Cek kesehatan setelah Natal dan Tahun Baru tidak hanya membantu memantau kondisi tubuh, tetapi juga mencegah risiko penyakit akibat pola hidup yang kurang teratur selama liburan. Beberapa jenis pemeriksaan yang bisa Anda lakukan adalah tes gula darah, cek kolesterol, hingga pemeriksaan gula darah sampai skrinning diabetes.

Kesehatan sering kali menjadi prioritas yang terlupakan di tengah kesibukan, terutama setelah melewati masa libur panjang. Medical check up menjadi langkah penting untuk memastikan kondisi tubuh tetap stabil dan siap kembali beraktivitas.
Setelah perayaan besar seperti Natal dan Tahun Baru, banyak orang mengalami perubahan pola makan, tidur, hingga tingkat stres yang berpotensi memengaruhi kesehatan. Melakukan medical check up secara rutin membantu mendeteksi perubahan tubuh sejak dini sebelum berkembang menjadi masalah serius.
Pentingnya Melakukan Cek Kesehatan
Pentingnya cek kesehatan setelah Natal dan Tahun Baru salah satunya adalah untuk mendeteksi risiko penyakit sejak dini. Pasalnya, saat hari perayaan besar seperti natal hingga tahun baru, kebanyakan orang mungkin mengonsumsi banyak makanan tidak sehat hingga kurang istirahat, sehingga bisa memicu gangguan kesehatan tubuh.
Jika terdeteksi adanya penyakit dari hasil pemeriksaan kesehatan, dokter dapat memberikan obat atau rujukan ke dokter spesialis untuk penanganan lebih lanjut. Penanganan yang cepat memberi peluang lebih besar untuk kembali pulih dan menjalani aktivitas normal tanpa mengganggu kualitas hidup.
Selain pemeriksaan, Anda juga bisa mendukung kesehatan dengan beberapa langkah berikut:
- Perbaiki pola makan harian. Konsumsi makanan bergizi seimbang dari lima kelompok makanan, hindari makanan berlemak tinggi dan terlalu pedas, perbanyak serat dari buah serta sayur, dan minum 8–10 gelas air per hari.
- Rutin berolahraga. Sesuaikan jenis latihan dengan kondisi tubuh, terutama jika memiliki penyakit tertentu atau kelebihan berat badan. Konsultasikan dengan dokter sebelum memulai program latihan baru.
- Jaga kesehatan mental dan emosional. Kelola stres dengan baik agar tubuh tetap sehat dan sistem kekebalan tetap optimal.
- Cukupi kebutuhan tidur. Istirahat yang cukup membantu tubuh memulihkan energi dan mendukung fungsi organ bekerja lebih baik.
Baca Juga: Yuk, Lakukan 5 Cek Kesehatan Ini Setelah Lebaran
Berbagai Cek Kesehatan Setelah Natal dan Tahun Baru
Saat liburan panjang, pola makan dan aktivitas biasanya berubah sehingga tubuh berpotensi mengalami kenaikan kadar gula, tekanan darah, maupun kolesterol. Ini adalah waktu yang tepat untuk medical check up agar kesehatan dapat dipantau dengan baik dan risiko penyakit bisa Anda cegah lebih awal.
Berikut berbagai cek kesehatan setelah natal dan tahun baru yang dapat Anda lakukan :
1. Pemeriksaan Gula Darah
Pemeriksaan gula darah untuk mengetahui kondisi kadar glukosa dan mendeteksi risiko diabetes sejak dini. Hasil normal umumnya berada di kisaran 70–99 mg/dl, sedangkan 100–125 mg/dl termasuk pra-diabetes dan 126 mg/dl ke atas mengarah pada diabetes.
Selain itu, tes HbA1c menunjukkan rata-rata kadar gula dalam 2–3 bulan terakhir dan tidak memerlukan puasa sebelum tes. Nilai di bawah 5,7% dianggap normal, 5,7–6,4% masuk kategori pra-diabetes, dan 6,5% atau lebih menunjukkan diabetes yang perlu Anda tangani segera.
2. Kolesterol, Trigliserida, HDL, dan LDL
Sebelum pemeriksaan profil lemak, biasanya Anda perlu puasa sekitar 12 jam agar hasil lebih akurat. Tes kolesterol normal membantu menilai risiko penyakit jantung, stroke, dan penyumbatan pembuluh darah.
