Merasakan 5 Gangguan Ini pada Telinga Anda? Segera Periksakan ke dokter THT!

Merasakan 5 Gangguan Ini pada Telinga Anda? Segera Periksakan ke dokter THT!

Telinga merupakan panca indera yang berfungsi sebagai alat pendengaran dengan keberadaan koklea (rumah siput) yang berfungsi sebagai indra pendengaran. Telinga manusia normal dapat mendengarkan bunyi pada frekuensi 20Hz sampai 20.000Hz atau yang disebut audiosonik. Selain sebagai alat pendengaran, telinga juga berfungsi untuk menjaga keseimbangan tubuh dengan keberadaan organ equilibrium yang terdapat cairan di dalamnya. Apabila kita bergerak, melalui organ tersebut akan mengirimkan sinyal ke otak untuk dapat mengenali posisi kepala dan otot yang harus menyesuaikan untuk menjaga keseimbangan tubuh.

Dampak dari gangguan kesehatan pada telinga bukanlah sesuatu yang dapat diremehkan. Namun, perhatian untuk menjaga kesehatan tubuh pada masyarakat seringkali lebih mengutamakan pada organ-organ vital seperti jantung, paru-paru, ginjal dan lain-lain. Hal ini menjadikan sebagian besar masyarakat kurang peduli untuk menjaga kesehatan telinganya. Padahal, apabila tidak dijaga kesehatannya dan tidak dilakukan penanganan, seseorang dapat mengalami penyakit telinga seperti Vertigo, Infeksi telinga, Meniere (bengkak pada koklea), bahkan Kanker telinga yang pada suatu tingkat keparahan tertentu dapat membahayakan kondisi hidup seseorang.

Data WHO pada tahun 2012 memperkirakan terdapat 360.000.000 (tiga ratus enam puluh juta) orang yang mengalami gangguan pendengaran di seluruh dunia. Kawasan Asia Tenggara merupakan salah satu area dengan jumlah kasus gangguan pendengaran yang tinggi. Karena hal itu, WHO mencanangkan program Sound Hearing 2030 yang bertujuan agar jumlah kejadian kasus gangguan pendengaran dapat menurun secara signifikan pada tahun 2030. Sebagai respon terhadap program tersebut, Indonesia membentuk Komnas PGPKT (Komite Nasional Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian) dengan target jumlah penderita gangguan pendengaran dapat ditekan hingga 10% pada 2030 mendatang.

Lalu, tanda-tanda kesehatan apakah yang dapat dijadikan sinyal bagi kita untuk memeriksakan kondisi kesehatan telinga kita? Dr. Evan Guterus, Sp. THT dari klinik THT Ciputra Medical Center mengungkapkan, ada beberapa kondisi yang dapat dijadikan tanda untuk memeriksakan telinga anda.

1. Kesulitan mendengarkan lawan bicara.

Kesulitan mendengarkan lawan bicara di akibatkan oleh adanya gangguan pada organ pendengaran. Secara umum, gangguan pendengaran dapat bersifat konduktif (gangguan hantaran) dan sensorineural (gangguan saraf). Gangguan pendengaran konduktif adalah gangguan hantaran udara yang terjadi dari telinga luar menuju telinga tengah. Gangguan sensorineural disebabkan oleh rusaknya sel saraf di dalam rumah siput dan biasanya permanen.

2. Telinga berdenging.

Suara yang muncul dan mengganggu dapat berdenging, siulan, berdesis pada salah satu atau kedua telinga. Apabila seseorang merasakan hal ini disarankan untuk memeriksakan kondisi kesehatan telinga Anda karena ditakutkan terjadi kerusakan sensorik pada telinga bagian dalam. Dapat terjadi akibat sumbatan kotoran telinga, paparan suara keras, infeksi, dan faktor lain seperti hipertiroid, hipertensi, dan masih banyak lagi.

3. Keluar cairan dari telinga.

Cairan yang keluar dari telinga disebabkan oleh infeksi atau pecahnya gendang telinga, dan biasanya berwarna kekuningan. Selain itu, keluarnya cairan dari telinga anda juga dapat disebabkan oleh faktor lain seperti adanya benda asing yang tersangkut, mastoiditis (infeksi pada tulang mastoid, bisul pada bagian dalam telinga, atau tertusuk benda asing (cotton bud & alat pengorek kuping) akibat mengorek telinga terlalu dalam.

THT1

4. Cerumen (kotoran telinga) menumpuk

Hal ini dapat terjadi akibat adanya produksi earwax yang diproduksi oleh salah satu kelenjar pada telinga. “sebetulnya earwax berfungsi untuk menangkap partikel-partikel asing seperti debu yang masuk ke dalam telinga seseorang. Normalnya, earwax akan keluar bersama dengan partikel kotoran dan debu di dalamnya dengan sendirinya. Namun, untuk beberapa kasus dimana pasien memiliki saluran telinga yang kecil atau tidak normal, akan mudah terjadi penumpukan cerumen.”, ungkap Dr. Evan Gunterus, Sp. THT

5. Pusing yang mengganggu keseimbangan tubuh

Rasa pusing yang menganggu keseimbangan tubuh anda dapat juga terasa seperti anda sedang melayang dan berputar-putar (kunang-kunang). Hal ini terjadi akibat adanya gangguan pada sistem keseimbangan tubuh dan dapat berujung pada mual atau muntah.

Apabila hal ini terjadi pada Anda, segera periksakan kesehatan telinga anda ke dokter spesialis THT agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin. Jangan abaikan kondisi ini karena apabila tidak ditangani segera, masalah telinga yang anda alami dapat memburuk dan mengganggu aktivitas anda.
Informasi dan Appointment :

Ciputra Medical Center

(+62) 21 298 81 37 /

www.ciputramedicalcenter.comFacebook: Ciputra Medical Center

Instagram: @ciputramedicalcenter