Sumber vitamin E terbaik bisa Anda dapatkan dari makanan seperti kacang-kacangan, biji-bijian, minyak zaitun, alpukat, kiwi, mangga, hingga sayuran hijau seperti bayam. Jenis makanan ini bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, meningkatkan fungsi saraf dan otak, hingga menjaga kesehatan kulit.

Sayuran berdaun hijau yang memiliki kandungan vitamin E tinggi ada pada bayam dan brokoli.
Vitamin E adalah vitamin yang membantu melindungi sel tubuh dan menjaga kesehatan kulit serta daya tahan tubuh. Tubuh memerlukan vitamin ini setiap hari agar organ bisa bekerja dengan baik.
Kebutuhan vitamin E harian untuk orang dewasa sekitar 15 mg per hari. Jika kebutuhan ini tidak terpenuhi, tubuh bisa lebih mudah lelah, kulit terlihat kurang sehat, dan imun jadi melemah.
Makanan yang Mengandung Vitamin E
Untuk memenuhi kebutuhan vitamin E harian, tidak selalu harus mengandalkan suplemen. Ada banyak sumber vitamin E yang bisa Anda dapatkan dengan mudah dari makanan sehari-hari.
Berikut beberapa jenis makanan yang mengandung vitamin E dan baik untuk dikonsumsi:
1. Minyak Nabati
Minyak nabati seperti minyak kelapa, zaitun, canola, dan margarin juga merupakan sumber vitamin E yang mudah ditemukan sehari-hari. Jenis minyak ini umumnya mengandung lemak sehat yang bermanfaat bagi tubuh.
Beberapa minyak cocok untuk memasak, sedangkan lainnya lebih baik Anda konsumsi langsung seperti pada salad. Namun, karena minyak tinggi kalori, sebaiknya gunakan secukupnya saja.
Baca Juga: Beragam Manfaat Vitamin B Kompleks Berdasarkan Jenisnya
2. Sayuran Berdaun Hijau
Sayuran seperti bayam dan brokoli mengandung vitamin E, serta kaya vitamin K, C, A, dan antioksidan. Meskipun sebagian besar sayuran tidak tinggi vitamin E, mengonsumsinya tetap memberikan manfaat nutrisi yang baik.
Satu porsi sayuran matang, misalnya satu mangkuk, sudah cukup untuk melengkapi kebutuhan gizi harian. Sayuran ini juga membantu menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
3. Kacang-Kacangan
Kacang-kacangan seperti almond dan kedelai merupakan sumber vitamin E yang baik. Selain itu, kacang juga mengandung vitamin B kompleks, zinc, kalium, magnesium, dan zat besi.
Vitamin E lebih mudah terserap ketika dikonsumsi bersama lemak, dan kacang sudah mengandung lemak sehat yang membantu proses penyerapan. Karena itu, makan kacang dapat membantu memenuhi kebutuhan vitamin E dengan lebih efektif.
4. Makanan Laut
Ikan seperti salmon, udang, dan kerang mengandung vitamin E serta nutrisi penting lain, seperti omega-3 dan protein berkualitas tinggi. Kandungan ini membantu menjaga kesehatan imun, kulit, dan fungsi sel.
Vitamin E dalam makanan laut bekerja bersama omega-3 sehingga memberikan manfaat tambahan untuk kesehatan jantung dan mengurangi peradangan. Konsumsi rutin seafood dapat membantu menurunkan risiko penyakit kronis.
5. Buah Kiwi
Kiwi mengandung vitamin E yang berperan sebagai antioksidan untuk melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar matahari. Dalam satu buah kiwi seberat 69 gram terdapat sekitar 1 mg vitamin E.
Kulitnya yang berbulu dan dagingnya yang hijau kaya vitamin C dan E, sehingga baik untuk menjaga kesehatan kulit. Mengonsumsi satu buah kiwi dapat membantu membuat kulit tampak lebih muda dan meningkatkan daya tahan tubuh.
6. Buah Mangga
Mangga memiliki rasa manis dan segar, serta kaya vitamin E, A, C, dan K yang bermanfaat untuk daya tahan tubuh dan kesehatan jantung. Dalam 100 gram mangga terdapat sekitar 1 mg vitamin E.
Satu buah mangga utuh mengandung kurang lebih 1,5 mg vitamin E. Selain itu, mangga juga kaya serat dan vitamin B6 yang membantu menjaga kesehatan pencernaan dan imun tubuh.
7. Alpukat
Alpukat adalah buah yang kaya vitamin E dan juga mengandung kalium serta serat yang baik untuk kesehatan jantung, otak, dan pencernaan. Dalam 100 gram alpukat terdapat sekitar 2 mg vitamin E.
Jika Anda mengonsumsi satu buah alpukat ukuran sedang, Anda bisa mendapatkan sekitar 4,2 mg vitamin E. Jumlah ini setara dengan sekitar 28% kebutuhan vitamin E harian.
