Ciputra Medical Center

(021) 2988 8137 / +62 780 3321 2250
Operasional: Senin–Sabtu, 08:30–20:30 WIB | KLIK PETA

  • Home
  • About Us
  • Dokter
    • Poliklinik Jantung
    • Nice Dental Care Clinic
    • Mind and Behaviour Clinic
    • Poliklinik Okupasi
    • Gizi Klinik
    • Dokter Umum
    • Sport Injury Clinic
    • THT
  • Services
    • Akupunktur Medik
    • Dokter Umum / Spesialis
    • Jantung
    • Klinik Kecantikan T Wave
    • Klinik Gizi
    • Medical Check Up (Health Screening))
    • Mind & Behaviour Clinic
      • Brain Mapping
      • Neurofeedback Therapy
    • NDC Aesthetic Dental Clinic
    • Occupational Health Clinic
    • Sport Injury Clinic
    • Terapi Wicara
  • Medical Support
    • Laboratory
    • Audiometri
    • USG
    • Treadmill
    • Spirometri
    • EKG
    • Radiology
  • Artikel
BUAT JANJI
  • Home
  • News
  • kesehatan
  • Kenali Penyebab Keputihan saat Hamil Normal dan Abnormal
Rabu, 19 Juni 2024 / Published in kesehatan

Kenali Penyebab Keputihan saat Hamil Normal dan Abnormal

Keputihan saat hamil adalah hal yang normal. Penyebab kondisi ini umumnya karena hormon estrogen meningkat hingga masalah pada organ kewanitaan. Namun, penyebab keputihan saat hamil bisa menjadi tanda penyakit infeksi bakteri hingga jamur. Ibu hamil perlu mengenali gejalanya, mulai dari perubahan warna, bau, hingga tekstur.

Penyebab Keputihan saat Hamil

Keputihan saat hamil umumnya disebabkan adanya perubahan hormon dalam tubuh.

Keputihan adalah cairan atau lendir yang keluar melalui vagina. Umumnya, kondisi ini sering terjadi pada ibu hamil dan tanpa menimbulkan keluhan.

Keputihan bisa menjadi tanda dari suatu penyakit tertentu apabila disertai dengan gejala nyeri atau gatal. Ketahui penyebab keputihan dan cara menjaga kesehatan organ intim selama kehamilan di bawah ini.

Daftar Isi

Toggle
  • Penyebab Keputihan saat Hamil yang Wajar
  • Penyebab Keputihan saat Hamil
    • 1. Infeksi Bakteri
    • 2. Infeksi Jamur
    • 3. Infeksi Parasit
  • Cara Menjaga kesehatan Organ Intim Selama Kehamilan
    • Konsultasi dengan Ciputra Medical Center

Penyebab Keputihan saat Hamil yang Wajar

Penyebab keputihan saat hamil muda umumnya karena perubahan hormon estrogen yang meningkat. Saat hamil, produksi hormon estrogen mampu merangsang selaput lendir di bagian vagina untuk memproduksi cairan dengan jumlah yang banyak.

Keputihan yang normal saat hamil memiliki warna bening atau putih dan tidak berbau menyengat. Cairan ini biasanya cenderung encer atau sedikit kental. Keputihan biasanya muncul pada trimester awal dan trimester akhir masa kehamilan.

Keputihan juga terjadi pada wanita saat menjelang atau setelah menstruasi. Kondisi ini menandakan wanita sedang berada di masa subur.

Namun, Anda perlu hati-hati apabila keputihan sering keluar dalam jumlah banyak dan berlangsung cukup lama. Hal ini bisa menjadi pertanda infeksi jamur pada organ intim kewanitaan.

Baca Juga: Ciri-Ciri Keputihan Tidak Normal Saat Hamil yang Berbahaya

Penyebab Keputihan saat Hamil

Pada beberapa kasus, keputihan seperti ampas tahu bisa terjadi saat hamil karena perubahan hormon atau masalah kesehatan pada organ intim.

Keputihan saat hamil berperan penting untuk membersihkan dan melindungi organ intim. Oleh sebab itu, cairan ini memiliki manfaat untuk mencegah infeksi vagina yang bisa membahayakan janin.

Namun, keputihan yang tidak wajar biasanya akibat infeksi bakteri, virus, jamur, atau parasit. Berikut penjelasan selengkapnya:

1. Infeksi Bakteri

Keputihan yang perlu Anda waspadai adalah apabila disebabkan oleh infeksi bakteri Streptococcus Group B di dalam vagina. Ciri-ciri keputihan tidak normal saat hamil akibat infeksi bakteri adalah:

  • Terasa sakit di bagian vagina
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Sakit saat melakukan hubungan seksual
  • Keputihan berwarna keabu-abuan
  • Memiliki bau menyengat, seperti bau amis
  • Gatal di area vagina

Infeksi bakteri penyebab keputihan sebenarnya dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, kondisi ini perlu Anda waspadai karena mampu meningkatkan risiko radang panggul, bayi lahir prematur, dan keguguran.

2. Infeksi Jamur

Ciri-ciri keputihan berbahaya akibat infeksi jamur Infeksi jamur adalah keluarnya cairan berwarna putih dan cenderung menggumpal. Salah satu jamur penyebab keputihan pada ibu hamil adalah Candida. Jamur ini berkembang secara alami di dalam vagina.

Namun, Anda perlu berhati-hati apabila Candida mulai berkembang secara meningkat. Kondisi ini sering terjadi pada ibu hamil dan menyebabkan keputihan dengan tekstur kental.

