Vaksin Pneumonia

Vaksinasi tidak hanya penting diberikan pada bayi, balita, dan anak-anak saja. Namun, orang dewasa yang lebih tua pun memerlukan imunisasi. Vaksinasi pneumonia bisa menjadi contohnya. Vaksin pneumonia merupakan vaksin yang dapat mencegah infeksi pneumokokus. Ya, penumonia merupakan infeksi paru-paru yang menyebabkan batuk-batuk, napas berbunyi dan beberapa gejala lainnya. Lebih jelas, simak ulasan berikut ini!

Kondisi yang disebabkan oleh infeksi pneumokokus, seperti radang paru-paru.

Apa itu Penyakit Pneumonia

Dilansir dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menunjukkan selama tahun 2017 di amerika serikat ditemukan 3 juta orang didiagnosis pneumonia di Unit Gawat Darurat. Lalu, sekitar 50.000 orang meninggal karena pneumonia. Sebagian besar orang yang terkena penumonia adalah orang dewasa di Amerika Serikat. Pneumonia menyerang jutaan orang di seluruh dunia setiap tahun. Vaksin dan pengobatan yang tepat dapat mencegah banyak kematian.

Penyakit pneumokokus disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae. Penyakit ini paling sering menyerang pada anak-anak, tetapi juga dapat terjadi pada orang dewasa. Bahkan untuk lansia dengan kondisi kronis dapat menyebabkan komplikasi yang signifikan. Bakteri pneumokokus dapat menular yang menyebabkan berbagai kondisi. Beberapa di antaranya dapat mengancam jiwa. Kondisi yang disebabkan oleh infeksi pneumokokus meliputi:

  • Radang paru-paru
  • Meningitis
  • Infeksi sinus
  • Infeksi telinga tengah
  • Infeksi aliran darah (bakteremia)

Oleh karena itu, penting bagi banyak orang untuk mendapatkan vaksin pneumonia. Meskipun vaksin pneumonia tidak dapat mencegah semua kasus, vaksin ini dapat menurunkan peluang Anda tertular penyakit. Kalau pun Anda tetap terkena penumonia, Anda mungkin memiliki gejala yang jauh lebih ringan.

Siapa Saja yang Perlu Mendapatkan Vaksin Pneumonia?

Selain anak-anak di bawah usia 5 tahun, orang lanjut usia dan beberapa orang dengan masalah kesehatan perlu mendapatkan vaksinasi pneumonia. Orang lanjut usia di atas 65 tahun perlu mendapatkan vaksinasi pneumonia. Pasalnya seiring bertambahnya usia, sistem kekebalan tubuh tidak bekerja sebaik sebelumnya. Oleh karena itu, lansia harus mendapatkan vaksin ini.

Selain lansia, orang yang memiliki sistem kekebalan lemah juga rentan. Banyak penyakit yang dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh seseorang melemah sehingga kurang mampu melawan penyakit, pneumonia. Misalnya, daya tahan tubuh lemah akibat inveksi HIV.

Pneumonia merupakan infeksi paru-paru yang membuat sulit bernapas. Jika Anda menderita penyakit jantung bawaan, kelainan darah, diabetes, emfisema, asma, atau PPOK (Pernyakit Paru Obstruktif Kronik). Anda cenderung memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Hal itu membuat Anda lebih mungkin terkena pneumonia. Perokok dan orang yang sering minum alkohol juga memiliki sistem kekebalan yang lemah. Saat sel darah putih Anda tidak bekerja sebaik orang dengan sistem kekebalan yang sehat.

Orang yang baru sembuh dari operasi atau penyakit parah yang membutuhkan bantuan pernapasan dengan ventilator juga akan berisiko terkena pneumonia. Hal yang sama juga berlaku pada orang yang selesai menjalani operasi besar atau dalam proses penyembuhan dari cedera serius. Jadi, vaksin penumonia penting diberikan bagi mereka yang memiliki risiko tinggi terinfeksi bakteri pneumokokus.

Vaksin Pneumonia

Vaksin pneumonia merupakan vaksin yang dapat mencegah infeksi pneumokokus.