- Kolesterol Total. Kadar kolesterol di atas 200 mg/dl dapat menyebabkan pengerasan atau penyempitan pembuluh darah. Kondisi ini meningkatkan risiko serangan jantung dan gangguan sirkulasi darah.
- Trigliserida. Angka trigliserida 150 mg/dl atau lebih dapat memicu penebalan dinding pembuluh darah. Jika terlalu tinggi, juga dapat meningkatkan risiko radang pankreas.
- HDL (Kolesterol Baik). HDL membantu membawa kelebihan kolesterol ke hati untuk dibuang. Angka ideal minimal 40 mg/dl untuk pria dan 50 mg/dl untuk wanita, sedangkan 60 mg/dl ke atas dianggap baik untuk kesehatan jantung.
- LDL (Kolesterol Jahat). LDL yang tinggi dapat menyumbat pembuluh darah dan mengganggu aliran darah ke organ vital seperti otak dan jantung. Nilainya sebaiknya tidak lebih dari 130 mg/dl.
3. Pemeriksaan Tekanan Darah
Tekanan darah memberikan gambaran kondisi kesehatan jantung dan pembuluh darah secara umum. Nilai normal adalah tekanan sistolik di bawah 120 mmHg dan diastolik di bawah 80 mmHg.
Tekanan darah 140/90 mmHg sudah termasuk hipertensi dan berisiko menyebabkan komplikasi seperti stroke, penyakit jantung, dan kerusakan ginjal. Pengukuran perlu Anda ulang beberapa kali karena faktor stres, kelelahan, dan kurang tidur dapat memengaruhi hasil pembacaan.
Baca Juga: 5 Jenis Pemeriksaan Kesehatan yang Umum Dilakukan
Jenis Pemeriksaan Kesehatan untuk Lansia
Memasuki usia lanjut, kesehatan tubuh mulai mengalami penurunan dan risiko penyakit kronis meningkat. Oleh karena itu, berbagai pemeriksaan rutin perlu Anda lakukan sebagai langkah pencegahan agar kondisi kesehatan tetap terpantau dengan baik.
Berikut adalah jenis pemeriksaan kesehatan untuk lansia yang Anda lakukan setelah libur natal dan tahun baru:
- Pemeriksaan Aneurisma Aorta Abdominal. Lansia yang pernah atau masih merokok sebaiknya mempertimbangkan USG untuk mendeteksi pembengkakan pembuluh darah besar di area perut.
- Pemeriksaan Tekanan Darah. Pemeriksaan tekanan darah baiknya setiap tahun untuk memantau risiko hipertensi.
- Skrining Kanker Usus Besar. Pemeriksaan ini setiap dua tahun bagi lansia berusia di atas 45 tahun untuk mendeteksi tanda-tanda awal kanker usus besar. Tes sederhana ini dapat membantu penanganan lebih cepat sebelum penyakit berkembang.
- Skrining Kolesterol dan Pencegahan Penyakit Jantung. Pemeriksaan kadar kolesterol baiknya setiap lima tahun jika hasil sebelumnya masih normal.
- Skrining Diabetes. Pemeriksaan kadar gula darah idealnya setiap tiga tahun. Jika memiliki berat badan berlebih atau faktor risiko lain, frekuensinya dapat Anda tingkatkan berdasarkan anjuran dokter.
- Skrining Kanker Paru-Paru. Pemeriksaan ini direkomendasikan untuk perokok aktif maupun yang berhenti dalam 15 tahun terakhir.
- Skrining Osteoporosis. Pemeriksaan ini bagi yang memiliki risiko seperti penggunaan steroid jangka panjang, berat badan rendah, konsumsi alkohol berlebihan, atau riwayat keluarga osteoporosis.
- Pemeriksaan Fisik Rutin. Pemeriksaan fisik sebaiknya setiap tahun atau sesuai rekomendasi dokter. Pemeriksaan mencakup pengecekan berat badan, tinggi badan, serta indeks massa tubuh (BMI).
Baca Juga: Apa Saja Pemeriksaan Medical Check Up Lengkap?
Yuk segera kunjungi Ciputra Medical Center untuk melakukan cek kesehatan Anda. Dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda.
Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Medical Center, mulai dari Medical Check Up (MCU) hingga masalah gizi anak, hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.
Telah Direview oleh Dr. Ditta
Source
- SAMITIVEJ. Why are Annual Health Checkup Results so Important?. Desember 2025
- Better Health Channel. Regular health checks. Desember 2025




