Cuci Tangan: Mencegah Pilek, Demam dan Masuk Angin

Cuci Tangan: Mencegah Pilek, Demam dan Masuk Angin

“Cuci tangan Anda!” Merupakan 3 kata sederhana yang dapat dapat digunakan dan dilakukan tanpa harus berpikir panjang dan keras untuk menghindari / mencegah demam atau masuk angin. Mengapa 3 kata ini menjadi penting? Karena demam, pilek atau masuk angin dapat menyebar melalui kuman dan bakteri yang berada di tangan Anda.

Ketika seseorang yang sedang sakit batuk atau bersin, tetesan kecil air liur dengan kuman akan mendarat di berbagai tempat seperti gagang pintu, telepon, keyboard komputer, meja dan sebagainya. Juga, seseorang yang sakit ketika batuk atau bersin ke tangan mereka dan kemudian menyentuh benda – benda di sekelilingnya. Kemudian Anda yang tadinya sehat, datang dan menyentuh benda – benda tersebut. Kemudian, Anda menyentuh bagian hidung dan mulut. Dalam sekejap Anda terinfeksi kuman tersebut.

 

Mengapa kegiatan “cuci tangan” penting?

Beberapa virus – kuman – bakteri yang menyebabkan pilek dapat hidup di permukaan sebuah benda selama berjam – jam. Mencuci tangan secara teratur adalah strategi terbaik yang dapat dilakukan untuk mencegah mereka masuk ke dalam tubuh Anda. Selain itu, ketika Anda dalam kondisi sakit, mencuci tangan juga akan mencegah Anda untuk menyebarkan kuman.

Ada beberapa bukti mengenai hal ini. Program yang disebut “Sto Cough” dimulai di pusat komando pelatihan militer di Illinois, United States of America. Sebagai bagian dari program, para taruna diperintahkan untuk mencuci tangan mereka setidaknya lima kali sehari. Setelah 2 tahun, tim pencuci tangan melaporkan 45% lebih sedikit kasus penyakit pernapasan dibanding dengan tingkat penyakit di antara taruna selama tahun sebelum program dimulai.

 

Bagaimana cara “cuci tangan” yang baik untuk mencegah pilek, demam dan masuk angin?

Berikut adalah cara mencuci tangan yang baik dan benar:

– Pertama, basahi tangan Anda dengan air, lalu tambahkan sabun.

– Kemudian gosokkan dengan kuat selama 20 detik.

– Pastikan untuk menggosok pergelangan tangan, di antara jari – jari dan di bawah kuku jari.

– Ketika Anda memiliki waktu, gunakanlah sikat kuku karena kuman sering kali bersembunyi di bawah kuku.

– Setelah selesai menggosok tangan dengan sabun, bilas tangan Anda secara menyeluruh dan keringkan dengan handuk, tissue, atau pengering udara.

– Jika Anda berada di toilet umum, tekanlah tombol air dengan menggunakan tissue, membuka pintu dengan mendorong dengan bahu.

 

Berapa banyak Anda harus “cuci tangan” untuk mencegah pilek, demam dan masuk angin?

Tidak ada patokan khusus untuk hal ini. Yang pasti, Anda harus sering mencuci tangan sepanjang hari. Misalnya, lakukanlah sebelum dan sesudah makan, setelah menggunakan kamar mandi, sepulang sekolah dan setelah memegang daging mentah, sayuran yang tidak dicuci ataupun memegang sampah.

Cuci juga tangan Anda setelah batuk, bersin, membuang ingus atau menyentuh hewan peliharaan. Jika Anda menjaga anak, cuci tangan sebelum dan sesudah mengganti popok bayi dan sebelum dan sesudah menyusui.

 

Lalu, bagaimana jika saya tidak berada di dekat wastafel?

Jika posisi Anda tidak berada di dekat wastafel, sediakan pembersih berbasis alkohol setidaknya 60% alkohol. Gosok seluruh permukaan tangan, jari dan pergelangan tangan dengan pembersih sampai kering. Anda dapat menggunakan pembersih ini sepanjang hari. Kemudian ketika Anda sudah berada di area wastafel, bersihkan tangan Anda dengan scrub untuk mencegah penumpukan pembersih berbasis alkohol ini.

Demikianlah artikel mengenai mencuci tangan yang baik dan benar untuk mengindari Anda dari pilek, demam dan masuk angin.

 

Reviewed by: dr. Ditta

Source: https://www.webmd.com/cold-and-flu/cold-guide/cold-prevention-hand-washing#1