Faktor Penyebab Kanker Paru-Paru: Agar Anda Terhindar dari Penyakit Ini

Faktor Penyebab Kanker Paru-Paru: Agar Anda Terhindar dari Penyakit Ini

Faktor Penyebab Kanker Paru-Paru: Agar Anda Terhindar dari Penyakit Ini | Ciputra Medical Center

Ketika Anda memikirkan faktor risiko kanker paru-paru, mungkin merokok adalah yang pertama kali Anda pikirkan. Tetapi ada banyak faktor lain yang diketahui menyebabkan atau mungkin berkontribusi pada perkembangan kanker paru-paru. Faktor risiko lain yang mungkin termasuk paparan pekerjaan, radiasi, polusi udara, penyakit paru-paru (misalnya, asma dan TBC), beberapa suplemen makanan, dan genetik.

Sederhananya, siapa pun yang memiliki paru-paru bisa terkena kanker paru-paru. Karena banyak faktor yang bekerja bersama untuk menyebabkan penyakit, semuanya harus dipertimbangkan dalam memahami risiko pada masing-masing individu. Perlu juga dicatat bahwa banyak orang yang terkena kanker paru-paru tidak memiliki faktor risiko yang jelas, dan kanker paru-paru meningkat pada wanita muda yang tidak pernah merokok.

Faktor penyebab kanker paru-paru yang umum terjadi
Ada banyak faktor risiko umum untuk kanker paru-paru. Walaupun merokok adalah hal yang sangat penting, sangat disayangkan bahwa banyak orang yang melupakan faktor risiko signifikan lainnya.

Merokok
Merokok adalah penyebab nomor satu kanker paru-paru. Risiko seseorang yang merokok terkena kanker paru-paru adalah 13-23 kali lebih besar daripada yang bukan perokok. Tidak seperti risiko penyakit jantung yang turun secara dramatis ketika seseorang menghentikan kebiasaan merokok, risiko kanker paru-paru tetap ada selama beberapa tahun atau bahkan beberapa dekade setelah seseorang berhenti merokok. Faktanya, mayoritas orang yang menderita kanker paru-paru saat ini bukanlah perokok tetapi mantan perokok. Ada beberapa kanker yang berhubungan dengan merokok selain kanker paru-paru, dan bagi mereka yang sudah menderita kanker, berhenti merokok dapat meningkatkan usia harapan hidup.

Baca juga: Cara Ampuh Mengatasi Batuk: Ikuti Tips Manjur Ini

Usia
Usia adalah faktor risiko penting untuk kanker paru-paru, karena penyakit ini menjadi lebih umum seiring bertambahnya usia. Namun orang dewasa muda dan bahkan anak-anak dapat terkena kanker paru-paru juga.

Perokok pasif
Sejumlah besar penelitian telah menemukan bahwa asap rokok meningkatkan risiko kanker paru-paru untuk perokok pasif sebesar 20% hingga 30% dan bertanggung jawab atas sekitar 7.000 kasus kanker paru-paru setiap tahun di Amerika Serikat. Di sisi lain, sebuah studi kohort prospektif besar terhadap lebih dari 76.000 wanita, yang diterbitkan dalam Journal of National Cancer Institute, mengkonfirmasi hubungan yang kuat antara merokok dan kanker paru-paru, tetapi tidak menemukan hubungan antara penyakit kanker paru dan perokok pasif.

Polusi udara
Polusi udara luar mungkin tampak sebagai penyebab yang jelas, tetapi polusi udara dalam ruangan dari penggunaan batubara untuk memasak dan memanaskan makanan juga merupakan faktor risiko penting untuk kanker paru-paru. Meskipun lebih banyak terjadi di negara-negara berkembang, asap dari kompor kayu dan dari memasak di dalam ruangan dengan ventilasi yang buruk adalah penyebab penting kanker paru-paru di seluruh dunia.

