Cara mengobati Carpal Tunnel Syndrome (CTS) bisa dengan non-bedah seperti penggunaan penyangga tangan, obat antiinflamasi, hingga terapi fisik, atau dengan operasi jika sudah parah. Diagnosisnya dilakukan melalui pemeriksaan fisik, tes kecepatan saraf, dan kadang dibantu dengan USG atau MRI.

Carpal Orthosis, perangkat yang dirancang untuk mendukung dan mengstabilkan pergelangan tangan.
Carpal tunnel syndrome (CTS) terjadi ketika saraf median yang berjalan melalui pergelangan tangan Anda terjepit atau tertekan dan menimbulkan gejala seperti nyeri, mati rasa, kesemutan, atau kelemahan pada tangan, jari, atau pergelangan tangan.
Gejala ini dapat memengaruhi kemampuan Anda untuk melakukan tugas-tugas sehari-hari, seperti mengetik atau mengangkat benda. Cara mencegah carpal tunnel syndrome bisa dilakukan dengan menghindari gerakan tangan yang berulang secara berlebihan, menjaga posisi pergelangan tangan tetap netral saat bekerja, serta rutin melakukan peregangan tangan dan jari agar tidak tegang.
Cara Mengobati Carpal Tunnel Syndrome Tanpa Operasi
Carpal tunnel syndrome biasanya berkembang secara perlahan, tapi kalau dibiarkan tanpa penanganan, kondisinya bisa makin parah seiring waktu. Karena itu, penting untuk segera periksa ke dokter agar bisa didiagnosis sejak awal.
Bila ditangani sejak dini, ada kemungkinan besar gejalanya bisa dikendalikan atau dicegah agar tidak semakin buruk. Apabila diagnosisnya belum pasti atau gejalanya masih ringan, dokter biasanya akan menyarankan pengobatan tanpa operasi sebagai langkah awal.
1. Menggunakan Penyangga atau Splint
Memakai penyangga atau splint saat tidur membantu menjaga posisi pergelangan tangan tetap lurus dan netral, sehingga mengurangi tekanan pada saraf median. Posisi ini penting karena membengkokkan pergelangan saat tidur bisa memperburuk gejala CTS.
Splint juga bisa digunakan di siang hari, terutama saat melakukan aktivitas yang memicu nyeri atau kesemutan. Dengan penggunaan teratur, splint dapat membantu meredakan gejala dan mencegah kerusakan lebih lanjut.
Baca Juga: Waspada! 7 Jenis Cedera Tangan Ini
2. Obat Anti-Inflamasi Nonsteroid (NSAID)
Obat seperti ibuprofen atau naproxen dapat membantu mengurangi pembengkakan dan rasa nyeri di pergelangan tangan. Ini sangat bermanfaat untuk mengatasi gejala awal yang belum terlalu parah.
Meskipun tidak menyembuhkan CTS secara langsung, penggunaan NSAID bisa membuat aktivitas sehari-hari menjadi lebih nyaman. Obat ini biasanya digunakan dalam jangka pendek sesuai petunjuk dokter.
3. Mengubah Aktivitas
Gejala CTS sering muncul saat tangan dan pergelangan berada dalam posisi sama terlalu lama, terutama saat menekuk. Karena itu, penting untuk mengevaluasi aktivitas harian yang memicu rasa nyeri.
Mengatur ulang posisi kerja, mengganti alat, atau memberi jeda pada aktivitas tertentu bisa sangat membantu. Perubahan kecil ini dapat memperlambat perkembangan CTS dan mencegah kerusakan permanen.
4. Suntikan Steroid
Suntikan kortikosteroid langsung ke area carpal tunnel bisa mengurangi peradangan dan meredakan gejala dalam waktu singkat. Ini sering digunakan saat nyeri sangat mengganggu atau saat terapi lain belum efektif.
Efek suntikan biasanya bersifat sementara dan bukan solusi jangka panjang. Namun, suntikan ini bisa juga digunakan untuk membantu memastikan diagnosis CTS.
5. Latihan Peregangan Saraf (Nerve Gliding Exercises)
Latihan ini bertujuan membantu saraf median bergerak lebih leluasa di dalam saluran carpal tunnel. Gerakan dilakukan secara perlahan agar tidak menambah tekanan pada saraf.
Latihan ini biasanya diberikan oleh fisioterapis atau dokter sebagai bagian dari terapi non-bedah. Jika dilakukan secara rutin, latihan ini dapat membantu mengurangi kekakuan dan memperbaiki fungsi tangan.
6. Suntikan PRP (Platelet Rich Plasma)
PRP dibuat dari darah pasien sendiri dan mengandung konsentrasi tinggi trombosit yang dipercaya membantu proses penyembuhan. Suntikan PRP dapat digunakan untuk mengurangi gejala CTS, meski hasilnya sering kali hanya sementara.
Beberapa studi menunjukkan manfaat jangka pendek, tapi belum terbukti efektif untuk jangka panjang. Karena itu, PRP sering digunakan sebagai terapi tambahan, bukan pengobatan utama.
Baca Juga: Penyebab Nyeri Otot Lengan Kanan Atas dan Pengobatan
Operasi untuk Mengatasi Carpal Tunnel Syndrome
Operasi biasanya dilakukan jika gejala carpal tunnel syndrome (CTS) sudah parah atau tidak membaik dengan pengobatan lain. Tujuan dari operasi ini adalah untuk mengurangi tekanan pada saraf median dengan memotong ligamen yang menekannya.
Berikut beberapa jenis operasi untuk mengobati CTS:
- Operasi Endoskopi: Dokter memasukkan alat kecil seperti teleskop dengan kamera (endoskop) ke dalam pergelangan tangan melalui satu atau dua sayatan kecil. Dengan alat ini, dokter bisa melihat bagian dalam dan memotong ligamen tanpa sayatan besar. Jenis ini biasanya menyebabkan rasa sakit yang lebih ringan setelah operasi.
- Operasi Terbuka (Open Surgery): Dokter membuat sayatan lebih besar di telapak tangan untuk langsung melihat dan memotong ligamen yang menekan saraf. Metode ini lebih umum dan sederhana, tetapi pemulihan bisa sedikit lebih lama.
- Operasi dengan Bantuan Ultrasound: Mirip dengan operasi endoskopi, tapi dokter menggunakan USG untuk melihat letak saraf, otot, dan ligamen. Ligamen lalu dipotong dengan pisau kecil atau kawat khusus melalui jarum kecil di pergelangan tangan.
Berapa Lama CTS Bisa Sembuh Setelah Perawatan?
Setelah menjalani pengobatan carpal tunnel syndrome (CTS), gejala umumnya akan mulai membaik secara bertahap. Pada pengobatan tanpa operasi, perbaikan bisa memakan waktu beberapa minggu atau lebih hingga tekanan pada saraf median berkurang.
Jika dilakukan tindakan operasi, gejala biasanya mulai membaik setelah pergelangan tangan sembuh. Waktu pemulihan pascaoperasi umumnya berlangsung sekitar satu hingga dua bulan.
Baca Juga: Penyakit yang Bisa Diatasi Akupunktur
Bila Anda mengalami gangguan pada bagian otot, segera temui dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Anda bisa konsultasi ke Ciputra Medical Center.
Ciputra Medical Center menyediakan beragam layanan kesehatan mulai dari konsultasi dengan dokter umum, psikiater, hingga Medical Check Up (MCU). Mari percayakan kesehatan Anda dan keluarga Anda di Ciputra Medical Center!
Telah direview oleh dr. Elok Pratiwi, Msc
Source:
- Ortho Info. Carpal Tunnel Syndrome. Agustus 2025.
- Mayo Clinic. Carpal Tunnel Syndrome. Agustus 2025.
- Cleveland Clinic. Carpal Tunnel Syndrome. Agustus 2025.