Jenis Vaksin Pneumonia

Seperti kita ketahui, vaksinasi terhadap infeksi bakteri pneumokokus membantu mencegah dari penyakit pneumokokus. Selain itu, dengan vaksinasi maka membantu mencegah penyakit pneumokokus menyebar di lingkungan sekitar. Ada dua jenis vaksin yang tersedia untuk penyakit pneumonia di antaranya:

  1. PCV13 (Vaksin Konjugasi Pneumokokus)

Vaksin PCV13 memberikan perlindungan terhadap 13 strain bakteri pneumokokus yang umumnya menyebabkan penyakit pada anak-anak dan orang dewasa. Vaksin ini diberikan dalam beberapa dosis tertentu untuk anak-anak. Sedangkan satu dosis untuk orang dewasa. Vaksin PCV13 dapat diberikan untuk anak-anak yang berusia kurang dari 2 tahun. Orang dewasa yang rentan terkena infeksi penumokokus.

  1. PPSV23 (Vaksin Polisakarida Pneumokokus)

Vaksin PPSV23 memberikan perlindungan terhadap 23 strain bakteri pneumokokus yang biasanya diberikan sebanyak satu dosis. Vaksin PPSV23 diberikan pada anak berusia lebih dari 2 tahun, orang dewasa, dan lansia yang dianggap berisiko tinggi terinfeksi pneumokokus. Vaksin PPSV23 memiliki efektifitas untuk mencegah penyakit pneumonia sekitar 50-70%.

Efek Samping Vaksin Pneumonia

Lalu apa efek samping vaksin penumonia? Seperti pada vaksin lainnya, penyuntikan vaksin pneumonia juga menimbulkan efek samping. Efek sampingnya berupa demam ringan, nyeri, kemerahan serta bengkak pada area bekas suntikan. Umumnya efek samping hanya bersifat ringan dan sementara. Seiring waktu efek samping dapat membaik dengan sendirinya.

Namun pada orang yang memiliki riwayat hipersesitivitas terhadap bahan tertentu di dalam vaksin pneumonia dapat mengalami gejala alergi berat hingga anafilaktik syok. Oleh karena itu, jika memiliki riwayat alergi berat terhadap alergen tertentu, sangat penting untuk menyampaikannya kepada dokter sebelum divaksinasi sehingga dapat dilakukan evaluasi kembali boleh tidaknya vaksin tersebut diberikan.

Bagiamana Gejala Penumonia vs Pilek dan Flu?

Sebenarnya rumit untuk membedakan gejalanya. Pasalnya penumonia bisa menjadi komplikasi dari pilek dan flu. Biasanya terjadi pada gejala ringan saat bakteri masuk ke paru-paru, tetapi Anda mulai mendapatkan gejala lain bisa jadi jauh lebih buruk.

Gejala pilek biasanya dimulai perlahan. Dimulai dengan bersin, pilek, sakit tenggorokkan dibandingkan dengan flu atau pneumonia. Pada orang dewasa biasanya pilek tidak menyebabkan demam. Lain halnya saat flu menyerang, seseorang mungkin akan memiliki beberapa gejala, seperti demam, sakit kepala, nyeri, kelelahan, batuk kering. Biasanya gejala tersebut membaik 2-5 hari, tetapi seseorang mungkin mengalami batuk ringan atau sakit tenggorokkan selama 2 minggu. Jika sudah mengalami pneumonia biasanya disertai dengan sesak napas dan dari pemeriksaan saturasi oksigen, kadar oksigen dalam darah dapat menurun.

Jika Anda sedang pilek atau flu yang tidak membaik dengan istirahat dan pengobatan segera memeriksakan diri ke dokter. Apalagi bila Anda memiliki penyakit kronis lain dan sisitem kekebalan tubuh yang lemah atau kemungkinan gejala pneumonia membutuhkan perhatian medis dengan cepat.

Sekarang Anda sudah tahu pentingnya vaksinasi pneumonia dilakukan untuk mencegah infeksi pneumokokus. Bagitu penting mengingat bahaya penyakit yang ditimbulkannya. Meskipun pneumonia seringkali dapat dicegah dan biasanya dapat diobati. Anda harus tetap waspada dan menaruh perhatian pada penyakit ini. Turunkan risiko pneumonia dengan vaksinasi dan menerapkan hidup sehat lainnya. Anda dapat juga mencegah infeksi saluran pernapasan dengan mencuci tangan secara teratur, membersihkan permukaan benda yang banyak disentuh, batuk atau bersin mengelapnya ke tisu, berhenti merokok, dan rutin memeriksakan kesehatan.

Telah direview oleh dr. Valda Garcia

Source: