Penyebab Anosmia dari Sisi Medis

Pernahkah Anda mengalami gangguan penciuman? Atau memikirkan bagaimana rasanya tidak bisa mencium sesuatu? Anda tidak bisa mencium aroma makanan favorit, parfum, dan sesuatu lainnya. Bahkan Anda juga tidak menyadari dalam situasi berbahaya. Misalnya, tanpa kemampuan mendeteksi bau, Anda tidak bisa mencium kebocoran gas, asap dari api atau makanan basi. Pasti sangat tidak nyaman bukan? Kehilangan total penciuman disebut dengan anosmia. Biasanya gangguan penciuman ini bersifat sementara yang disebabkan oleh hidung tersumbat parah akibat flu. Begitu hawa dingin mereda, indra penciuman akan kembali normal. Namun, hilangnya indra penciuman bisa berlanjut bagi sebagian orang, seperti lansia. Apakah ini menjadi pertanda medis serius? Lebih jelas simak ulasan berikut!

Penyebab Anosmia
Indra penciuman memiliki peran untuk mendeteksi bau atau aroma.

Anosmia

Anosmia adalah ketidakmampuan seseorang untuk merasakan bau. Hal ini bisa bersifat sementara atau permanen dari bawaan. Ada banyak penyebabnya, seperti penyumbatan pada hidung yang mencegah bau mencapai saraf penciuman dapat menyebabkan hilangnya indra penciuman. Penyumbatan ini bisa disebabkan oleh proses inflamasi seperti infeksi sederhana yang menyebabkan sumbatan lendir atau polip hidung. Penyebab neurologis dapat mencakup gangguan pada saraf sensorik yang membentuk bohlam olfaktorius atau di mana saja di sepanjang jalur di mana sinyal penciuman ditransfer ke otak.

Penyebab Anosmia

Seperti yang sudah dijelaskan tadi, banyak faktor penyebab anosmia. Sebagai contoh, hidung tersumbat akibat flu, alergi, infeksi sinus, atau kualitas udara yang kurang baik bisa menjadi penyebab anosmia paling umum. Penyebab anosmia lainnya meliputi:

1.Gangguan Peradangan dan Obstruktif (50% hingga 70% kasus anosmia)

Ini menjadi penyebab paling umum dari Anosmia termasuk penyakit sinus hidung dan paransial (rhino-sinusitis, rintis, dan polip hidung). Gangguan ini menyebabkan Anosmia melalui peradangan pada mukosa maupun melalui penyumbatan langsung.

2.Cedera Kepala

Selain obstruksi, cedera kepala juga menjadi penyebab umum Anosmia lainnya. Pasalnya cedera pada kepala dapat menyebabkan kerusakan pada hidung atau sinus yang menyebabkan penyumbatan dan penyumbatan mekanis. Hal lain yang menyebabkan Anosmia adalah dengan trauma atau kerusakan akson penciuman yang ada pada pelat kribriformis. Kerusakan pada bulba olfaktorius, atau cedera langsung pada area penciuman di korteks serebral. Trauma sistem saraf pusat (SSP) yang menyebabkan Anosmia dapat bersifat sementara atau permanen, tergantung pada area dan luasnya cedera. Ini dikarenakan neuron penciuman memiliki kemampuan regeneratif yang tidak dimiliki oleh saraf SSP lain di tubuh.

3.Faktor Usia dan Proses Neurodegeneratif

Proses ini terkait dengan hilangnya penciuman yang akhirnya menyebabkan Anosmia. Seiring bertambahnya usia seseorang mereka akan kehilangan jumlah sel di olfaktorius serta area permukaan epitel olfaktorius yang penting dalam merasakan bau. Menariknya, ada penelitian yang mengaitkan penurunan kemampuan penciuman dengan gangguan neurodegeneratif seperti penyakit Alzheimer, penyakit Parkinson, dan demensia. Studi tersebut mengaitkan rendahnya kemampuan untuk mencium bau terkait dengan peningkatan risiko perkembangan penyakit neurodegeneratif. Hubungan tertinggi adalah antara anosmia dan perkembangan selanjutnya dari alpha-synucleinopathy yang terlibat dalam penyakit Parkinson, demensia, dan atrofi sistem saraf.

