Penyebab keputihan gatal bisa karena infeksi bakteri, jamur, penyakit menular seksual, atau iritasi akibat bahan kimia tertentu. Menjaga kebersihan area kewanitaan dan menghindari pemicu iritasi dapat membantu mencegah serta mengatasi keputihan yang muncul rasa gatal.

Keputihan merupakan kondisi alami oleh setiap wanita, namun ketika muncul rasa gatal dan bau tidak sedap, hal ini bisa menandakan adanya gangguan kesehatan pada area kewanitaan. Kondisi ini dapat karena berbagai faktor seperti infeksi, alergi, maupun perubahan hormon yang memengaruhi keseimbangan bakteri di vagina.
Mengetahui penyebab keputihan gatal sangat penting agar penanganan yang Anda lakukan sesuai dengan sumber masalahnya. Dengan perawatan yang tepat dan kebiasaan menjaga kebersihan, gangguan ini bisa Anda atasi dan mencegah risiko infeksi berulang di kemudian hari.
Penyebab Keputihan Gatal
Keputihan merupakan hal yang normal oleh setiap wanita, namun jika muncul rasa gatal, bau tidak sedap, atau perubahan warna, kondisi ini bisa menjadi tanda adanya gangguan pada area kewanitaan. Beberapa penyebab miss V gatal dan keputihan tidak normal dapat berasal dari infeksi, iritasi, hingga perubahan hormon yang memengaruhi keseimbangan bakteri di vagina.
1. Infeksi Bakteri
Infeksi bakteri atau bacterial vaginosis menjadi salah satu penyebab keputihan gatal dan bau. Kondisi ini terjadi saat keseimbangan bakteri baik dan jahat di vagina terganggu, sehingga menyebabkan keputihan berwarna kuning kehijauan atau abu-abu dengan bau amis yang kuat.
Keputihan disertai gatal bisa menjadi pertanda adanya infeksi yang juga berisiko menimbulkan peradangan pada panggul atau gangguan selama kehamilan. Jika tidak Anda obati, infeksi ini bisa menyebabkan komplikasi serius seperti infeksi rahim atau saluran reproduksi bagian dalam.
Baca Juga: Ciri-Ciri Keputihan Normal dan Abnormal, dari Warna hingga Tekstur
2. Infeksi Jamur
Infeksi jamur (kandidiasis) sering menjadi penyebab keputihan gatal seperti ampas tahu. Ciri-cirinya adalah rasa gatal dan perih di area kewanitaan serta muncul keputihan berwarna putih pekat, kental, dan menyerupai ampas tahu.
Kondisi ini bisa karena penggunaan antibiotik, kadar gula tinggi pada penderita diabetes, kehamilan, atau penurunan daya tahan tubuh. Biasanya, keputihan gatal akibat jamur cenderung kambuh menjelang menstruasi karena perubahan kadar hormon.
3. Vaginitis Trikomonas
Vaginitis trikomonas karena parasit Trichomonas vaginalis yang menular melalui hubungan seksual. Gejalanya meliputi keputihan berwarna kuning atau hijau, berbusa, dan berbau amis, serta muncul rasa gatal dan nyeri saat berhubungan intim.
Infeksi ini dapat menyebabkan peradangan pada vagina dan saluran kemih sehingga menimbulkan rasa nyeri saat buang air kecil. Selain itu, keputihan muncul dengan rasa gatal bisa menjadi pertanda adanya infeksi menular seksual yang perlu segera Anda obati agar tidak menimbulkan komplikasi lebih lanjut.
4. Iritasi atau Alergi
Iritasi atau reaksi alergi juga bisa menjadi penyebab keputihan gatal setelah haid, terutama jika area kewanitaan sering terpapar bahan kimia. Produk seperti sabun berpewangi, deterjen, tisu basah, atau pembalut tertentu dapat menyebabkan gatal dan kemerahan di area intim. Beberapa bahan yang dapat menyebabkan iritasi antara lain:
- Sabun atau bubble bath berpewangi
- Spray, krim, atau kontrasepsi topikal
- Tisu toilet dan pelembut pakaian beraroma
- Celana dalam berbahan sintetis
Kondisi ini bisa semakin parah pada wanita yang memiliki diabetes atau inkontinensia urine karena cairan tubuh dapat memperparah iritasi.
5. Menopause
Setelah menopause, penurunan kadar estrogen membuat dinding vagina menipis dan menjadi lebih kering. Hal ini mengubah pH vagina dan memicu rasa gatal, nyeri saat berhubungan, serta keputihan ringan.
Kondisi ini terkenal sebagai sindrom genitourinaria menopause, yang juga dapat menyebabkan infeksi saluran kemih dan rasa tidak nyaman di area kewanitaan. Pada wanita dengan mobilitas terbatas, urin atau feses yang menempel dapat memperburuk iritasi di sekitar vagina.
6. Fistula
Fistula adalah saluran abnormal yang terbentuk antara vagina dan organ lain seperti kandung kemih atau rektum. Kondisi ini bisa menyebabkan keluarnya cairan atau keputihan berbau tidak sedap yang mengandung urine atau feses.
Fistula biasanya muncul akibat cedera saat persalinan, operasi panggul, atau terapi radiasi. Meskipun jarang, fistula dapat menimbulkan ketidaknyamanan yang parah dan memerlukan tindakan medis untuk memperbaikinya.
7. Penyakit Menular Seksual (PMS)
Penyakit menular seksual juga dapat menjadi penyebab keputihan gatal dan bau yang tidak sedap. Beberapa jenis PMS yang menimbulkan keluhan pada vagina antara lain:
- Herpes genital
- Trikomoniasis
- Kutil kelamin
Penyakit ini bisa menyebabkan peradangan pada vagina, nyeri saat berhubungan, serta keputihan abnormal. Jika tidak segera Anda obati, PMS dapat menimbulkan komplikasi seperti radang panggul, infertilitas, hingga gangguan kehamilan.
Baca Juga: Keputihan Seperti Ampas Tahu: Penyebab dan Cara Mengatasi
Cara Mengobati Keputihan yang Gatal
Keputihan yang muncul dengan rasa gatal sering kali membuat tidak nyaman dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Namun, ada berbagai cara menghilangkan gatal pada keputihan yang bisa Anda lakukan di rumah untuk membantu meredakan gejala dan mencegah infeksi semakin parah. Berikut cara mengobati keputihan yang gatal:
- Jaga kebersihan area kewanitaan dengan mencucinya menggunakan air bersih tanpa sabun berpewangi.
- Setelah buang air kecil, bilas area kewanitaan dengan air dan keringkan secara lembut.
- Hindari kebiasaan douching (membilas bagian dalam vagina) karena dapat memperburuk gejala dan menghilangkan bakteri baik yang melindungi dari infeksi.
- Jangan mengikuti tren seperti vaginal steaming atau penguapan vagina, karena justru dapat meningkatkan risiko iritasi dan infeksi.
- Gunakan pembalut biasa, bukan tampon, selama mengalami keputihan gatal agar sirkulasi udara tetap lancar dan kelembapan berkurang.
- Jika memiliki diabetes, usahakan kadar gula darah tetap terkontrol karena gula tinggi dapat memperburuk infeksi jamur penyebab keputihan gatal.
- Pilih pakaian yang longgar dan berbahan katun untuk membantu udara mengalir lebih baik dan mencegah penumpukan keringat di area intim.
- Hindari penggunaan semprotan, bedak, atau parfum di area kewanitaan karena bahan kimia di dalamnya bisa memicu alergi atau iritasi.
- Saat mandi, pastikan membersihkan area intim dengan gerakan dari depan ke belakang agar bakteri dari anus tidak berpindah ke vagina.
- Terapkan cara mengatasi keputihan gatal secara alami dengan menjaga kebersihan tubuh, mengonsumsi makanan bergizi, dan minum cukup air untuk membantu menjaga keseimbangan flora vagina.
- Gunakan kondom saat berhubungan seksual untuk mencegah penularan penyakit menular yang bisa memperparah keputihan gatal.
- Hindari memakai celana dalam saat tidur agar area intim mendapatkan sirkulasi udara yang baik dan tetap kering.
Baca Juga: Keputihan Berwarna Cokelat Apakah Tanda Infeksi Penyakit?
Yuk segera kunjungi Ciputra Medical Center. Dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda.
Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Medical Center, mulai dari Medical Check Up (MCU) hingga masalah gizi anak, hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.
Telah Direview oleh Dr. Ditta
Source
- MSD MANUAL. Bacterial Vaginosis (BV). Desember 2025
- Ascensus Health. Vaginal Itching: Common Causes And Treatments. Desember 2025
- Medical News Today. What Causes vaginal itching?. Desember 2025

