Mengenal Penyakit Tiroid, Penyebab dan Pengobatan yang Tepat

Mengenal Penyakit Tiroid, Penyebab dan Pengobatan yang Tepat

Penyakit tiroid adalah gangguan pada kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid yang terletak di leher tepatnya di bawah jakun, merupakan salah satu bagian dalam sistem endokrin yang berfungsi untuk mengeluarkan hormon metabolisme tubuh. Kelenjar hipofisis dan hipotalamus pada otak memegang kendali dalam sistem kerja kelenjar tiroid, dimana jika tubuh mengalami kelebihan atau kekurangan hormon tiroid, maka otak akan merangsang kelenjar tiroid untuk menyeimbangkan kadarnya terhadap kebutuhan tubuh. Penyakit tiroid pada umumnya adalah hipertiroid, hipotiroid, gondok, dan nodul tiroid.

PENYAKIT TIROID 2
Berdasarkan jenis penyakitnya, penyakit tiroid dapat disebabkan karena beberapa faktor.

Hipertiroid
Kondisi dimana terdapat produksi hormon tiroid berlebihan yang dapat disebabkan karena gangguan sistem kelenjar hipofisis di otak, kerusakan dan inflamasi pada kelenjar tiroid.

Hipotiroid
Berlawanan dengan hipertiroid, kondisi ini disebabkan karena produksi hormon tiroid yang kurang. Kurangnya produksi hormon dapat disebabkan oleh gangguan autoimun, riwayat operasi pengangkatan kelenjar tiroid, paparan tinggi terhadap iodin, dan pengaruh obat yang mengandung litium.

Gondok
Merupakan kondisi terjadinya pembesaran kelenjar tiroid yang disebabkan karena defisiensi iodin dalam asupan nutrisi sehari-hari.

Nodul tiroid
Merupakan benjolan yang tumbuh pada kelenjar tiroid. Benjolan ini dapat bersifat padat maupun berisi cairan. Kondisi ini pada umumnya disebabkan karena defisiensi iodin dan penyakit Hashimoto pada kasus hipotiroid.

pENYAKIT TIROID 3
Manifestasi klinis penyakit tiroid berbeda-beda pada jenis penyakit tiroid yang dialami, namun secara garis besar dibagi menjadi 2, yaitu kondisi produksi hormon berlebihan dan yang kurang. Pada kasus dimana penyakit tiroid disebabkan karena produksi yang berlebihan dapat memberikan gejala seperti penurunan berat badan, kulit yang menipis, kuku dan rambut rapuh, mata membesar dan menonjol, jantung berdebar, keringat berlebihan, kelemahan otot-otot tubuh, badan gemetar, sulit tidur, rasa cemas dan gelisah. Sedangkan pada kasus penyakit tiroid yang disebabkan karena kurangnya produksi hormon tersebut dapat memberikan gejala seperti kulit kering, sensitif terhadap suhu dingin, penurunan kemampuan daya ingat, kenaikan berat badan, detak jantung yang lambat, konstipasi, rasa lemas dan depresi.

Penegakan diagnosis penyakit tiroid terdiri dari beberapa fase, dimulai dari anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan laboratorium dan radiologi. Dalam anamnesis akan dievaluasi mengenai keluhan, riwayat penyakit, riwayat pengobatan, riwayat penyakit keluarga, serta pola hidup dan diet yang dijalani pasien. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan fisik untuk menilai apakah terdapat manifestasi klinis yang sesuai dengan kondisi penyakit tiroid. Pemeriksaan laboratorium yang digunakan untuk mendeteksi penyakit tiroid adalah jumlah hormon tiroid dalam darah, fungsi kelenjar tiroid TSH (Thyroid Stimulating Hormone), serta antibodi terhadap jaringan kelenjar tiroid. Pada umumnya pembesaran kelenjar tiroid dapat ditemukan dalam pemeriksaan fisik, namun untuk menilai kondisi kelenjar tiroid yang lebih baik dapat digunakan modalitas ultrasonografi (USG) dan pemindaian dengan radioaktif iodin. Prosedur biopsi aspirasi jarum halus juga dapat dilakukan untuk mengambil sampel jaringan kelenjar tiroid dan untuk mengetahui jenis sel yang ada dalam benjolan, apakah bersifat ganas atau sebaliknya.

Pengobatan penyakit tiroid dibedakan berdasarkan jenis dan penyebab penyakitnya. Pada umumnya terdapat tiga cara dalam penanganan penyakit tiroid, yaitu dengan terapi medikamentosa (obat), terapi ablasi iodin radioaktif, dan/atau prosedur operasi. Terapi medikamentosa dapat diberikan untuk menurunkan atau mencegah produksi hormon tiroid, atau untuk menggantikan kekurangan hormon yang disebabkan kondisi hipotiroid. Obat lain yang diberikan berfungsi untuk mengatasi masalah keluhan penyerta seperti jantung berdebar. Dalam kasus hipertiroid, jika dengan pemberian obat tidak berhasil maka dilakukan terapi ablasi iodin radioaktif untuk menghancurkan jaringan tiroid secara selektif. Terapi dengan prosedur operasi dilakukan untuk mengangkat gondok yang besar atau nodul tiroid yang terlalu aktif, serta jika terdapat kemungkinan adanya kanker tiroid. Pada kasus dimana pasien perlu dilakukan operasi pengangkatan kelenjar tiroid, maka setelahnya akan diberikan hormon tiroid sintetis untuk mencukupi kebutuhan hormon tiroid sehari-hari.
Informasi dan Appointment :

Ciputra Medical Center

(+62) 21 298 81 37 /

www.ciputramedicalcenter.com

Facebook: Ciputra Medical Center

Instagram: @ciputramedicalcenter