Neurofeedback Therapy untuk ADHD

Pernah dengar apa itu Neurofeedback Therapy? Jika belum, Neurofeedback Therapy adalah suatu terapi untuk meningkatkan kecerdasan atau memori. Terapi ini dikenal dengan nama lain, EEG Biofeedback. Terapi ini dilakukan untuk membantu otak untuk melatih jalur saraf sehingga berbagai wilayah otak dapat berfungsi dengan baik. Jenis terapi ini dapat dilakukan untuk anak yang memiliki gangguan ADHD ( Attantion Deficit Hyperactivity Disorder). Penasaran bagaimana proses Neurofeedback Therapy untuk ADHD? Temukan jawabannya lewat ulasan berikut ya!

Neurofeedback Therapy

Neurofeedback Therapy untuk ADHD bisa dilakukan di klinik atau rumah sakit.

Gambaran Umum Neurofeedback Therapy

Neurofeedback Therapy atau yang biasa dikenal dengan istilah EEG Biofeedback adalah suatu teknik yang dapat digunakan untuk mengontrol beberapa fungsi tubuh. Selama biofeedback, Anda akan terhubung dengan sensor listrik yang membantu Anda menerima informasi tentang tubuh. Pada intinya, biofeedback memberi kemampuan untuk mengontrol tubuh untuk meningkatkan kondisi kesehatan atau kinerja fisik. Teknologi ini dapat membantu mengatasi beberapa keluhan, seperti ADHD, autisme, gangguan kecemasan dan emosi, insomnia, migrain, bahkan sampai proses pemulihan stroke.

Proses Kerja Neurofeedback Therapy

Neurofeedback Therapy diperuntukan bagi gangguan yang berkaitan dengan disregulasi otak, seperti ADHD. ADHD adalah suatu kondisi yang terjadi pada anak-anak ditandai dengan perilaku hiperaktif, impulsif, dan kurangnya perhatian. Namun, ada beberapa upaya pengobatan yang bisa Anda coba. Salah satunya dengan Neurofeedback atau EEG Biofeedback.

Neurofeedback Therapy untuk ADHD bisa dilakukan di klinik atau rumah sakit. Beberapa jenis perangkat biofeedback dapat mengukur perubahan fisiologis dalam tubuh, seperti aktivitas detak jantung dan perubahan kulit, dengan menggunakan satu atau lebih sensor yang dipasang ke jari atau telinga Anda. Sensor ini nantinya akan dihubungkan ke komputer. Dengan menggunakan grafik komputer, perangkat ini akan membantu Anda mengelola stres dengan membantu mengatur kecepatan pernapasan, merelaksasi otot, dan membantu Anda untuk berpikir positif tentang kemampuan Anda untuk mengatasi masalah yang sedang Anda hadapi.

Studi menunjukkan bahwa jenis perangkat ini efektif dalam meningkatkan respons selama stres dan menimbulkan perasaan tenang dan sejahtera. Jenis lain dari terapi biofeedback melibatkan penggunaan ikat kepala yang memantau aktivitas otak Anda saat bermeditasi. Alat ini menggunakan suara untuk memberi tahu Anda saat pikiran menjadi tenang atau saat sedang aktif. Hal ini yang dapat membantu Anda untuk belajar mengendalikan respons stres. Informasi dari setiap sesi dapat disimpan di komputer atau perangkat seluler sehingga Anda dapat melacak perkembangan Anda dari waktu ke waktu.

Sensor Electroencephalograph (EEG) akan ditempatkan di kulit kepala. Sensor EEG berfungsi untuk memantau gelombang otak. Sensor EEG tidak masuk ke kulit kepala dan tidak menimbulkan rasa sakit. Jadi, sensor khusus (Elektroda) akan dipasang di kepala dan dihubungkan melalui kabel ke komputer. EEG akan merekam aktivitas otak yang dipersentasikan dengan garis gelombang.

Neurofeedback therapy untuk ADHD dapat membantu penderita ADHD mengubah gelombang otak untuk menjadi lebih fokus. Hal tersebut membantu memberikan kendali terhadap gangguan ADHD. Terdapat 4 gelombang yang dibuat oleh otak, yakni gelombang alfa (sedang), beta (cepat), theta (lambat), dan delta (tidur nyenyak). Biasanya orang denggan gejala ADHD memiliki lebih banyak gelombang theta daripada orang lain dan gelombang beta yang lebih sedikit. Beberapa ilmuan percaya bahwa melatih otak untuk meningkatkan gelombang beta yang cepat dan menurunkan gelombang theta yang lambat bisa memperbaiki gejala ADHD.

Neurofeedback Therapy

Egg Biofeedback memberi kemampuan untuk mengontrol tubuh untuk meningkatkan kondisi kesehatan atau kinerja fisik.

Tahapan Pemeriksaan Neurofeedback Therapy
Ada beberapa proses yang dilakukan saat terapi. Pemeriksaan neurofeedback terapi terbagi menjadi tiga tahap diantaranya sebagai berikut.

1. Tahapan Sebelum Tes
Tahap pertama sebelum melakukan pemeriksaan EEG Biofeedback, Anda dapat memberitahu kepada dokter perihal obat yang sedang dikonsumsi atau masalah alergi obat. Dokter biasanya memberi tahu agar mencuci rambut sehari sebelum melakukan terapi.

2. Tahapan Selama Tes
Tahapan yang dilakukan selama tes berlangsung, Anda akan diminta berbaring di tempat yang telah disediakan. Nantinya akan ada seseorang yang bertugas menempatkan beberapa sensor di kulit kepala. Sensor ini biasa disebut elektroda yang bertugas mengambil aktivitas dari sel-sel di dalam otak yang disebut neuron. Aktivitas sel-sel tersebut akan dikirimkan langsung ke mesin. Hasilnya berupa serangkaian garis yang terekam pada kertas bergerak pada layar komputer.

3. Tahapan Setelah Tes
Terakhir tahapan setelah tes, seseorang akan bertugas untuk melepas sensor yang ada di kepala dan membersihkan lem yang menempel. Jika tidak ada masalah dan dokter memberikan izin Anda sudah bisa pulang maka dokter akan mengizinkan Anda untuk pulang.


Neurofeedback Therapy untuk Gejala ADHD

Dilansir dari WebMD, ada beberapa penelitian yang melibatkan lebih dari 250 anak menunjukkan neurofeedback dapat membantu memperbaki gejala ADHD. Namun, beberapa penelitian lain mendapatkan hasil berbeda, bahwa neurofeedback tidak memberi keuntungan bagi penderita ADHD. Jadi, sampai saat ini belum ada cukup bukti yang kuat mengenai kegunaan neurofeedback untuk ADHD dan masih dibutuhkan penelitian lanjutan.

Manfaat Lain Neurofeedback Therapy


Pemeriksaan Neurofeedback dapat dilakukan untuk mendiagnosis gangguan otak lain seperti epilepsi dan kejang. Selain itu, Neurofeedback Therapy juga bermanfaat untuk penyakit lain seperti, tumor otak, ensefalopati, peradangan otak, gangguan tidur, serta trauma pada otak. Neurofeedback therapy bisa dilakukan pada seseorang dengan koma persisten untuk mengkonfirmasi kematian otak. Pemeriksaan EEG Biofeed back berkelanjutan bisa digunakan untuk membantu menemukan tingkat anastesi yang tepat pada seseorang yang mengalami koma.

Persiapan Sebelum Neurofedback Therapy

Sebenarnya tidak ada persiapan khusus yang perlu dilakukan sebelum melakukan terapi ini. Jika Anda ingin melakukan neurofeedback terapi, berkonsultasilah terlebih dahulu pada dokter yang memiliki informasi terkait biofeedback terapi. Anda perlu mengetahui lisensi kesehatan seorang praktisi biofeedback yang akan menangan terapi ini. 6 poin pertanyaan ini bisa Anda tanyakan langsung kepada praktisi biofeedback:

  • Apakah Anda berlisensi, bersertifikat atau terdaftar?
  • Apa pelatihan dan pengalaman Anda?
  • Apakah Anda memiliki pengalaman memberikan biofeedback untuk kondisi saya?
  • Menurut Anda, berapa banyak sesi biofeedback yang saya perlukan?
  • Berapa biayanya dan apakah ditanggung oleh asuransi kesehatan?
  • Bisakah Anda memberikan daftar rujukan?

Kapan Perlu Pemeriksaan Neurofeedback?

Pemeriksaan neurofeedback dapat dilakukan saat dokter Anda mengetahui adanya gejala atau tanda yang berkaitan dengan gangguan pada otak. Neurofeedback terapi bisa dilakukan di klinik atau rumah sakit. Ciputra Medical Center menyediakan layanan Mind and Behavior Clinic yang menangani masalah berkaitan dengan disregulasi otak. Neurofeedback terapi juga bisa digunakan untuk Anda yang ingin mengetahui performa fungsi otak. Hal ini akan membawa progres yang positif. Bagaimana tertarik mencobanya?


Telah direview oleh dr. Sylvani Gani

Source: