Beberapa tips melahirkan normal tidak sakit yang bisa dilakukan antara lain rutin olahraga ringan, latihan pernapasan, menjaga posisi tubuh saat kontraksi, serta tetap rileks dengan teknik relaksasi. Dukungan pasangan atau tenaga medis juga penting agar proses persalinan berjalan lebih nyaman.

Persalinan normal adalah proses melahirkan bayi melalui vagina dengan bantuan kontraksi rahim hingga jalan lahir terbuka sempurna. Cara ini banyak dipilih karena lebih alami dan pemulihannya biasanya lebih singkat dibanding metode lain.
Ketika melahirkan normal, rahim akan berkontraksi untuk membuka leher rahim. Ibu hamil tidak perlu khawatir, tubuh akan menyesuaikan otot-otot di sekitar jalan keluar bayi akan melebar sehingga bayi dapat keluar dengan mudah melalui vagina (jalan lahir).
Berdasarkan data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention), ada lebih dari 2,5 juta kelahiran normal pada tahun 2020. Persalinan normal menyumbang sekitar 68% dari semua kelahiran di Amerika Serikat dan 80% kelahiran di seluruh dunia.
Tahapan Persalinan Normal
Persalinan normal dapat dibagi menjadi 2 tahap, fase laten dan aktif. Penjelasannya sebagai berikut:
1. Fase Laten
Pada tahap ini diawali dengan kontraksi dan leher rahim yang mulai terbuka dan menipis. Serviks akan membuka sekitar 4 cm pada persalinan awal.
Baca Juga: Jenis Cek Darah Ibu Hamil yang Perlu Dijalani
2. Fase Aktif
Memasuki fase aktif kontraksi akan semakin kuat. Beberapa orang meminta epidural selama waktu ini karena kontraksi terasa menyakitkan.
Serviks akan membuka mulai dari 4 cm hingga lengkap (10 cm). Setelah melalui kedua fase di atas, tahap persalinan baru bisa dimulai bila mencapai pembukaan sempurna 10 (mulut rahim telah melebar 10 sentimeter).
Ibu akan mulai mendorong merasa adanya tekanan sperti ingin buang air besar. Barulah Anda dapat mengejan sampai bayi keluar melalui vagina.
Tahap terakhir persalinan ketika plasenta keluar. Petugas medis akan meminta Anda untuk mengejan untuk beberapa dorongan lagi.
Tahap ini terjadi setelah bayi Anda lahir dan berlangsung hingga 30 menit.
Cara Melahirkan Normal agar Tidak Sakit dengan Epidural
Proses persalinan nyaman dan minim nyeri akan memberikan memori yang baik bagi ibu. Salah satu cara untuk mewujudkan persalinan normal minim nyeri dengan menyuntikan obat pereda nyeri.
Rasa sakit saat melahirkan normal dapat dikurangi dengan analgesia epidural. Posisi wanita pada saat injeksi harus duduk atau berbaring miring dengan punggung melengkung dan kepala dimiringkan ke depan.
Dokter akan menyuntikkan obat pereda nyeri di sumsung tulang belakang untuk meminimalkan rasa nyeri. Setelah 15-20 menit, epidural bekerja dan Anda tidak merasakan sakit.
Persalinan dengan metode ini memberikan harapan bagi ibu hamil untuk merasakan persalinan normal yang nyaman minimal rasa sakit. Jenis anastesi ini sudah terkenal karena keunggulannya dalam memberikan persalinan minimal rasa sakit baik selama persalinan normal atau operasi Caesar.
Selain itu, epidural menjadi salah satu bentuk anastesi teraman dengan efek samping yang lebih sedikit bagi ibu yang baru saja melahirkan. Wanita yang akan melahirkan akan merasa lega dengan minimal rasa sakit.
Saat kontraksi datang wanita tidak akan merasakan nyeri, tetapi dapat merasakan kontraksi sebagai tekanan. Wanita dapat merasakan bayi keluar melalui jalan lahir, tetapi dengan minimal rasa sakit di dinding vagina.
Semua akan tergantung pada dosis anastesi yang dapat diatur pada waktu yang berbeda selama persalinan.
Apa Manfaat Persalinan Normal dengan Epidural?
Anastesi epidural merupakan jenis analgesia yang cukup aman untuk ibu dan bayi. Ada banyak yang dapat Anda rasakan dengan epidural.
Keuntungan metode analgesia epidural yang dapat Bumil rasakan meliputi:
- Persalinan normal terasa lebih nyaman dan mengurangi rasa sakit
- Epidural meningkatkan pasokan oksigen bayi
- Mengurangi ketegangan pada paru-paru dan jantung wanita saat melahirkan
- Mengurangi rasa cemas dan ketakutan selama melahirkan
- Saat kontraksi, wanita minimal nyeri
- Proses pemulihan lebih cepat
- Pemberian ASI dapat langsung setelah melahirkan
Tips Melahirkan Normal Tidak Sakit dan Lancar
Melahirkan normal memang identik dengan rasa sakit karena tubuh bekerja keras untuk membuka jalan lahir bayi. Rasa sakit ini biasanya berlangsung selama kontraksi hingga proses bayi benar-benar lahir, dengan durasi yang berbeda pada setiap ibu, bisa beberapa jam sampai lebih dari setengah hari.
Berikut adalah beberapa tips agar melahirkan normal bisa terasa lebih lancar dan tidak terlalu menyakitkan:
1. Menjaga Pola Makan Seimbang
Makanan bergizi sangat penting selama kehamilan, karena berpengaruh pada kesehatan ibu dan janin. Jika tubuh sehat, persalinan biasanya terasa lebih mudah dan rasa sakit bisa lebih ringan.
Hindari makanan instan yang tinggi lemak, gula, atau garam, karena justru bisa membuat tubuh cepat lelah. Pilih makanan kaya karbohidrat sebagai sumber energi, protein untuk kekuatan otot, serta susu dan produk olahan yang kaya kalsium demi kesehatan tulang ibu dan tumbuh kembang bayi.
2. Rutin Berolahraga
Olahraga ringan saat hamil membantu tubuh lebih siap menghadapi persalinan yang memang membutuhkan tenaga besar. Selain itu, olahraga juga bisa menurunkan stres, kecemasan, dan menjaga suasana hati tetap stabil.
Tidak perlu olahraga berat, cukup dengan jalan kaki rutin atau berenang yang aman bagi persendian. Konsultasikan dengan dokter kandungan untuk memilih jenis olahraga yang sesuai dengan kondisi tubuh dan usia kehamilan.
Baca Juga: Apa Saja yang Perlu Dilakukan Ibu Hamil?
3. Melakukan Pijatan Hamil
Pijatan khusus ibu hamil bisa membantu mengurangi ketegangan tubuh sekaligus merangsang pelepasan endorfin alami. Efeknya, ibu bisa merasa lebih rileks dan rasa sakit saat kontraksi berkurang.
Sebaiknya lakukan pijatan secara rutin, misalnya seminggu sekali, dengan tenaga terapis yang sudah terlatih. Cara ini juga membuat tubuh lebih siap menghadapi proses persalinan.
4. Membuat Rencana Persalinan
Persiapan mental sama pentingnya dengan persiapan fisik. Dengan mengetahui tahap-tahap persalinan dan pilihan penanganan rasa sakit, ibu akan lebih siap menghadapi situasi.
Namun, perlu diingat bahwa rencana bisa saja berubah sesuai kondisi saat melahirkan. Jadi, tetaplah fleksibel dan ikuti arahan tenaga medis agar proses berjalan dengan aman.
5. Mengikuti Kelas Kehamilan
Kelas persiapan persalinan membantu ibu dan ayah memahami apa yang terjadi selama kehamilan hingga proses melahirkan. Di sini, biasanya diajarkan teknik pernapasan, posisi melahirkan, hingga cara menghadapi kontraksi.
Selain menambah ilmu, kelas ini juga bisa menjadi wadah untuk berbagi pengalaman dengan calon orang tua lain. Dengan begitu, rasa cemas bisa berkurang karena ibu merasa lebih siap.
6. Periksa ke Chiropractor
Kunjungan rutin ke chiropractor bisa membantu mengurangi rasa sakit pada punggung, pinggul, atau sendi yang sering dialami ibu hamil. Posisi tulang belakang yang tepat juga mendukung tubuh lebih nyaman saat persalinan.
Sebaiknya lakukan pemeriksaan sejak trimester awal agar postur tubuh tetap terjaga dengan baik. Dengan begitu, risiko gangguan saat hamil dan menjelang persalinan bisa lebih rendah.
7. Tetap Terbuka pada Perubahan
Persalinan adalah proses alami yang kadang tidak bisa diprediksi. Saat ada perubahan kondisi, usahakan untuk tidak panik dan tetap tenang.
Percayakan pada tim medis yang mendampingi, karena mereka akan selalu memberi arahan terbaik. Sikap terbuka membuat ibu lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan saat persalinan.
8. Latihan Pernapasan
Teknik pernapasan seperti Lamaze bisa membantu mengurangi rasa sakit saat kontraksi. Fokus mengatur napas masuk dan keluar membuat tubuh lebih rileks.
Selain itu, latihan ini membantu mengalihkan pikiran dari rasa nyeri ke ketenangan. Dengan begitu, ibu bisa lebih tenang menghadapi tiap kontraksi.
9. Latihan Kegel dan Peregangan
Kegel bermanfaat untuk melatih otot dasar panggul yang berperan besar saat mengejan. Dengan latihan rutin, otot jadi lebih kuat dan siap membantu proses persalinan.
Peregangan seperti yoga atau pilates juga membantu melenturkan otot-otot tubuh. Gerakan perlahan ini sekaligus melatih tubuh untuk menahan kontraksi yang biasanya berlangsung sekitar satu menit.
10. Menjaga Pikiran Tetap Positif
Rasa takut sering membuat nyeri terasa lebih berat dari seharusnya. Dengan pikiran positif, ibu bisa lebih tenang dan energi tetap terjaga.
Mencari aktivitas menyenangkan atau melakukan hobi juga bisa jadi cara untuk mengalihkan rasa cemas. Semakin rileks, semakin ringan pula proses persalinan.
11. Relaksasi dan Aromaterapi
Aromaterapi dengan minyak esensial bisa membantu menenangkan pikiran. Aromanya dapat memengaruhi hormon dan sistem saraf sehingga rasa sakit berkurang.
Pemakaian bisa dengan cara dipijat atau dihirup melalui diffuser. Efeknya membuat tubuh lebih tenang dan nyaman menghadapi kontraksi.
12. Dukungan dari Orang Terdekat
Kehadiran pasangan, keluarga, atau tenaga medis yang suportif bisa membuat ibu lebih tenang. Dukungan emosional ini sangat berpengaruh pada kelancaran persalinan.
Rasa percaya diri ibu meningkat ketika ada orang yang siap membantu. Hal ini membuat proses melahirkan terasa lebih ringan.
Baca Juga: Pemeriksaan (MCU) Ibu Hamil yang Tidak Boleh Dilewatkan
13. Terapi Tambahan
Beberapa terapi alami bisa membantu mengurangi rasa sakit, seperti berendam air hangat atau akupunktur. Air hangat membuat tubuh terasa ringan dan mengurangi tekanan di punggung.
Sedangkan akupunktur membantu melancarkan sirkulasi darah dan mengurangi stres. Keduanya bisa menjadi pilihan jika difasilitasi dan direkomendasikan oleh dokter.
Jika Anda mengalami gejala persalinan seperti kontraksi teratur, pecah ketuban, keluar lendir bercampur darah, atau nyeri punggung yang semakin kuat, segera periksakan diri ke dokter. Anda bisa mengunjungi Ciputra Medical Center terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Ciputra Medical Center menyediakan beragam layanan kesehatan mulai dari konsultasi dengan dokter umum, psikiater, hingga Medical Check Up (MCU). Mari percayakan kesehatan Anda dan keluarga Anda di Ciputra Medical Center!
Telah direview oleh dr. Denny Khusen., Sp.OG., FICS., CH., CHt.
Source:
- Healthline. What is a Spontaneous Vaginal Delivery?. September 2025.
- Ascensus Health. 7 Helpful Tips to Make Labour Easier. September 2025.
- Chennaigynecologist. Tips for Painless Childbirth. September 2025.






