Tips Ajarkan Sopan Santun Pada Anak

Tips Ajarkan Sopan Santun Pada Anak

Tips ajarkan sopan santun pada anak akan dibahas pada artikel kesehatan Ciputra Medical Center kali ini untuk membantu setiap orang tua yang bingung bagaimana mengajakan sopan santun pada anak sedari kecil.

Dari bersendawa di depan umum hingga tidak berjabat tangan, tidak semua anak-anak memiliki tatakrama yang baik secara alami. Banyak cara untuk mengubah monster kecil Anda menjadi manusia yang beradab.

Berikut adalah tiga saran terbaik dari para guru tatakrama:

 

Ceritakan Kisah: Tips Ajarkan Sopan Santun

Anda tidak dapat ‘berkhotbah’ mengenai sopan santun. Anak-anak hanya akan mendengar, “Blah, blah, blah.” Sebaiknya bumbui ajaran Anda dengan kisah-kisah yang menarik tentang perilaku, saran Peggy Post, direktur Emily Post Institute dan penulis lebih dari selusin buku tentang etiket. Kisah-kisah itu akan melekat pada mereka dan membantu mereka mengingat untuk melakukan apa yang Anda sarankan.

Misalnya Anda ingin anak-anak Anda melakukan kontak mata dan berjabat tangan dengan kuat ketika mereka bertemu orang-orang. Namun, mengapa kita berjabat tangan? “Anda mengulurkan tangan untuk menunjukkan Anda tidak memegang senjata – atau setidaknya itulah yang mereka lakukan di abad pertengahan,” kata Post.

Bagaimana dengan menginginkan anak-anak melepas topi mereka di meja? Latihan tatakrama itu juga berasal dari masa para ksatria, yang melepaskan helm mereka atau mengangkat pelindung mereka di meja sehingga orang-orang akan tahu apakah mereka teman atau musuh. Berbicara tentang senjata dan ksatria akan membuat anak-anak cukup tertarik untuk memperhatikan pelajaran Anda tentang perilaku yang baik. “Anak-anak suka cerita itu, dan mereka tidak melupakannya,” kata Post.

 

Buatlah Lagu yang Menarik: Tips Ajarkan Sopan Santun

Pakar etika bisnis dan anak-anak Patricia Tice, Ph.D., pemilik Etiquette Iowa, menginstruksikan klien anak untuk menyanyikan lagu yang liriknya berisi tatakrama yang ingin diajarkan. Tice juga menyarankan untuk menambahkan pelajaran kesehatan dan perilaku bersama dengan lagu tersebut. “Saya mengajar anak-anak bahwa kita mengambil makanan untuk tubuh kita karena itu bahan bakar,” katanya. “Ini membantu kita berpikir. Ini membantu kita bermain olahraga. Tetapi ketika tubuh kita menggunakan bahan bakar itu, kadang-kadang harus melakukan ‘sendawa atas’ atau ‘sendawa bawah’. Tidak apa-apa. Kamu hanya harus berhati-hati agar kamu tidak melakukannya untuk menyinggung orang lain. ”

 

Latihan: Tips Ajarkan Sopan Santun

Anggaplah Anda ingin pergi ke restoran tanpa membiarkan anak-anak Anda bertingkah. Maka berlatihlah di rumah terlebih dahulu. Gunakan piring dan gelas asli, serbet kain dan taplak meja, dan mungkin bahkan semua orang berdandan layaknya sedang makan malam di restoran.

Tetapkan beberapa aturan makan malam yang jelas, termasuk mengatakan “tolong” dan “terima kasih” ketika meminta orang lain untuk mengoper sesuatu, mengunyah dengan mulut tertutup, tidak berbicara dengan mulut penuh, dan memegang peralatan seperti sebuah pensil, bukan sekop. Setelah semua orang mengikuti aturan dengan sukses, seluruh keluarga menang! Hadiah? Makan malam yang enak di restoran keren … termasuk makanan penutup!

“Jangan mengomentari setiap hal kecil dan jadilah seorang sersan yang bijak,” saran Post. “Tata krama meja bukanlah sesuatu yang alami. Kita terbiasa makan dengan tangan kita. Hal ini berkembang menjadi cara memasukkan makanan ke dalam mulut kita tanpa membuat orang lain jengkel.”

Baca juga:  10 Cara Mencegah Bullying Sekolah

 

Telah direview oleh dr. Lettisia Amanda

Source: https://www.webmd.com/parenting/guide/teach-kids-manners#1