Gigi Berlubang Pada Anak

Gigi Berlubang Pada Anak

Karies atau gigi berlubang adalah penyakit rongga mulut yang paling sering ditemui baik pada dewasa maupun anak-anak. Seiring dengan munculnya berbagai macam makanan manis yang merusak gigi dengan tampilan menarik, semakin besar juga resiko anak-anak terkena karies gigi. Namun tahukah anda bahwa penyebab karies gigi tidak hanya makanan manis, namun multifaktorial?
Pertama memang frekuensi makan makanan manis atau asam yang dapat menyebabkan pH mulut turun sehingga melarutkan lapisan gigi, yang bila tidak diimbangi pembersihan mulut yang baik maka menyebabkan gigi berlubang. Sebenarnya rongga mulut kita memiliki berbagai komponen seperti gigi, lidah, air liur, dan semuanya ini saling bekerjasama untuk menjaga kesehatan rongga mulut. Air liur memiliki kemampuan untuk menjaga keseimbangan pH mulut sehingga bila makan makanan asam atau manis, pH mulut yang turun (Semakin asam) dapat naik kembali. Hal ini mencegah terjadinya karies gigi.
Selain itu cara membersihkan gigi juga penting. Apakah anak anda sudah menyikat gigi dengan cara yang baik dan benar, menggunakan sikat gigin dan pasta gigi yang tepat? Apakah anda sebagai orang tua telah ikut mengawasi cara penyikatan gigi anak anda, terutama bila mereka masih berusia dibawah 8 tahun karena gerakan motorik mereka masih belum stabil?

Perawatan karies pada anak ada tiga tahap, yaitu:
1. Penambalan gigi yang berlubang : Dengan menggunakan bahan-bahan yang aman dan juga estetis (sewarna gigi), kami menyediakan perawatan penambalan gigi bagi anak-anak yang terkena karies.
2. Perawatan saluran akar apabila karies telah mengenai saraf gigi : Jika karies sudah menyebar sangat dalam hingga ke saraf gigi, maka penambalan tidak dapat langsung dilakukan namun harus didahului dengan perawatan salruan akar.
3. Pencabutan gigi : Gigi yang sudah rusak parah dan tdiak dapat lagi ditambal harus dicabut. Pencabutan dilakukan dengan prosedur yang aman.

Selain itu kami akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap anak Anda, dengan memeriksa keadaan air liur serta plak di dalam rongga mulut untuk melihat faktor resiko lain yang menyebabkan terjadinya karies. Tim dokter akan melakukan edukasi untuk mencegah karies berlanjut, termasuk edukasi cara menyikat gigi yang baik dan benar.