Paparan Kimia
Paparan bahan kimia dan zat, seperti formaldehyde dan asbestos, silica, chromium, merupakan faktor risiko penting untuk kanker paru-paru — terutama jika dikombinasikan dengan merokok. Anda dapat terpapar zat-zat ini di dalam rumah, tetapi paparan di tempat kerja terhadap bahan kimia dan zat ini dianggap sebagai penyebab signifikan kanker paru-paru.

Beberapa bahan kimia industri yang terkait dengan kanker paru-paru meliputi:

  • Asbes
  • Arsen
  • Senyawa kromium
  • Senyawa nikel
  • PAH (hidrokarbon aromatik polisiklik)
  • Vinyl klorida
  • Debu kayu
  • Silika kristal (debu silika)

Radiasi
Radiasi, radiasi sinar X dan radiasi gamma dalam bentuk radioterapi, radiasi diagnostik, dan radiasi lingkungan, merupakan faktor risiko kanker paru-paru. Orang yang menjalani terapi radiasi di dada untuk kanker seperti penyakit Hodgkin (sejenis limfoma) atau radiasi post-mastektomi untuk kanker payudara memiliki peningkatan risiko terkena kanker paru-paru. Terapi radiasi setelah lumpektomi untuk kanker payudara tampaknya tidak meningkatkan risiko. Risiko lebih tinggi ketika radiasi diterima pada usia yang lebih muda dan dapat bervariasi tergantung pada dosis radiasi yang diterima.

Baca juga: Fakta Penyakit TBC (Tuberkulosis) Yang Harus Diketahui

Penyakit paru paru
Meskipun penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) dan kanker paru-paru keduanya disebabkan oleh merokok, COPD adalah faktor risiko independen untuk kanker paru-paru. Ini berarti bahwa jika dua orang merokok dengan jumlah yang sama, atau jika sama-sama tidak merokok, orang yang terkena COPD akan lebih mungkin terkena kanker paru-paru. Secara keseluruhan, kemungkinan seseorang yang menderita COPD akan menderita kanker paru-paru adalah dua kali hingga empat kali lebih tinggi daripada seseorang yang tidak memiliki COPD, dan risikonya bahkan lebih besar di antara perokok berat. Asma juga tampaknya menjadi faktor risiko. Diperkirakan bahwa fibrosis paru meningkatkan risiko kanker paru sebesar 40%. TBC juga meningkatkan risiko.

Infeksi
Sebagian besar tidak sering menganggap infeksi sebagai penyebab kanker, tetapi 10% kanker di Amerika Serikat dan sekitar 25% di seluruh dunia terkait dengan penyakit menular. Studi telah menemukan hubungan antara infeksi human papillomavirus (HPV) dan kanker paru-paru, meskipun belum diketahui apakah ini berarti hanya ada korelasi atau jika, sebaliknya, HPV adalah penyebab yang sebenarnya.

Faktor Risiko Gaya Hidup
Merokok dan paparan asap rokok adalah dua faktor risiko utama yang dapat Anda modifikasi. Jika kesulitan untuk berhenti, bicarakan dengan dokter tentang penggunaan alat bantu untuk menghentikan rokok. Selain itu, nilailah kebiasaan Anda secara keseluruhan untuk melihat apakah Anda dapat memperbaiki gaya hidup Anda yang dapat mengurangi risiko kanker paru-paru.

Suplemen Diet dan Makanan
Produk olahan daging, gorengan dan cabai telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker paru-paru. Meskipun beberapa penelitian menunjukkan bahwa karotenoid menurunkan risiko kanker paru-paru, hasilnya tetap tidak jelas. Dan pada beberapa studi bahkan mengindikasikan bahwa suplemen vitamin A dosis tinggi bisa berbahaya

Alkohol
Dari analisis yang dikumpulkan dari 7 studi prospektif kanker paru-paru dan 3.137 kasus kanker paru-paru, risiko kanker paru-paru sedikit lebih besar ditunjukkan di antara orang-orang yang mengkonsumsi sedikitnya 30 gram (0,6 ons) per hari alkohol murni.
Telah direview oleh: dr. Sylvani Gani

Source: https://www.verywellhealth.com/lung-cancer-causes-2249267