Cara mengatasi keputihan gatal dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan, menggunakan obat keputihan di apotek, hingga mencoba cara alami. Perlu Anda waspadai bila keputihan menggumpal, berbau tidak sedap, berubah warna, atau menimbulkan rasa sakit karena bisa jadi tanda kondisi yang tidak normal.

Keputihan yang terasa gatal bisa disebabkan oleh infeksi jamur, bakteri, iritasi, hingga kebersihan area kewanitaan yang kurang terjaga. Kondisi ini tentu membuat tidak nyaman dan bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan.
Keputihan tidak selalu berbahaya, karena yang normal biasanya berwarna bening atau putih susu, tidak berbau menyengat, dan tidak menimbulkan gatal atau nyeri. Jika muncul keluhan di luar ciri tersebut, keputihan kemungkinan sudah tidak normal dan perlu Anda periksa lebih lanjut.
Cara Mengatasi Keputihan Gatal
Keputihan yang muncul rasa gatal tentu membuat tidak nyaman dan bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini bisa karena infeksi jamur, bakteri, atau faktor kebersihan area kewanitaan.
Agar tidak semakin parah, ada beberapa langkah sederhana yang bisa Anda lakukan sebagai cara mengatasi gatal pada kemaluan akibat keputihan sekaligus menjaga kesehatan organ intim. Berikut cara mengatasinya:
- Jaga kebersihan area kewanitaan. Cukup bilas dengan air bersih tanpa menggunakan sabun karena sabun dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik.
- Gunakan air hangat saat berendam. Berendam dengan air hangat (bukan panas) bisa membantu mengurangi rasa gatal.
- Hindari douching dan tren berbahaya. Membersihkan vagina dengan cara douching atau melakukan vaginal steaming sebaiknya Anda hindari. Kebiasaan ini justru dapat menghilangkan bakteri baik dan meningkatkan risiko infeksi.
- Stop penggunaan produk beraroma. Hindari penggunaan pewangi, semprotan, atau bedak di area kewanitaan karena bisa memicu iritasi dan memperparah gatal.
- Gunakan pembalut, bukan tampon saat infeksi. Saat mengalami keputihan gatal, lebih aman memakai pembalut dibanding tampon agar area lebih terjaga kebersihannya.
- Kontrol gula darah bila punya diabetes. Bagi penderita diabetes, menjaga kadar gula darah tetap stabil sangat penting karena gula darah tinggi dapat memperparah keputihan.
- Pilih pakaian yang longgar dan nyaman. Gunakan pakaian longgar dan hindari panty hose agar area kewanitaan mendapat sirkulasi udara yang baik.
- Gunakan celana dalam berbahan katun. Katun menyerap keringat lebih baik dibanding bahan sintetis sehingga mengurangi kelembapan yang memicu pertumbuhan jamur.
- Coba tanpa memakai celana dalam. Sesekali tidak menggunakan celana dalam, terutama saat tidur, bisa membantu area kewanitaan lebih bernapas dan tetap kering.
- Bersihkan area kewanitaan dengan benar. Saat mandi atau setelah buang air, bersihkan dengan cara membasuh dari depan ke belakang untuk mencegah bakteri masuk ke vagina.
- Praktikkan seks yang aman. Menggunakan kondom saat berhubungan seksual dapat mencegah penyebaran infeksi yang dapat memperparah keputihan.
Baca Juga: Ciri-Ciri Keputihan Tidak Normal Saat Hamil yang Berbahaya
Cara Alami untuk Mengurangi Gatal pada Vagina
Keputihan yang gatal sering kali membuat rasa tidak nyaman, bahkan bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini karena infeksi jamur, bakteri, atau iritasi tertentu.
Selain menggunakan obat keputihan, ada juga beberapa cara alami yang bisa membantu meredakan gatal sekaligus menjaga kesehatan area kewanitaan. Berikut beberapa pilihan cara menghilangkan keputihan secara alami yang bisa Anda coba di rumah.