Infeksi jamur gejalanya berupa:

  • Gatal pada vagina
  • Terdapat rasa atau sensasi terbakar
  • Sakit saat melakukan aktivitas seksual
  • Terdapat rasa nyeri saat buang air kecil

Infeksi jamur pada vagina menyebabkan komplikasi serius apabila tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat. Rasa gatal mampu mengakibatkan peradangan di area organ intim, terutama menggaruknya secara terus-menerus.

3. Infeksi Parasit

Keputihan yang tidak wajar pada ibu hamil bisa terjadi akibat infeksi parasit yang menular melalui hubungan seksual. Penyakit ini salah satunya, yaitu Trikomoniasis.

Jika infeksi parasit terjadi pada ibu hamil, akan meningkatkan risiko kelainan pada janin lahir prematur dan berat badan rendah.

Anda perlu berkonsultasi ke dokter apabila keputihan muncul dengan gejala, seperti:

  • Keputihan berwarna kuning atau kehijauan
  • Memiliki bau menyengat dan amis
  • Terdapat rasa gatal di area vagina
  • Muncul kemerahan pada bagina
  • Sakit saat melakukan aktivitas seksual

Di samping itu, keputihan akibat parasit menyebabkan tubuh lebih rentan terkena infeksi HIV. Anda dapat mencegah infeksi penyakit ini dengan cara tidak berhubungan seksual lebih dari satu pasangan, menggunakan kondom saat berhubungan seksual, dan membersihkan alat bantu atau mainan seks (sex toys) setelah selesai pakai.

Baca Juga: Vagina Gatal Saat Hamil? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Cara Menjaga kesehatan Organ Intim Selama Kehamilan

Keputihan dikatakan normal apabila tidak menimbulkan bau menyengat dan perubahan warna cairan atau lendir. Jika ibu hamil mengalami keputihan dengan gejala infeksi jamur, parasit, dan bakteri, sebaiknya segera mengunjungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Anda perlu waspada apabila warna keputihan berubah menjadi cair, berwarna coklat atau merah muda, dan berdarah. Dikhawatirkan, kondisi ini menjadi tanda gejala bayi prematur.

Cara mengatasi keputihan saat hamil dapat berupa perawatan, seperti:

  • Mengonsumsi obat antibiotik jika keputihan akibat infeksi bakteri
  • Menggunakan obat antijamur jika keputihan akibat infeksi jamur
  • Gunakan pakaian dalam bahan katun, mudah menyerap keringat, dan longgar
  • Gunakan pantyliner jangan terlalu sering bila tidak perlu
  • Bersihkan organ intim dari arah depan ke belakang dengan menggunakan air bersih
  • Keringkan area organ intim setelah buang air kecil atau buang air besar menggunakan tisu atau kain bersih
  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang, seperti buah, sayur, dan makanan yang mengandung protein tinggi.
  • Ganti pakaian ketika tubuh berkeringat atau basah, seperti sehabis olahraga atau berenang
  • Tidak berhubungan intim lebih dari satu pasangan
  • Menggunakan kondom saat melakukan aktivitas seksual
  • Hindari menggunakan pembalut yang mengandung wewangian
  • Tidak menggunakan sabun pembersih vagina
  • Istirahat cukup dan mengelola stres agar menjaga sistem imun tubuh untuk melawan penyakit penyebab infeksi

Demikian informasi mengenai penyebab keputihan pada ibu hamil dan cara menjaga kesehatan organ intim kewanitaan.

Baca Juga: Mengenal Pemeriksaan Pap Smear untuk Wanita

Konsultasi dengan Ciputra Medical Center

Jika keputihan muncul secara berlebihan sampai mengganggu aktivitas sehari-hari, Anda bisa konsultasikan kondisi ini dengan dokter.

Anda bisa mengunjungi Ciputra Medical Center terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Ciputra Medical Center menyediakan beragam layanan kesehatan wanita mulai dari konsultasi dengan dokter kandungan hingga Medical Check Up (MCU).

Mari percayakan kesehatan Anda dan keluarga Anda di Ciputra Medical Center!

Telah direview oleh dr. Denny Khusen., Sp.OG., FICS., CH., CHt., Int. Aff. RANZCOG

Source:

  • Healthline. Vaginal Discharge During Pregnancy: What’s Normal?. November 2025.
  • NHS. Vaginal Discharge in Pregnancy. November 2025.

Tim Konten Medis
Diperbarui pada 10 November 2025

Artikel Terkait

  • Dispareunia adalah sakit saat berhubungan intim
    Mengenal Dispareunia atau Sakit Saat Berhubungan Intim
  • Ciri-Ciri Keputihan Normal
    Ciri-Ciri Keputihan Normal dan Abnormal, dari Warna hingga Tekstur
  • keputihan berwarna cokelat
    Keputihan Berwarna Cokelat Apakah Tanda Infeksi Penyakit?
Tagged under: Kesehatan Wanita

Artikel Terkait

  • Dispareunia adalah sakit saat berhubungan intim
    Mengenal Dispareunia atau Sakit Saat Berhubungan Intim
  • Ciri-Ciri Keputihan Normal
    Ciri-Ciri Keputihan Normal dan Abnormal, dari Warna hingga Tekstur
  • keputihan berwarna cokelat
    Keputihan Berwarna Cokelat Apakah Tanda Infeksi Penyakit?

LOKASI PETA

ALAMAT

Lotte Shopping Avenue Lt. 5 Ciputra World 1 Jakarta.

Karir

Hasil MCU Online

AKSES

Lift lobby Mega Kuningan langsung ke lt 5. Di atas Food Avenue, dan eskalator dekat XL Center.

CONTACT US

* (021) 2988 8137

* +62 780 3321 2250 (Whatsapp Only)

Reservasi Pasien

FOLLOW US

  • Instagram
  • Facebook
© 2024 Ciputra Medical Center | All rights reserved.
TOP