4. Kondisi Infeksi

Anosmia dikatakan sebagai salah satu gejala awal infeksi, seperti pada COVID-19.

5.Kondisi Traumatis atau Obstruktif Lainnya

Selain itu, penyebab lain Anosmia antara lain agen toksik seperti tembakau, obat-obatan, dan uap kimia yang dapat menyebabkan disfungsi penciuman, disfungsi penciuman pasca infeksi virus, trauma wajah yang melibatkan deformitas hidung atau sinus, tumor di rongga hidung atau otak yang menghalangi jalur sinyal penciuman, dan perdarahan subarachnoid. Meningioma pada saluran penciuman memiliki gejala awal gangguan penciuman yang perlahan memburuk.

6.Kondisi Medis Tertentu

Kondisi umum yang jarang dapat menyebabkan penurunan indra penciuman atau anosmia termasuk diabetes mellitus dan hipotiroidisme.

Penyebab Anosmia
Kemampuan indra penciuman terkadang bisa menurun atau bahkan hilang karena beberapa gangguan termasuk anosmia. 

Cara Memulihkan Anosmia

Lalu, bagaimana cara untuk memulihkan anosmia? Jika hidung tersumbat karena pilek atau alergi menyebabkan anosmia biasanya tidak memerlukan pengobatan. Nanti akan membaik dengan sendirinya. Namun, jika Anda merasakan sumbatan semakin parah atau tidak kunjung sembuh maka konsultasikan ke dokter. Khawatirnya, Anda mengalami infeksi atau kondisi lain yang mungkin menjadi penyebabnya.
Jika sudah diketahui penyebabnya, seperti adanya pertumbuhan polip. Dokter akan memeriksanya dan melakukan tindakan sesuai prosedur. Pembedahan mungkin diperlukan untuk menghilangkan sumbatan sehingga indra penciuman Anda kembali. Jika Anda curiga ada obat yang memengaruhi indra penciuman Anda, konsultasikan dengan dokter dan tanyakan apakah ada pilihan obat lain yang tersedia sehingga tidak memengaruhi kemampuan Anda untuk mencium. Sayangnya Anosmia tidak selalu bisa diobati terutama karena faktor usia.

Anosmia pada Covid-19

Infeksi virus Corona ini pertama kali ditemukan di Wuhan, China pada tahun 2019. Gejala lain yang timbul, seperti demam, batuk, dan kelelahan terjadi. Pernah mendengar penderita COVID-19 yang mengalami gejala kehilangan penciuman? Ya, kerap kali orang yang terinfeksi virus Corona mengalami disfungsi penciuman yang menjadi indikator awal berpotensial terinfeksi SARS-CoV-2. Beberapa bukti menegaskan bahwa rongga hidung adalah area vital yang rentan terhadap infeksi SARS-CoV-2. Seperti kita ketahui, Anosmia disebabkan berbagai penyebab dan paling sering adanya infeksi saluran pernapasan. Di antara berbagai patogen yang paling umum adalah virus, dan virus Corona salah satunya. Anosmia yang disebabkan oleh SARS-CoV telah dilaporkan selama epidemi SARS. Namun, kejadian anosmia yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 mungkin jauh lebih tinggi dibandingkan dengan SARS-CoV. OD pasca infeksi diduga disebabkan oleh kerusakan epitel olfaktorius atau jalur pemrosesan olfaktorius sentral.

Kini Anda sudah tahu apa itu anosmia, penyebab anosmia hingga pemulihannya. Gangguan fungsi penciuman tentu membuat kita tidak nyaman bukan? Anda bisa melakukan beberapa tindakan untuk mencegah bahaya akibat hilangnya penciuman. Pastikan Anda memasang alarm asap di rumah untuk mencegah kebakaran. Selain itu untuk mengetahui makanan basi, jangan lupa untuk mencatat tanggal kadaluwarsanya. Jika Anda memasak menggunakan bahan bakar, pastikan juga alarm kebocoran gas berfungsi untuk mencegah bahaya yang tidak disadari. Waspadai bila Anosmia tidak kunjung sembuh dan segera konsultasikan dengan dokter.

Telah direview oleh dr. Edwin Halim

Source: