ADHD adalah gangguan mental yang menyebabkan penderita terutama anak-anak mengalami perilaku impulsif dan super aktif. ADHD tidak bisa disembuhkan secara total, namun perawatan yang tepat bisa membantu mengendalikan gejalanya. Pengobatan ADHD meliputi gabungan dari kombinasi obat-obatan, psikoterapi, pelatihan keterampilan dan sosial, hingga perubahan gaya hidup sehat seperti makan makanan bergizi, cukup tidur dan olahraga.

Ada banyak pilihan pengobatan ADHD pada anak yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk menemukan yang terbaik, orang tua sebaiknya bekerja sama dengan pihak lain yang terlibat dalam kehidupan anak, seperti guru, pelatih, anggota keluarga, terapis, dan penyedia layanan kesehatan.
American Academy of Pediatrics (AAP) menyarankan untuk anak dengan ADHD yang berusia di bawah 6 tahun, orang tua sebaiknya mengikuti pelatihan manajemen perilaku terlebih dahulu sebelum memikirkan penggunaan obat-obatan. Sedangkan anak usia 6 tahun ke atas, pengobatan yang disarankan adalah kombinasi terapi perilaku dan obat-obatan.
Rencana Perawatan Anak-anak Usia 4-6 tahun
Terapi anak ADHD pertama yang perlu anak-anak usia 4-6 tahun lakukan meliputi:
1. Pelatihan Manajemen Perilaku untuk Orang Tua
Terapi pertama untuk anak ADHD usia 4-6 tahun adalah pelatihan manajemen perilaku bagi orang tua. Terapi ini efektif untuk membantu anak mengendalikan perilaku, meningkatkan rasa percaya diri, dan membangun kedekatan dengan orang tua.
Orang tua yang mengikuti pelatihan akan belajar keterampilan dan strategi untuk menghadapi anak mereka, khususnya anak dengan ADHD. Pelatihan ini sebaiknya Anda coba dulu sebelum memutuskan untuk memberikan obat ADHD.
Anak pun akan lebih mampu bersosialisasi di rumah maupun di sekolah. Meski membutuhkan kerja keras, waktu, dan kesabaran, manfaatnya akan anak dan keluarga rasakan.
Sebelum memulai pelatihan, carilah terapis yang fokus pada pelatihan orang tua. Pilih terapis bersertifikat yang programnya telah terbukti efektif untuk anak-anak ADHD.
Baca Juga: Mengenal 5 Penyebab ADHD Pada Anak dan Gejalanya
2. Intervensi Kelas Perilaku
Setelah orang tua mendapatkan pelatihan, intervensi kelas perilaku juga penting jika tersedia. Anak-anak ADHD sering kesulitan mengendalikan impuls, fokus, atau duduk diam sehingga pendekatan ini mendorong perilaku positif di kelas.
Biasanya, intervensi dilakukan oleh guru dan dapat meningkatkan keterlibatan akademis siswa. Pelatihan ini juga mengajarkan manajemen waktu, keterampilan, perencanaan, dan mencegah perilaku negatif anak.
Meskipun lebih sering diterapkan di sekolah dasar, strategi ini efektif untuk segala usia. Penting Anda ingat, manajemen kelas perilaku membutuhkan staf terlatih seperti guru, konselor, atau psikolog sekolah.
Beberapa sekolah mungkin menawarkan perawatan ADHD berupa:
- Manajemen kelas perilaku atau pelatihan organisasi
- Layanan pendidikan khsuus
- Akomodasi untuk mengurangi efek ADHD pada pembelajaran mereka
- Strategi perawatan kelas untuk siswa ADHD
American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan lingkungan sekolah, program, dan penempatan sebagai bagian dari rencana perawatan ADHD. AAP juga menyarankan terapi perilaku yang diberikan guru sebagai pengobatan untuk anak usia sekolah.
Orang tua bisa membicarakan hal ini dengan penyedia layanan kesehatan dan guru untuk mendukung anak dengan ADHD.
3. Konsumsi Obat
Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat telah menyetujui dua jenis obat, stimulan dan non-stimulan, untuk membantu mengurangi gejala ADHD dan meningkatkan fungsi anak. Obat ADHD dewasa maupun anak-anak ini bekerja menenangkan dan meningkatkan kadar dopamin, neurotransmiter yang berperan dalam motivasi, perhatian, dan gerakan.
Selain itu, FDA menyetujui tiga jenis obat non-stimulan sebagai alternatif bagi anak yang tidak mentolerir stimulan. Pilihan obat ini perlu Anda bicarakan dengan dokter untuk menentukan yang paling aman dan sesuai dengan kondisi anak.
4. Psikoterapi
Cara mengobati ADHD selanjutnya adalah konseling psikologis karena penyakit ADHD adalah kondisi perkembangan saraf yang membuat anak kesulitan fokus, mengendalikan dorongan, dan mengatur kegiatan sehari-hari sehingga membutuhkan konseling psikologis.
Selain memberikan pemahaman tentang kondisi anak, konseling juga mengajarkan cara-cara agar anak lebih mudah mengatur diri dan berinteraksi dengan orang lain. Manfaat konseling ini misalnya:
- Membantu anak belajar mengatur waktu dan rencana sehari-hari
- Mengurangi perilaku impulsif atau terburu-buru
- Mengasah kemampuan memecahkan masalah
- Membantu anak menghadapi pengalaman sulit di sekolah atau pergaulan
- Meningkatkan rasa percaya diri
- Membuat hubungan dengan keluarga dan teman lebih baik
- Mengajarkan cara mengendalikan emosi dan amarah
Beberapa jenis konseling yang sering digunakan untuk pengobatan ADHD pada orang dewasa maupun anak-anak:
- Terapi Perilaku Kognitif (CBT): Terapi ini mengajarkan anak cara mengubah pola pikir negatif menjadi positif dan mengelola perilaku sehari-hari. Cara ini juga membantu menghadapi tantangan di sekolah atau rumah dan bisa mendukung masalah kesehatan mental lain, seperti depresi.
- Konseling Keluarga: Terapi ini membantu anggota keluarga memahami ADHD dan belajar cara mendukung anak. Selain itu, terapi ini meningkatkan komunikasi dan keterampilan menyelesaikan masalah di rumah.
Baca Juga: Pentingnya Tes ADHD pada Orang Dewasa
5. Terapkan Gaya Hidup Sehat
Ada beberapa hal sederhana yang bisa membantu anak dengan ADHD merasa lebih baik. Salah satunya adalah rutin bergerak atau berolahraga, karena selain menyehatkan tubuh, olahraga juga membantu menyalurkan energi anak.
Olahraga juga bisa mengurangi kecemasan dan rasa sedih, yang kadang membuat gejala ADHD jadi lebih terlihat. Tidur yang cukup juga penting, dengan waktu tidur yang teratur dan kamar yang tenang dan gelap.
Selain itu, pola makan yang seimbang dan jadwal makan yang rutin sangat membantu. Orang tua juga bisa ngobrol dengan keluarga dan teman tentang kondisi anak agar mendapat dukungan yang lebih baik.
6. Perawatan Mandiri di Rumah
Kondisi ADHD pada anak berbeda-beda, jadi tidak ada satu cara yang cocok untuk semua. Tapi beberapa langkah sederhana di rumah bisa membantu anak lebih teratur dan mandiri.
Beberapa hal yang bisa dilakukan:
- Buat daftar kegiatan harian dan urutkan yang paling penting dulu. Jangan memaksakan anak melakukan semuanya sekaligus.
- Bagi tugas besar menjadi langkah kecil agar lebih mudah dikerjakan, bisa pakai checklist.
- Tempel catatan di tempat yang sering dilihat, misalnya kulkas, cermin, atau meja belajar.
- Catat jadwal atau kegiatan penting di buku agenda atau kalender elektronik.
- Selalu bawa buku catatan atau handphone untuk menulis ide atau hal yang harus diingat.
- Atur tempat penyimpanan dokumen atau barang-barang penting, dan biasakan anak selalu menaruhnya di tempat yang sama.
- Buat rutinitas harian yang konsisten agar anak tahu apa yang harus dilakukan.
- Jangan ragu minta bantuan keluarga atau orang terdekat saat diperlukan.
Baca Juga: ADHD dan Autis pada Anak Tidak Sama, Kenali Perbedaannya
Meski sudah mencoba tips di rumah, anak dengan ADHD kadang tetap butuh bantuan ahli. Konseling bisa membantu anak belajar mengatur diri, fokus, dan menghadapi tantangan sehari-hari dengan lebih tenang.
Di Ciputra Medical Center, tim medis yang siap mendampingi anak dan keluarga. Dengan bimbingan dari tim CMC, anak mendapatkan perawatan yang tepat, sementara orang tua belajar cara mendukung perkembangan anak dengan lebih percaya diri.
Telah direview oleh dr. Edwin Halim
Source:
- Mayo Clinic. Adult Attention Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD). Januari 2026.
- NHS. ADHD in Adults. Januari 2026.