1. Probiotic Supplements
Probiotik bisa membantu menambah jumlah bakteri baik di vagina dan usus. Dengan begitu, keseimbangan flora tetap terjaga sehingga gatal berkurang dan risiko infeksi dapat Anda cegah. Probiotik tersedia dalam bentuk kapsul, cairan, atau tablet yang mudah ditemukan di apotek maupun toko kesehatan.
2. Greek Yogurt
Yogurt, khususnya Greek yogurt, mengandung bakteri baik seperti Lactobacillus acidophilus yang bermanfaat untuk melawan jamur penyebab keputihan menggumpal. Mengonsumsi yogurt tanpa tambahan gula bisa menjadi salah satu cara menjaga kesehatan vagina secara alami.
3. Antifungal Cream
Jika gatal karena infeksi jamur, penggunaan krim antijamur yang tersedia sebagai obat keputihan di apotek bisa menjadi pilihan. Krim ini bekerja membunuh jamur penyebab infeksi sehingga rasa gatal mereda. Untuk menjaga kenyamanan, gunakan pantyliner saat memakai krim atau suppositoria vagina.
4. Vitamin E
Vitamin E terkenal baik untuk kesehatan kulit, termasuk area kewanitaan. Menggunakan vitamin E dalam bentuk krim atau suplemen dapat membantu mengurangi rasa gatal, iritasi, dan kekeringan pada vagina. Ini bisa menjadi salah satu cara sederhana dalam cara mengatasi keputihan yang gatal sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman.
5. Baking Soda
Baking soda dapat Anda gunakan sebagai campuran mandi atau larutan bilas untuk membantu mengurangi rasa gatal. Larutan ini bisa membantu meredakan iritasi ringan pada area kewanitaan, terutama jika gatal karena kulit kering.
6. Oatmeal
Mandi dengan tambahan oatmeal dapat membantu menenangkan kulit yang gatal akibat iritasi atau kondisi kulit tertentu. Oatmeal memiliki efek menenangkan sehingga bisa menjadi pilihan alami untuk meredakan gatal pada vagina akibat keputihan.
Dengan menerapkan beberapa cara alami di atas, gejala gatal bisa berkurang dan kesehatan area kewanitaan lebih terjaga. Namun, bila keluhan berlangsung lama atau semakin parah, penting untuk segera memeriksakan diri ke tenaga medis agar mengetahui penyebab keputihan gatal dan cara mengatasinya secara tepat.
Baca Juga: Kenali Penyebab Keputihan saat Hamil Normal dan Abnormal
Kapan Harus ke Dokter?
Rasa gatal pada vagina umumnya bisa mereda dengan perawatan sederhana di rumah, namun ada kondisi tertentu yang perlu Anda waspadai dan sebaiknya segera periksa ke dokter. Jika keluhan terjadi pada anak di bawah usia 10 tahun, hal ini bisa menjadi tanda adanya masalah serius yang memerlukan perhatian khusus.
Begitu juga bagi wanita yang sudah memasuki masa menopause, karena perubahan hormon dapat memengaruhi kesehatan area kewanitaan dan perlu Anda tangani secara medis. Selain itu, perhatikan jika terjadi perubahan pada cairan keputihan, baik dari segi warna, jumlah, maupun bau, terutama saat sedang hamil.
Kondisi ini bisa menjadi tanda adanya infeksi yang perlu segera Anda tangani agar tidak membahayakan kesehatan ibu maupun janin. Segera temui dokter juga bila ada kemungkinan tertular penyakit menular seksual atau gejala muncul setelah berhubungan dengan pasangan baru, sehingga penanganan bisa Anda lakukan lebih cepat dan tepat.
Baca Juga: Keputihan Berwarna Cokelat Apakah Tanda Infeksi Penyakit?
Jika Anda mengalami masalah keputihan, segera kunjungi Ciputra Medical Center, dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda.
Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Medical Center, mulai Medical Check Up (MCU) hingga konsultasi terkait gizi, hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.
Telah Direview oleh Dr. Ditta
Source:
- MedlinePlus. Vaginal itching and discharge – adult and adolescent. Desember 2025
- healthline. How to Stop Vaginal Itching: 9 Home Remedies. Desember 2025
- Medical News Today. 6 Home remedies for vaginal and vulvar itching. Desember 2025