Baca Juga: Vitamin A untuk Anak, Ketahui Manfaat, Dosis, dan Sumbernya
4. Blackberry
Blackberry merupakan buah rendah kalori dan tinggi serat yang kaya antioksidan. Warna gelapnya menunjukkan kandungan senyawa alami yang baik bagi kesehatan.
Satu gelas blackberry mengandung sekitar 1,7 mg vitamin E, setara dengan 11% kebutuhan harian. Buah ini juga bermanfaat untuk mengurangi peradangan dan menunjang kesehatan jantung.
5. Jambu
Jambu adalah buah yang baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh karena mengandung vitamin C dan vitamin E. Buah ini juga memiliki rasa segar yang mirip stroberi atau pir.
Satu potong jambu biji ukuran sedang mengandung sekitar 1,2 mg vitamin E. Jumlah ini setara dengan sekitar 8% kebutuhan vitamin E harian.
6. Pepaya
Pepaya mengandung vitamin E dan enzim alami yang baik untuk kesehatan kulit. Enzim pada pepaya dapat membantu mengangkat sel kulit mati sehingga kulit tampak lebih cerah.
Satu gelas pepaya yang sudah dipotong mengandung sekitar 0,4 mg vitamin E, atau sekitar 3% kebutuhan harian. Pepaya bisa menjadi pilihan buah yang mudah ditemukan dan bermanfaat untuk membantu memenuhi kebutuhan vitamin E tubuh.
7. Stroberi
Stroberi memiliki rasa segar dan bisa Anda konsumsi langsung atau terolah menjadi berbagai makanan seperti salad, selai, dan kue. Satu gelas stroberi mengandung sekitar 0,5 mg vitamin E, atau sekitar 3% kebutuhan harian.
Buah ini juga kaya vitamin C dan omega-3 yang bermanfaat untuk kesehatan rambut. Nutrisi tersebut dapat membantu mencegah ketombe, memperkuat rambut, dan membuatnya lebih sehat serta mudah diatur.
8. Aprikot
Aprikot merupakan buah berdaging lembut yang mengandung vitamin E, vitamin C, dan beta-karoten yang baik untuk kesehatan. Buah ini juga kaya lutein dan zeaxanthin yang membantu menjaga kesehatan mata.
Selain itu, aprikot termasuk buah yang mengandung zat besi dan kalium. Kandungan nutrisinya membuat aprikot menjadi pilihan yang baik untuk melengkapi kebutuhan vitamin E harian.
Risiko Kelebihan Vitamin E
Vitamin E bisa Anda dapatkan melalui pola makan yang seimbang. Jika dikonsumsi dengan dosis yang sesuai, vitamin E dalam bentuk suplemen biasanya aman.
Namun, penggunaan vitamin E secara rutin dalam dosis tinggi dapat meningkatkan risiko kanker prostat dan masalah kesehatan lainnya. Risiko lebih tinggi terjadi pada orang dengan riwayat penyakit jantung parah seperti stroke atau serangan jantung.
Terlalu banyak vitamin E juga dapat menyebabkan keracunan meskipun jarang terjadi. Kondisi ini bisa menimbulkan beberapa efek samping seperti:
- Diare
- Mual
- Sakit kepala
- Ruam pada kulit
- Nyeri perut
- Kelelahan
- Penglihatan kabur
- Kram usus
- Peningkatan konsentrasi kreatinin dalam urin
Pada dosis yang lebih tinggi, vitamin E juga dapat meningkatkan risiko kematian. Karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya, terutama jika Anda sedang mengonsumsi obat tertentu atau menjalani prosedur medis.
Beberapa obat dapat memengaruhi kadar vitamin E dalam tubuh. Ada juga kekhawatiran bahwa vitamin E dosis tinggi dapat memengaruhi kerja obat seperti kemoterapi, antikoagulan, obat antiplatelet, herbal, dan suplemen lainnya.
Baca Juga: Akibat Kekurangan Vitamin C: Tanda dan Diagnosisnya
Bila mengalami efek sampingnya, Anda bisa mengunjungi Ciputra Medical Center terdekat untuk konsultasi kesehatan.
Ciputra Medical Center menyediakan beragam layanan kesehatan mulai dari konsultasi dengan dokter umum, psikiater, hingga Medical Check Up (MCU). Mari percayakan kesehatan Anda dan keluarga Anda di Ciputra Medical Center!
Telah direview oleh dr. Edwin Halim
Source:
- Health. 11 Foods to Naturally Boost Your Vitamin E Intake. November 2025.
- GoodRX. Are You Getting Enough Vitamin E? . November 2025.
- Today. 9 Fruits With the Most Vitamin E, According to Dietitians. November 2025.




