa melakukannya di Ciputra Medical Center. Ciputra Medical Center menyediakan beragam layanan kesehatan mulai dari konsultasi dengan dokter umum, psikiater, hingga Medical Check Up (MCU).
Mari percayakan kesehatan Anda dan keluarga Anda di Ciputra Medical Center!
Telah direview oleh dr. Ditta
Source:
- WebMD. What to Know About Emotional Health. Desember 2025.
- Medical News Today. What to Know About Acupuncture for Arthritis. Desember 2025.





